Studi Eksperimen Karakteristik Getaran Dan Energi Bangkitan Hydraulic Electro Mechanic Shock Absorber Doubel Port Dengan Rasio Cylinder 40 : 30 Akibat Variasi Pembebanan Listrik

Putranto, Adityo (2014) Studi Eksperimen Karakteristik Getaran Dan Energi Bangkitan Hydraulic Electro Mechanic Shock Absorber Doubel Port Dengan Rasio Cylinder 40 : 30 Akibat Variasi Pembebanan Listrik. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
2111106012-paper-.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text
2111106012-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (4MB)
[img] Text
2111106012-presentation.pdf - Presentation

Download (3MB)

Abstract

Peningkatan trendline kendaraan khususnya roda empat yang menggunakan bahan bakar fosil berbanding terbalik dengan ketersediaan bahan bakar fosil yang ada di indonesia, selain itu menurut penelitian Center for Energy, Transportation, and the Environment (CETE), kendaraan bermotor hanya menyalurkan 16% dari tenaga bahan bakar yang digunakan. Sisanya sebesar 65% terbuang sebagai panas dan getaran. Salah satu cara meningkatkan efisiensi adalah dengan memanfaatkan energi yang terbuang dan mengubahnya menjadi energi listrik yang bermanfaat melalui konsep Regenerative Shock Absorber(RSA). Pada penelitian ini, dilakukan studi eksperimen karakteristik getaran dan energi bangkitan hydraulic electro mechanic shock absorber double port dengan rasio diameter cylinder 40mm:30mm akibat variasi pembebanan listrik. Pengujian dilakukan secara statis dan dinamis akibat pembebanan listrik. Pengujian secara statis bertujuan untuk mengetahui nilai gaya redaman total serta distribusi nilai gaya redaman viscose damping, friction damping, dan electrical damping akibat variasi pembebanan listrik.Sedangkan pengujian dinamis dilakukan untuk mengetahui analisa daya viii bangkitan dan respon masa terhadap variasi pembebanan listrik. Pengukuran dan perhitungan dilakukan dengan menggunakan quarter car suspension test rig yang akan diukur dengan menggunakan stopwatch, ossiloscope, dan accelerometer. Mekanisme yang digunakan adalah memasang Hydraulic Electro Mechanic Shock Absorber (HEMSA) ini pada alat tersebut kemudian diberikan beban listrik yang bervariasi. Dari penelitian ini didapatkan nilai konstanta redamanHEMSA tanpa pembebanan sebesar 58264,4 Ns/m, sedangkan nilai konstanta redaman HEMSA pembebanan 83, 125, dan 250 Ohm berturut-turut sebesar 8146,75 Ns/m, 7586,4 Ns/m, dan 6428,7 Ns/m. 8. Nilai effisiensi HEMSA pada frekuensi 1,4Hz pada pembebanan 83, 125, dan 25 Ohm berturut-turut adalah 1,88%, 2,23%, dan 1,94%. Kemudian pada frekuensi 1,7Hz pada pembebanan 83, 125, dan 25 Ohm berturut-turut adalah 2,74%, 2,23%, dan 2,14%. Selanjutnya pada frekuensi 2,2Hz pada pembebanan 83, 125, dan 25 Ohm berturut-turut adalah 3,39%, 2,91%, dan 2,57%. ========== Increased trendline four-wheeled vehicles, especially the use of fossil fuels is inversely proportional to the availability of fossil fuels that exist in Indonesia, according to the study in addition to the Center for Energy, Transportation, and the Environment (Cete), vehicles only distribute 16% of the fuel energy were used. The remaining 65% is wasted as heat and vibration. One way to improve efficiency is to utilize the wasted energy and converting it into useful electrical energy through the concept of Regenerative Shock Absorber (RSA). In this research, carried experimental study of vibration characteristics and energy recovery hydraulic electro mechanic shock absorber double port diameter cylinder ratio 40mm:30mm with electrical load variation. Tests performed static and dynamic load with electrical variation. Static testing aims to determine the value of the total damping force and damping force value distribution of viscose damping, friction damping, and the electrical damping with electrical load variation. While dynamic testing was conducted to determine the power generation and analysis of the mass response to variations in the electrical load. Measurements and calculations performed by using the quarter car suspension test rig that will be measured using a stopwatch, ossiloscope, and accelerometer. The mechanism used is to install Electro x Mechanic Hydraulic Shock Absorber (HEMSA) is on the tool then given varying electrical load. From this study, the damping constant value without the load of 58264.4 HEMSA Ns/m, while the value of the damping constant loading HEMSA 83, 125, and 250 Ohm, respectively for 8146.75 Ns/m, 7586.4 Ns/m, and 6428.7 Ns/m. HEMSA’s efficiency at the loading frequency 1,4Hz 83, 125, and 25 Ohm are respectively 1.88%, 2.23%, and 1.94%. Then the frequency of the loading 1,7Hz 83, 125, and 25 Ohm are respectively 2.74%, 2.23%, and 2.14%. Furthermore, the frequency of loading 2,2Hz at 83, 125, and 25 Ohm are respectively 3.39%, 2.91%, and 2.57%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSM 629.243 Put s
Uncontrolled Keywords: Regenerative shock absorber, Hydraulic, gaya redaman, HEMSA, beban listrik, Regenerative shock absorber, Hydraulic, damping force, HEMSA, electrical load
Subjects: T Technology > TL Motor vehicles. Aeronautics. Astronautics > TL257.5 Automobiles--Shock absorbers--Design and construction.
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Mechanical Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: - Davi Wah
Date Deposited: 17 Jun 2019 07:18
Last Modified: 17 Jun 2019 07:18
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/63113

Actions (login required)

View Item View Item