Pembuatan karbon aktif dari limbah tempurung siwalan (Borassus flabellifer L.) dengan menggunakan aktivator seng klorida (ZnCl2) dan natrium karbonat (Na2CO3)

Anggraeni, Ika Silvia and Yuliana, Linda Eka (2015) Pembuatan karbon aktif dari limbah tempurung siwalan (Borassus flabellifer L.) dengan menggunakan aktivator seng klorida (ZnCl2) dan natrium karbonat (Na2CO3). Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
undergraduated thesis.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Limbah tempurung siwalan merupakan bahan sisa yang belum dimanfaatkan secara optimal. Di masyarakat tempurung siwalan hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar atau kayu bakar. Padahal kandungan selulosa pada tempurung siwalan dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif untuk menyerap logam-logam berat. Untuk memanfaatkan limbah tersebut, maka dalam percobaan ini tempurung siwalan diolah menjadi karbon aktif. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk membuat karbon aktif dari limbah tempurung siwalan yang sesuai dengan SNI 06-3730-1995 dan mengetahui pengaruh konsentrasi aktivator ZnCl2 dan Na2CO3 terhadap hasil uji analisa proximate dan iodine number pada daya serap karbon aktif dari tempurung siwalan. Dalam percobaan ini pembuatan karbon aktif dilakukan melalui 3 proses yaitu proses karbonisasi, aktivasi, dan dehidrasi. Tempurung siwalan dikarbonisasi kedalam furnace pada temperature 300oC selama 1 jam, kemudian menghancurkan arang tempurung dengan ayakan lolos 6,3 mm. Selanjutnya, dilakukan aktivasi kimia dengan ZnCl2 dan Na2CO3 pada konsentrasi 5%, 10%,15%, 20%, 25% dan 30 % selama 24 jam. Setelah itu, dilakukan pengujian terhadap sampel karbon aktif yang meliputi; uji analisa proximate dan uji bilangan iodine. Pada percobaan ini karbon aktif tempurung siwalan yang memenuhi SNI 06-3730-1995 adalah tempurung siwalan yang diaktivasi dengan ZnCl2 15 %, 20 %, 25 %, dan 30 % sedangkan untuk aktivator Na2CO3 yang memenuhi pada konsentrasi 20 %, 25 %, dan 30 %. Semakin meningkatnya konsentrasi aktivator dari 5 % hingga 30 % pada aktivator ZnCl2 dan Na2CO3, maka penurunan terjadi pada nilai kadar air sebesar 3,2370% dan 2,8504%, kadar abu sebesar 6,7354% dan 1,9756%, dan kadar zat menguap sebesar 3,2040% dan 0,5326%. Sedangkan terjadi peningkatan pada kadar karbon terikat sebesar 0,4721% dan 0,1215%, serta bilangan iodin sebesar 7,8864% dan 7,1268%. Penambahan konsentrasi Na2CO3 20 % diperoleh daya serap terhadap iodin sebesar 758,1 mg/g. Hal ini, lebih ekonomis daripada penambahan aktivator ZnCl2 15 %. ====================================================================================================== The waste of siwalan shell is remain material which is not used optimally. In public, siwalan shell is only used as fuel or firewood. Actually, the cellulose content in siwalan shell can be used as raw material of activated carbon production for adsorption heavy metals. To utilize this waste, so in this siwalan shell trial is processed to be activated carbon. The purpose from this trial is to make activated carbon from siwalan shell whose fit with SNI 06-3730-1995 and to determine the influence of concentration on activator ZnCl2 and Na2CO3 at proximate analize test result and iodine number for adsorption of activated carbon from siwalan shell. At this trial production of activated carbon is done through three processes, they called the process of carbonization, activation, and dehydration. Siwalan shell is carbonated in furnace at temperatures of 300oC for 1 hour, and then to shatter shell charcoal with a sieve 6,3 mm. Furthermore, it is done chemical activation with ZnCl2 and Na2CO3 at concentration 5%, 10%, 15%, 20%, 25% and 30% for 24 hours. After that, it is done a test to activated carbon sample. There are proximate analysis test and iodine numbers test. On this trial, the activated carbon of siwalan shell whose passed SNI 06-3730-1995 is siwalan shell that is activated with ZnCl2 15%, 20%, 25%, and 30%, while for activator Na2CO3 whose is passed concentration activator 20%, 25%, and 30 %. The more increase activator consentration from 5% to 30% at activator ZnCl2 and Na2CO3, so the decrease occurred in the value of moisture content by 3,2370% and 2,8504%, ash content by 6,7354% and 1,9756%, and volatile matter content by 3,2040% and 0,5326%. Even it happens, the increasing on fixed carbon content by 0,4721% and 0,1215%, and iodine number by 7,8864% and 7,1268%. The addition concentration Na2CO3 20% is obtained adsorption to iodine by 758,1 mg/g. This case shows that it is more economical than adding activator ZnCl2 15%.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: RSK 662.93 Ang p
Uncontrolled Keywords: limbah tempurung siwalan, karbon aktif, karbonisasi, aktivasi, bilangan iodine
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA455 Carbon. Nanotubes.
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD646 Sewage--Purification
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > 24401-(D3) Diploma 3
Depositing User: - Taufiq Rahmanu
Date Deposited: 23 Apr 2019 01:53
Last Modified: 23 Apr 2019 01:53
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/62789

Actions (login required)

View Item View Item