Kajian Teknis Perancangan Bagan Apung Sebagai Pengganti Bagan Apung Tradisional di Daerah Kabupaten Sumenep

Firdausi, Miftah Irfan (2018) Kajian Teknis Perancangan Bagan Apung Sebagai Pengganti Bagan Apung Tradisional di Daerah Kabupaten Sumenep. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 04211340000029-Undergraduate_Theses.pdf]
Preview
Text
04211340000029-Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Di Daerah Kabupaten Sumenep, Indonesia, terdapat alat tangkap ikan berupa bagan tradisional. Bagan merupakan alat tangkap ikan berupa bangunan di tengah laut yang menggunakan media menangkap ikan berupa lampu dan jaring angkat. Bagan apung tradisional mempunyai berbagai kelemahan konstruksinya sederhana, menggunakan genset sebagai sumber lisrik, dan menggunakan tenaga manusia untuk mengangkat jarring. Oleh karena itu penulis melakukan kajian teknis perancangan bagan apung sebagai pengganti bagan apung tradisional agar dapat meningkatkan produktifitas tangkap ikan di Indonesia. Bagan apung yang dirancang berukuran 10m x 10m x 1.8m dengan sarat 0.8m. Laminasi bambu digunakan sebagai material ponton dan geopolimer untuk bangunan atasnya. Kemudian bagan apung menggunakan 24 buah panel surya 20wp sebagai sumber listrik utama dan generator 4.2 KW sebagai sumber listrik cadangan. 2 buah winch 0.7 KW digunakan untuk mengangkat jaring ikan dan 2 buah lampu celup 40watt sebagai alat penarik perhatian ikan. Kemudian dilakukan analisa stabilitas menggunakan software dan didapatkan dalam keadaan equilibrium bagan apung mengalami kondisi trim by stern sebesar 0.27m atau 1.55o dan mempunyai nilai GZ maksimum 4.3m dengan kemiringan rolling maksimum 12.7o.
===================================================================================================
In Sumenep Regency, Indonesia, there are fishing equipment named traditional bagan. Bagan is a building placed on sea which uses lights and lift nets for catch fish. Traditional bagans have various weaknesses, likes a simple construction, using generator as its main source of electricity, and use human source to lift the net. Therefore, the authors conducted a technical study the design of floating bagan as a substitute for traditional bagan in order to increase the productivity of fishing in Indonesia. The designed floating bagan have 10m x 10m x 1.8m dimension with 0.8m draught. Bamboo laminates are used as pontoon materials and geopolymer materials for the superstructure. Then the floating bagan uses 24 solar panels 20wp as main power source and 4.2 KW generator as emergency power source. There are 2 of 0.7 KW winch are used to lift the fishing nets and 2x 40watt lamps as a fish-drawing device. Then stability analysis has done using the software and obtained in a state of equilibrium floating bagan experiencing a trim by stern condition of 0.27m or 1.55o and has a maximum GZ value of 4.3m with a maximum rolling 12.7o of heel.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA645 Structural analysis (Engineering)
Depositing User: Miftah Irfan Firdausi
Date Deposited: 09 Aug 2021 21:03
Last Modified: 09 Aug 2021 21:03
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/58849

Actions (login required)

View Item View Item