Analisa Teknis Dan Ekonomis Kenaikan Temperatur Bahan Bakar Gas Terhadap Kinerja PLTU 4-5 Unit Pembangkitan Muara Karang

Prasetyo, Rezza Eko (2018) Analisa Teknis Dan Ekonomis Kenaikan Temperatur Bahan Bakar Gas Terhadap Kinerja PLTU 4-5 Unit Pembangkitan Muara Karang. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
Total Tesis.rev-ATK.rev04.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 4-5 Unit Pembangkit Muara Karang (UPMKR) merupakan salah satu pembangkit di UPMKR bersama PLTGU Blok 1 dan PLTGU Blok 2, yang vital untuk mensuplai listrik ke Jakarta. Awalnya dioperasikan dengan menggunakan bahan bakar Marine Fuel Oil (MFO). Sejak 1995, PLTU 4-5 mengalami modifikasi burner agar dapat menggunakan bahan bakar gas, namun penurunan tekanan suplai gas dari suplayer ke burner diikuti penurunan temperatur yang cukup besar. Penurunan temperatur ini berakibat pada penurunan energi sehingga akan menaikkan konsumsi bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan temperatur bahan bakar gas yang akan digunakan dalam burner dengan simulasi software Gatecycle versi 5 sehingga didapatkan penurunan Nett Plant Heat Rate (NPHR) yang mendukung kinerja pembangkit dan korporat. Kendala yang muncul pada simulasi baru menggunakan software Gatecycle versi 5 dimana pemodelan harus menggunakan Windows XP dan pembuatan model PLTU 4-5. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan variasi temperatur bahan bakar gas di PLTU 4-5 UPMKR dengan memanfaatkan sumber panas yang tersedia di PLTGU Blok 2 dan software yang masih digunakan di lingkungan PT PJB. Simulasi pemodelan kenaikan temperatur bahan bakar gas terhadap performa PLTU 4-5 dilakukan dengan menggunakan model PLTU 4-5 yang sudah tervalidasi. Dari hasil simulasi didapatkan 2(dua) pilihan, pilihan pertama memanfaatkan instalasi yang ada dan safety factor 0,8, diambil temperatur bahan bakar gas pada 97oC. Pada temperatur ini, didapatkan penurunan heat rate sebesar 9,324 kJ/kW-hr atau kenaikan efisiensi siklus 0,128 % setara dengan Rp.612.952.256,89/bulan atau Rp.7.355.427.084/tahun dan Break Even Point (BEP) atau pengembalian modal setelah 2,183 bulan atau 66 hari penuh beroperasi pada beban stabil 173 MW. Pada pilihan kedua dilakukan perubahan instalasi perpipaan dari fuel gas heater ke boiler, dimana temperatur bahan bakar gas digunakan pada 207oC dengan potensi penurunan heat rate sebesar 25,581 kCal/kW-hr atau kenaikan efisiensi siklus 0,352 % setara dengan Rp.1.681.758.664,-/bulan atau Rp.20.181.103.968,-/tahun dan Break Even Point (BEP) setelah 2,262 bulan atau 68 hari penuh beroperasi pada beban stabil 173 MW. ============================================================ Steam Turbine (ST) 4-5 of Muara Karang Power Plant (MKPP) built with Marine Fuel Oil (MFO) is one of the main power plants in Muara Karang Power Plant with Gas Turbine Combine Cycle Block 1 (GE-PG9161E) and Gas Turbine Combine Cycle Block 2 (M701F3), which supply electricity in Jakarta. Since 1995, its burner was modified so it can also use gas fuel. The pressure from supplayer to burner is declined then the temperature went down so it result decreasing energy and it will increase fuel consumption. This study aims to determine the temperature of fuel gas to be used in the burner so as to obtain a decrease in Nett Plant Heat Rate (NPHR) that supports the performance of plants and corporates. Constraints arise in the new simulation using the software Gatecycle version 5 where the modelling should use Windows XP and Steam Turbine Power Plant (ST) 4-5 model. This research was conducted by varying the temperature of gas fuel in ST 4-5 MKPP by utilizing heat source available in Gas Turbine Combine Cycle Block 2 and software that is still used in PT PJB environment. By using validated modelling, we can simulate the model of gas fuel temperature rise to the performance of ST 4-5 MKPP. It is obtained 2 (two) options from the simulation results. First, it still uses the existing installation and safety factor 0.8 then it is obtained optimal fuel gas temperature at 97oC. At this temperature, a 9.324 kJ/kW-hr heat rate decrease or 0.128% cycle efficiency increase equals to Rp 612,952,256.89/month or Rp 7,355,427,084/year and Break Even Point (BEP) after 2.183 months or 66 full days of operation at a steady load of 173 MW. Second, it makes changing of the piping installation from the fuel gas heater to the boiler, where the fuel gas temperature is used at 207oC with a potential heat rate reduction of 25.581 kCal/kW-hr or 0.352% cycle efficiency increase equal to Rp 1,681,758,664.-/month or Rp 20,181,103,968.-/year and Break Even Point (BEP) after 2.262 months or 68 full days operating at a steady load of 173 MW.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: none
Uncontrolled Keywords: Break-Event Point, NPHR, Modelling, Optimum temperature
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery > TJ164 Power plants--Design and construction
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Mechanical Engineering > 21101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Rezza Rezza
Date Deposited: 03 Dec 2018 08:49
Last Modified: 03 Dec 2018 08:49
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/59651

Actions (login required)

View Item View Item