Pengaruh pH tanah dan variasi cacat gores lapis lindung terhadap kebutuhan arus proteksi sistem impresses current cathodic protection (ICCP) pada baja AISI 1045

Ardiansyah, Faris Putra (2015) Pengaruh pH tanah dan variasi cacat gores lapis lindung terhadap kebutuhan arus proteksi sistem impresses current cathodic protection (ICCP) pada baja AISI 1045. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
2711100135-Undergraduate_Theses-Ok.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Baja semakin banyak digunakan dalam dunia industri terutama pada penggunaan untuk saluran air, saluran gas, maupun sebagai material konstruksi. Namun pada penggunaannya terdapat banyak masalah yang terjadi. Salah satu penyebab utama yang mengakibatkan kegagalan material yang dampaknya berimbas pada nilai ekonomis dan lingkungan ialah timbulnya korosi pada material tersebut. Korosi sendiri merupakan kerusakan atau degradasi pada suatu logam akibat terjadinya reaksi oksidasi antara satu logam dengan banyak zat yang ada dilingkungan sekelilingnya dan membentuk senyawa yang tidak diinginkan terbentuknya. Korosi tidak dapat dicegah namun masih dapat dikendalikan kelajuannya. Salah satu proses pengendalian korosi pada suatu material dapat menggunakan pelapisan/coating dan perlindungan katoda dengan memberikan arus paksa. Pada penelitian yang dilakukan kali ini akan mempelajari mengenai pengaruh dari variasi luas goresan lapis lindung dan pH tanah terhadap kebutuhan arus proteksi pada sistem proteksi katodik arus paksa (ICCP). Luas goresan yang diberikan berbentuk persegi panjang dan lingkaran dengan luasan masing-masing sebesar 10 mm2, 50 mm2, 100 mm2, 150 mm2, 250 mm2, dan 500 mm2. Sedangkan perbedaan pH pada tanah yang digunakan ialah pH 3, pH 7, dan pH 11. Kemudian juga terdapat spesimen tanpa goresan dan tanpa lapis lindung yang berguna sebagai pembanding. Pada instalasi sistem ICCP, baja AISI 1045 digunakan sebagai katoda dan grafit sebagai anodanya. Sistem menggunakan rectifier yang berguna untuk penyearah arus. Adapun arus proteksi pada ICCP diatur sedemikian rupa hingga nilai dari beda potensial dapat mencapai -850 mV terhadap elektroda referensi Cu/CuSO4. Pengukuran arus proteksi pada sistem ICCP dilakukan selama 7 hari dengan pengambilan data setiap harinya. Setelah didapatkan pengukuran dari nilai arus proteksi, didapatkan hasil bahwa nilai arus proteksi terbesar pada luas goresan berbentuk persegi panjang 500 mm2 dengan kondisi tanah yang asam (pH 3) yaitu sebesar 1,696 mA. Sedangkan nilai arus proteksi terkecil pada luas goresan berbentuk lingkaran 10 mm2 dengan kondisi tanah yang basa (pH 11) yaitu sebesar 0,014 mA. Pengaruh dari dua variabel tersebut dihitung menggunakan analisa statistik regresi berganda sehingga mendapatkan persamaan Y = 0,127 + 0,0024 X1 + 0,00031 X2. Dimana nilai X1 sebagai kondisi pH tanah, X2 sebagai luas cacat goresan, dan Y sebagai arus proteksinya. ============================================================================================ Steel is increasingly being used in industry, especially in the use of drains, gas lines, as well as construction materials. But in use there are many problems that occur. One of the main causes that lead to the failure of the materials impact on the economic and environmental value is the corrosion of the material. Corrosion itself is damage or degradation of the metal due to an oxidation reaction between the metal with many substances that exist in the environment around them and form undesirable compounds. Corrosion can not be prevented, but still can be controlled its speed. One of the corrosion control process in a material can be used a coating and cathodic protection by providing a forced flow. At this time the research conducted will learn about the effect of the scratch defect variation and the soil pH to the needs of current protection in the forced current cathodic protection system (ICCP). The variation of given scratch are rectangular and circular with each area of 10 mm2, 50 mm2, 100 mm2, 150 mm2, 250 mm2 and 500 mm2. While differences in soil pH used is pH 3, pH 7, and pH 11. Then there is also a specimen without scratche and without layers of protection that is useful as a comparison. In the ICCP system installation, AISI 1045 steel is used as the cathode and graphite as the anode. The system uses a rectifier that is useful for current rectifier. The flow of the ICCP protection is set such that the value of the potential difference can reach -850 mV against the reference electrode Cu / CuSO4. Measurement of the current protection on the ICCP system performed during the 7 days with daily data retrieval. Having obtained the measurement of the current value of protection, showed that the current value of the greatest protection in broad strokes, rectangular 500 mm2 with acidic soils (pH 3) that is equal to 1.696 mA. While the current value of the smallest protection in circular scratch 10 mm2 with alkaline soils (pH 11) that is equal to 0.014 mA. The influence of these two variables were calculated using multiple regression statistical analysis so as to get the equation Y = 0.127 + 0.0024 X1 + 0.00031 X2. Where the value of X1 as soil pH conditions, X2 as scratch defect variations, and Y as current protection.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSMt 620.112 23 Ard p
Uncontrolled Keywords: Arus Proteksi; Baja AISI 1045; ICCP; pH Tanah; Variasi Cacat Goresan
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General) > S593.2 Soil Structure
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA418.9 Composite materials
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Material & Metallurgical Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: - Taufiq Rahmanu
Date Deposited: 28 Nov 2018 02:20
Last Modified: 28 Nov 2018 02:20
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/60029

Actions (login required)

View Item View Item