Optimasi Ekstraksi Ikan Gabus (Channa striata) Menggunakan Asam Klorida (HCl 0,1M) Untuk Produksi Protein dan Albumin Sebagai Antioksidan - Optimization The Extraction Of Snakehead Fish (Channa striata) Using Chloride Acid (HCl 0.1 M) For Protein And Albumin Production As Antioxidant

Muttaqin, Muhammad Zainul (2018) Optimasi Ekstraksi Ikan Gabus (Channa striata) Menggunakan Asam Klorida (HCl 0,1M) Untuk Produksi Protein dan Albumin Sebagai Antioksidan - Optimization The Extraction Of Snakehead Fish (Channa striata) Using Chloride Acid (HCl 0.1 M) For Protein And Albumin Production As Antioxidant. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
01311550012006_Master_Thesis.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Ikan gabus telah banyak dikembangkan sebagai suplemen kesehatan karena kandungan proteinnya yang tinggi. Metode ekstraksi adalah faktor utama untuk mempertahankan kandungan nutrisi dalam ekstrak. Penambahan pelarut HCl 0,1 M telah diterapkan dalam metode ekstraksi ikan gabus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio berat terhadap volume pelarut HCl 0,1M (1: 0,5, 1: 0,75 dan 1: 1) dengan lama perebusan yang berbeda (10 menit dan 30 menit) kemudian dibandingkan dengan menggunakan pelarut air dengan rasio 1: 1.kadar protein total yang diukur menggunakan metode biuret, menunjukkan bahwa protein total tertinggi diperoleh dari ekstraksi menggunakan pelarut air (1: 1) dengan lama perebusan 30 menit (36,02 ± 0,14%) sedangkan protein total terendah diperoleh dari ekstraksi menggunakan HCl 0,1 M (1: 0,5) dengan lama perebusan 10 menit (21,62 ± 1,49). Kadar albumin, yang diukur menggunakan metode BCG (bromocresol green), menunjukkan bahwa ekstraksi menggunakan pelarut air (1: 1) dengan lama perebusan 10 menit menghasilkan kadar albumin tertinggi (4,35 ± 0,13%) sedangkan kadar albumin terendah diperoleh dari ekstraksi menggunakan HCl 0,1 M (1: 0,5) dengan lama perebusan 30 menit (2,81 ± 0,07%). Kadar albumin EIG diketahui berkorelasi positif dengan kapasitas antioksidan, yang diukur menggunakan metode TMAMQ. Kapasitas antioksidan tertinggi diperoleh dari ekstraksi menggunakan pelarut air (1: 1) (mampu mengurangi radikal bebas TMAMQ sebesar 7,04 ± 0,49 μM), sedangkan kapasitas antioksidan terendah diperoleh dari ekstraksi menggunakan HCl 0,1 M (1: 0,5) dengan lama perebusan 30 menit (3,49 ± 0,27 μM). Penggunaan HCl 0,1 M dalam proses ekstraksi menghasilkan total protein, tingkat albumin, dan kapasitas antioksidan yang secara signifikan lebih rendah daripada ekstraksi dengan hanya menggunakan pelarut air. Oleh karena itu, dalam penelitian ini ekstraksi menggunakan pelarut air (1: 1) dengan lama perebusan 10 menit merupakan metode yang efektif dan efisien dalam mengekstraksi ikan gabus berdasarkan kadar protein total, albumin dan kapasitas antioksidan. ============================================================ Snakehead fish is widely developed as a health supplement because of the high protein content. The extraction method is the main factor to maintain the nutritional content in the extract. The addition of 0.1M HCl solvent has been applied in the extraction method of snakehead fish. This study aims to determine the effect of weight ratio on 0.1M HCl solvent volume (1: 0.5, 1: 0.75 and 1: 1) with different boiling duration (10 minutes and 30 minutes) then compared using a water solvent with a ratio of 1: 1. The total protein content, measured using the biuret method, showed that the highest total protein obtained from extraction using water solvent (1: 1) with boiling duration 30 minutes (36.02 ± 0.14%) while the lowest total protein was obtained from extraction using 0.1M HCl (1: 0.5) with boiling duration 10 minutes (21.62 ± 1.49%). The albumin level, measured using the BCG method (bromocresol green), showed that the extraction using water solvent (1: 1) with boiling duration 10 minutes produced the highest albumin level (4.35 ± 0.13%) while the lowest albumin level was obtained from the extraction using 0.1M HCl (1 : 0.5) with boiling duration 30 minutes (2.81 ± 0.07%). Albumin EIG levels found to be positively correlated with antioxidant capacity, which was measured using TMAMQ method. The highest antioxidant capacity was obtained from extraction using water solvents (1: 1) (capable to reduce TMAMQ free radicals by 7.04 ± 0.49 μM), while the lowest antioxidant capacity was obtained from extraction using 0.1M HCl (1: 0.5) with boiling duration 30 minutes (3.49 ± 0.27 μM). The usage of HCl 0.1M in the extraction process resulted in significantly lower total protein, albumin level, and antioxidant capacity than the extraction with using only water. Therefore, in this study the extraction using water solvents (1: 1) with boiling duration 10 minutes is an effective and efficient method in extracting snakehead fish based on total protein content, albumin and antioxidant capacity.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTBi Mut o
Uncontrolled Keywords: Albumin, Antioksidan, , Channa striata, Ekstraksi, Ikan gabus, Protein
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD63 Extraction
Divisions: Faculty of Science > Biology > (S2) Master Theses
Depositing User: MUHAMMAD ZAINUL MUTTAQIN
Date Deposited: 06 Dec 2018 04:25
Last Modified: 06 Dec 2018 04:25
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/59389

Actions (login required)

View Item View Item