Prakiraan Pemampatan Di Lapangan Berdasarkan Data Trial Embankment

Anggraini, Novita (2018) Prakiraan Pemampatan Di Lapangan Berdasarkan Data Trial Embankment. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
03111550010003-Master_Theses.pdf - Accepted Version

Download (9MB) | Preview

Abstract

Masalah utama yang dihadapi apabila harus membangun konstruksi diatas tanah lunak adalah daya dukung tanah yang rendah dan kemampumampatan yang besar. Oleh sebab itu, berbagai jenis pondasi telah dikembangkan untuk menyangga konstruksi apabila tanah dasar tidak mampu menopang bangunan diatasnya. Untuk menghilangkan pemampatan tanah dasar, juga telah banyak metode dikembangkan, diantaranya adalah memampatkan tanah dengan cara memberi beban awal atau preloading. Metode ini umumnya dikombinasi dengan pemasangan vertical drain untuk mempercepat waktu pemampatannya. Parameter tanah yang dibutuhkan untuk perencanaan vertical drain adalah koefisien konsolidasi arah horisontal (Ch) dan arah vertikal (Cv). Harga Cv dapat ditentukan dari hasil tes di laboratorium, tapi harga Ch harus ditentukan dari data lapangan dengan cara membuat trial embankment yang biayanya sangat mahal dan butuh waktu yang lama. Berangkat dari masalah tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa beban minimum timbunan trial embankment harus dibuat dan berapa lama beban preloading harus diletakkan agar data pemampatan yang diperoleh dapat dipakai untuk menghasilkan harga Ch lapangan yang akurat. Dalam penelitian ini akan digunakan data pemampatan lapangan dari 15 buah settlement plate pada trial embankment di proyek Kuala Tanjung, Medan, Sumatera Utara. Analisis dilakukan dengan menggunakan tiga metode yaitu metode Terzaghi, Asaoka, dan HWYL. Harga Ch lapangan ditentukan dengan cara melakukan fitting curve antara pemampatan prediksi dan pemampatan lapangan serta dilakukan back calculation untuk menentukan harga Ch lapangan. Setelah itu, waktu preloading minimum (tmin) ditentukan dengan melakukan fitting curve antara pemampatan lapangan dan pemampatan prediksi yang dihitung berdasarkan data lapangan yang diambil untuk waktu yang bervariasi. Dua kurva yang paling berimpit merupakan pemampatan prediksi yang mendekati akurat yang berarti lama waktu pengambilan data pemampatan tersebut merupakan tmin yang dapat mewakili seluruh waktu preloading di lapangan. Dari hasil studi yang dilakukan, tiga metode yang diadopsi memberikan hasil yang sama untuk beban preloading dimana harga Ch lapangan yang akurat hanya dapat diperoleh apabila beban preloading sama dengan beban final rencana dan kecepatan pembebanannya sudah hampir konstan. Pada metode Terzaghi dan Asaoka, waktu preloading minimum (tmin) untuk pengambilan data pemampatan lapangan adalah tmin = (1.25 s/d 1.45) x t90. Untuk metode HWYL, penentuan tmin masih harus diuji terlebih dahulu di lapangan. ==================================================================================================================The main problem when having to build construction on soft soil is the low carrying capacity of the soil and the large capacity. Therefore, various types of foundations have been developed to support construction if the subgrade cannot support the building above it. To eliminate subgrade compression, many methods have also been developed, including compressing the soil by giving preloading. This method is generally combined with the installation of vertical drain to speed up the compression time. The soil parameters needed to plan the vertical drain are coefficient of consolidation in vertical direction (Cv) and in horizontal direction (Ch). The value of Cv can be determined from the results of tests in the laboratory, but the value of Ch must be determined from the field data by making a trial embankment which is very expensive and takes a long time. In this case, this study was conducted to determine how much minimum load trial embankment heap must be made and how long the preloading load must be placed so that the compression data obtained can be used to produce accurate field Ch value. In this study, field compression data from 15 settlement plate in trial embankment will be used in the Kuala Tanjung, Medan, North Sumatra. The analysis was carried out using three methods, namely the Terzaghi, Asaoka, and HWYL methods. The Ch field value is determined by fitting the curve between predictive compression and field compression and a back calculation is performed to determine the Ch field value. After that, the minimum preloading time (tmin) is determined by fitting the curve between field compression and prediction compression which is calculated based on field data taken for various times. The two curves that are most coincidental are close to accurate predictions which means that the time taken for compression data is tmin which can represent all preloading time in the field. In the study, three methods adopted to provide the same results for preloading loads where accurate Ch field value can only be obtained if the preloading load is the same as the final plan load and the loading speed is almost constant. In the Terzaghi and Asaoka methods, the minimum preloading time (tmin) for field compression data is tmin = (1.25 to 1.45) x t90. For the HWYL method, determining tmin still has to be tested first in the field.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTS 624.161 Ang p
Uncontrolled Keywords: preloading load, loading rate, coefficient of consolidation in horizontal direction (Ch), minimum observation time (tmin),
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA169 Reliability (Engineering)
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA455.S6 Soil (Materials of engineering and construction)
Divisions: Faculty of Civil, Environmental, and Geo Engineering > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Theses
Depositing User: Anggraini Novita
Date Deposited: 22 Oct 2020 07:53
Last Modified: 22 Oct 2020 07:53
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/59318

Actions (login required)

View Item View Item