Analisis Kecenderungan Program Pelayanan Kesehatan Bayi Dan Anak Di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur Dengan Menggunakan Metode Biplot

Maghfiroh, Fitria Nur (2014) Analisis Kecenderungan Program Pelayanan Kesehatan Bayi Dan Anak Di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur Dengan Menggunakan Metode Biplot. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
1313105028-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Salah satu penyakit menular yang menjadi ancaman bagi balita adalah pneumonia. Kabupaten/kota yang memiliki kasus pneumonia balita tinggi adalah Kota Surabaya. Untuk menanggulangi kasus pneumonia balita, maka perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya serta perlu mendeteksi keberadaan kantong-kantong kasus pneumonia balita. Dalam penelitian dilakukan pemodelan jumlah kasus pneumonia balita dengan Geographically Weighted Poisson Regression (GWPR) dan mendeteksi kecamatan mana saja yang menjadi kantong kasus pneumonia balita di Kota Surabaya dengan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic. Hasil pemodelan GWPR diperoleh bahwa dari variabel persentase balita gizi buruk, balita mendapat vitamin A dua kali, cakupan pelayanan, kepadatan penduduk, PHBS, rumah sehat dan rumah tangga miskin menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh di tiap kecamatan berbeda-beda, berdasarkan kesamaan variabel yang berpengaruh didapatkan 11 kelompok. Untuk Hasil deteksi kantong pneumonia balita menggunakan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic didapatkan empat kantong yang menunjukkan bahwa kecamatan yang berada dalam kantong memiliki resiko tinggi ditemukannya jumlah kasus pneumonia balita dibandingkan di luar kantong, diantaranya kantong 1 terdiri atas Kecamatan Benowo yang memiliki nilai resiko sebesar 2,32. Kantong 2 terdiri atas Kecamatan Tenggilis Mejoyo yang memiliki nilai resiko sebesar 1,80. Sedangkan kantong 3 terdiri atas Kecamatan Sukomanunggal, Genteng, Bubutan, Simokerto, Pabean Cantikan, Kenjeran, Tambaksari dan Sawahan yang memiliki nilai resiko sebesar 1,74 dan kantong 4 terdiri atas Kecamatan Gayungan yang memiliki resiko sebesar 1,73. ============ One of diseases be a threat to children is pneumonia. One of districts with high infant pneumonia cases is city of Surabaya. To overcome pneumonia cases, it is necessary to know the factors that influence it and need to detect the presence of hotspots pneumonia cases. In a study conducted modeling number of cases of pneumonia with Geographically Weighted Poisson Regression (GWPR) and detect any districts where there is a case of pneumonia in the city of Surabaya with Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic modeling results showed that the variables that affect the number of pneumonia cases in each district is different, based on the similarity of the influential variables in each district obtained the grouping as many as 11 groups. Hotspot detection using Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic obtained four hotspots that show that district located in the hotspot has a relatively high risk of finding the number of pneumonia cases than outside hotspot, hotspot 1 consists of Benowo which has a relative risk of 2,32. Hotspot 2 consists of Tenggilis Mejoyo which has a relative risk of 1,80. While hotspot 3 consists of Sukomanunggal , Genteng, Bubutan, Simokerto, Pabean Cantikan, Kenjeran, Tambaksari and Sawahan which has a relative risk of 1,74 and a hotspot 4 consists of Gayungan have a relative risk of 1,73.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSSt 519.535 4 Mag a
Uncontrolled Keywords: Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic, GWPR, Pneumonia Balita, Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic, GWPR, Pneumonia Children
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA278.5 Principal components analysis. Factor analysis.
Divisions: Faculty of Mathematics and Science > Mathematics > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: - Davi Wah
Date Deposited: 08 Jul 2019 05:47
Last Modified: 08 Jul 2019 05:47
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/63553

Actions (login required)

View Item View Item