Analisis Spasial Persebaran dan Pemetaan Kerawanan Kejadian Kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Lumajang dengan Spatial Pattern Analysis dan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic

Kurniadi, Abimanyu (2018) Analisis Spasial Persebaran dan Pemetaan Kerawanan Kejadian Kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Lumajang dengan Spatial Pattern Analysis dan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
06211140000096-Undergraduate_Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Kabupaten Lumajang cenderung mengalami peningkatan jumlah kejadian kasus demam berdarah dengue atau DBD. Hal ini menunjukkan bahwa, jumlah kejadian kasus DBD di Kabupaten Lumajang belum dapat ditekan secara efektif, kemungkinan disebabkan oleh kurangnya informasi terhadap waktu, tempat dan jumlah kejadian kasus DBD yang terintegrasi. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan kasus DBD dapat ditinjau dari aspek spasial, yaitu tingkat ketergantungan penyakit DBD di suatu wilayah diperkirakan dipengaruhi oleh penyakit DBD di wilayah lain yang berdekatan. Kejadian kasus DBD yang digunakan dalam penelitian ini adalah kejadian kasus DBD di setiap kecamatan di Kabupaten Lumajang pada Tahun 2014-2016 yang kemudian dianalisis dengan menggunakan Spatial Pattern Analysis dan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic untuk menganalisis pola persebaran dan membentuk peta kerawanan. Hasil penelitian menyimpulkan pola persebaran kejadian kasus DBD pada Tahun 2014 yaitu menyebar, sedangkan Tahun 2015 dan 2016 pola persebarannya mengelompok. Hasil analisis dengan menggunakan metode Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic mengidentifikasi kecamatan rawan kasus DBD yaitu Kecamatan Gucialit, Klakah, Padang, Sukodono, Lumajang, Sumbersuko, Tempeh, Rowokangkung Yosowilangun dan Tekung. Kecamatan Lumajang adalah kecamatan yang selalu memiliki jumlah kasus DBD yang tertinggi atau maksimum pada Tahun 2014 hingga 2016. ================================================================================ Lumajang district has significant increase of cases regarding to dengue fever or DBD. However, there has not been any decease case related to DBD. It showed that the case related to dengue fever or DBD in Lumajang was not effectively taken hand due to the lack of information related to time, venue, and the number of DBD infection. Key factor causing the increase of DBD was partially seen in aspect of DBD dependence level in certain area is influenced by DBD infection in other areas nearby. The case related to DBD in the period of 2014-2016 in each sub-district was analyzed using Spatial Pattern Analysis and Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic to investigate the spread and form the insecure mapping. The results showed that the spread of DBD in 2014 was spreading. Meanwhile, the spread in 2015 and 2016 was assembling. The results of data analysis using Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic method to identify insecure sub-districts regarding to DBD show that some districts such as Gucialit, Klakah, Padang, Sukodono, Lumajang, Sumbersuko, Tempeh, Rowokangkung Yosowilangun and Tekung. Lumajang were categorized as sub-districts with the highest number of DBD disease in 2014 up to 2016.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: DBD; Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic; Lumajang; Spatial Pattern Analysis ============================================================= DBD; Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic; Lumajang; Spatial Pattern Analysis
Subjects: H Social Sciences > HA Statistics
H Social Sciences > HA Statistics > HA30.6 Spatial analysis
Q Science
Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Mathematics, Computation, and Data Science > Statistics > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Abimanyu Kurniadi
Date Deposited: 18 Feb 2019 04:03
Last Modified: 18 Feb 2019 04:03
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/59120

Actions (login required)

View Item View Item