Produksi Selulosa oleh Gluconacetobacter xylinus sebagai Bahan Baku Potensial Serat Tekstil

Umaro, Nur Umi Azkiyyatul (2018) Produksi Selulosa oleh Gluconacetobacter xylinus sebagai Bahan Baku Potensial Serat Tekstil. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
01311440000077-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Selulosa bakteri (SB) merupakan salah satu produk bioteknologi mikroorganisme di bidang industri.. Gluconacetobcter xylinus merupakan salah satu mikroorganisme yang banyak diteliti karena dapat mensintesis SB dari berbagai sumber karbon. SB memiliki banyak keunggulan sifat serat selulosa namun produksinya menghadapi kendala tingginya biaya material substrat. Penggunaan molase dan limbah onggok dalam produksi SB diharapkan dapat menjadi alternatif material substrat. Tujuan dari penelitian ini adalah pemanfaatan molase dan limbah onggok dalam menghasilkan SB oleh G. xylinus dengan tingkat kualitas yang diukur berdasarkan kekuatan tarik, break elongation, modulus elastisitas dan pengamatan permukaan material menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Metode yang digunakan adalah fermentasi statik medium HS dengan sumber karbon glukosa, molase dan limbah onggok oleh G. xylinus selama 8 hari dan dilakukan karakterisasi selulosa. Hasil yang diperolehadalah selulosa yang diproduksi dengan substrat molase memiliki kekuatan tarik dan break elongation tertinnggi sebesar 0,23Mpa/basisweight dan 21,5%. Visualisasi SEM menunjukkan selulosa dari molase memiliki ketebalan 20,40 µm. ============== Bacterial cellulose (BC) is one of industrial biotechnology product. In term BC production, Gluconacteobacter xylinus is most studied microorganism because its ability to synthesize BC from various carbon sources. BC has excellent fiber properties compared to plant-based cellulose but still facing high cost substrate materials. Molasses and tapioca solid waste (onggok) usage in BC production expected to give alternative substrate materials. The aim of this research is molasses and onggok utilization by G. xylinus for BC production. Bacterial cellulose production is carried out in static fermentation using HS medium with glucose, molasses and onggok as carbon source. Cellulose pellicle collected after 8 days incubation time and dried. The obtained dry bacterial cellulose quality defined using SEM and mechanical properties including tensile strength, break elongation and elasticity modulus testing. Mechanical properties owned by dry bacterial cellulose then compared with Whatman filter paper. Results obtained show that BC from molasses has the highest tensile strength and break elongation with 0,23 Mpa/basisweight and 21,5% compared to Whatman filter paper. SEM visualization shows that cellulose from molasses has 20,40 µm in thickness.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Gluconacetobacter xylinus, Selulosa bakteri, Fermentasi statik, Limbah, Serat tekstil, Gluconacetobacter xylinus, Bacterial cellulose,Static fermentation, Textile fiber, Waste
Subjects: Q Science > QR Microbiology
T Technology > TP Chemical technology > TP1140 Polymers
Divisions: Faculty of Science > Biology > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Nur Umi Azkiyyatul Umaro
Date Deposited: 03 Aug 2018 02:52
Last Modified: 03 Aug 2018 02:52
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/57909

Actions (login required)

View Item View Item