Analisis Modulus Kekakuan Campuran Aspal Beton Dengan Penggunaan Agregat Buatan Berbahan Geopolimer

Baskara, Gusti Made Bagus (2019) Analisis Modulus Kekakuan Campuran Aspal Beton Dengan Penggunaan Agregat Buatan Berbahan Geopolimer. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
03111750060008-Master_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (5MB) | Preview

Abstract

Retak dan deformasi permanen adalah jenis kerusakan utama perkerasan. Mekanisme retak pada perkerasan jalan disebabkan adanya gaya tarik di bagian bawah lapisan perkerasan beraspal akibat beban roda kendaraan. Beban tarik inilah yang menyebabkan retak menjalar kepermukaan. Modulus kekakuan adalah hubungan tegangan dan regangan yang menunjukkan kekakuan dari suatu bahan. Modulus kekakuan merupakan faktor yang sangat penting yang akan mempengaruhi kinerja perkerasan. Jika nilai modulus menurun maka akan menyebabkan perkerasan mudah retak saat menerima beban yang berat. Campuran perkerasan terdiri atas agregat kasar, agregat halus, filler dan menggunakan aspal sebagai bahan pegikat. Seiring perkembangan insfrastruktur di Indonesia yang terus meningkat, penggunaan agregat alami pun semakin banyak, sehingga hal ini akan menyebabkan ketersedian bahan baku agregat alami semakin menipis. Pemanfaatan geopolimer salah satunya dapat dijadikan sebagai agregat buatan untuk mengganti agregat alami. Pada penelitian sebelumnya, geopolimer berbahan fly ash dijadikan sebagai agregat buatan yang mampu memperbaiki kualitas aspal dan kinerja dari campuran perkerasan. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa pengujian yaitu pengujian Marshall yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari campuran aspal beton dengan penggunaan agregat buatan berbahan geopolimer dengan menggunakan gradasi rapat yang mengacu pada peraturan spesifikasi (FAA) Federal Aviation Administration dan gradasi terbuka sesuai spesifikasi (BBA) Béton Bitumineux Aéronautiques, serta meninjau modulus kekakuan campuran perkerasan gradasi terbuka. Pengujian dilakukan pada dua kondisi yaitu pengujian pada kondisi kering dengan suhu 20°C dan pengujian pada variasi lama perendaman selama 30 menit pada suhu 60°C dan 1 hari pada suhu 20°C. Hasil yang didapatkan dengan menggunakan metode ITSM (Indirect Tensile Stiffness Modulus) dengan alat Dynapave UTM30 yang dilakukan di Laboratorium Perhubungan dan Bahan Konstruksi Jalan Universitas Udayana adalah nilai modulus kekakuan campuran perkerasan dengan gradasi BBA (Béton Bitumineux Aéronautiques) sebesar 3223 Mpa dan nilai modulus kekakuan campuran perkerasan yang telah direndam selama 1 hari sebesar 3152,33 Mpa, sedangkan untuk nilai modulus kekakuan campuran perkerasan yang dilakukan pengujian pada suhu 60°C sebesar 129 Mpa. =================================================================================================== Cracks and permanent deformation are the main types of pavement damage. The mechanism of cracking on road pavement is due to the attraction at the bottom of the paved pavement layer due to the wheel load of the vehicle. This pull load causes cracks to spread to the surface. Stiffness modulus is the relationship of stress and strain which shows the stiffness of a material. Stiffness modulus is a very important factor that will affect the performance of the pavement. If the modulus decreases it will cause the pavement to crack easily when receiving heavy loads. The pavement mixture consists of coarse aggregates, fine aggregates, fillers and uses asphalt as a bonding material. As the development of infrastructure in Indonesia continues to improve, the use of natural aggregates is increasing, so that this will cause the availability of natural aggregates to dwindle. One of the uses of geopolymers can be used as artificial aggregates to replace natural aggregates. In the previous study, geopolymers made from fly ash were made as artificial aggregates capable of improving the quality of asphalt and the performance of the pavement mixture. This research was carried out in several tests including Marshall testing which aims to determine the characteristics of concrete asphalt mixture with the use of artificial aggregates made from geopolymers by using a gradation that refers to the Federal Aviation Administration (FAA) regulations and open gradations according to specifications (BBA) Beton Bitumineux Aéronautiques, and reviewing the stiffness modulus of open graded concrete asphalt mixture. Tests carried out on two conditions, namely testing in dry conditions with a temperature of 20 ° C and testing on variations in immersion time for 30 minutes at 60°C and 1 day at 20°C. The results obtained using the ITSM (Indirect Tensile Stiffness Modulus) method with the UTM30 Dynapave tool conducted at the Udayana University Transportation and Road Construction Materials Laboratory are pavement stiffness modulus values with BBA (Béton Bitumineux Aéronautiques) gradations of 3223 Mpa and mixed stiffness modulus values the pavement which has been soaked for 1 day is 3152.33 MPa, while for the stiffness modulus value of the pavement mixture which is tested at 60 ° C is 129 Mpa.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTS 625.85 Bas a-1 3100019080488
Uncontrolled Keywords: agregat buatan, fly ash, geopolimer, modulus kekakuan, perkerasan landas pacu.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA441 Aggregates
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA443.A7 Asphalt
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements > TE175 Road and highway design
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis
Depositing User: BASKARA GUSTI MADE BAGUS
Date Deposited: 07 May 2020 01:56
Last Modified: 07 May 2020 01:56
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/61480

Actions (login required)

View Item View Item