Analisa perubahan karakteristik fisik, mekanik dan dinamik terhadap siklus pengeringan pembasahan pada tanah asli dan tanah yang stabilisasi menggunakan kapur dan fly ash di desa Sumber Aji kota Batu -Malang

Andini, Mutiara and Yunanda, Raisa (2014) Analisa perubahan karakteristik fisik, mekanik dan dinamik terhadap siklus pengeringan pembasahan pada tanah asli dan tanah yang stabilisasi menggunakan kapur dan fly ash di desa Sumber Aji kota Batu -Malang. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3112105039-3112105040-Undergraduate_Thesis.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Negara Indonesia adalah negara yang terletak digaris khatulistiwa sehingga Negara Indonesia dipengaruhi oleh dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Hal ini mengakibatkan secara alami tanah mengalami siklus pengeringan pembasahan berulang sehingga mempengaruhi karakteristik tanah, baik sifat fisik, sifat mekanik maupun sifat dinamik yang terjadi karena adanya perubahan volume tanah yang disebabkan perubahan kadar air. Siklus ini juga terjadi pada tanah yang berada di lereng Desa Sumber Aji Kota Batu – Malang. Akibat adanya siklus pengeringan dan pembasahan yang berulang tersebut kekuatan tanah yang berada di lereng Desa Sumber Aji Kota Batu – Malang mengalami penurunan sehingga perlu dilakukan stabilisasi tanah. Cara peningkatan kekuatan tanah tersebut dilakukan secara kimiawi di laboratorium, dimana pada penelitian ini bahan stabilisasi yang digunakan adalah kapur dan fly ash. Adapun penelitian sifat fisik pada tanah meliputi kadar air (Wc), angka pori (e), derajat kejenuhan (Sr), specific gravity (Gs), kepadatan kering (Ɣd), berat volume tanah (Ɣt), batas atterberg (LL, PL, PI), beserta analisa saringan dan hydrometer. Sifat mekanik meliputi kohesi (c) dan tegangan air pori negatif (-Uw). Sifat dinamik meliputi modulus geser maksimum (Gmax) dengan pengujian elemen bender. Penelitian ini mengutamakan pengaruh siklus pengeringan pembasahan menggunakan dua siklus dengan persentase penambahan dan pengurangan air per 10%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tanah yang distabilisasi dengan 5% fly ash memberikan pengaruh lebih baik terhadap perkuatan tanah. Hal ini ditunjukkan pada nilai yang didapat dari masing-masing tanah natural, tanah natural + 4% kapur dan tanah natural + 5% fly ash pada kondisi yang sama (contoh titik initial wetting 1x) berikut ini; kepadatan kering tanah (Ɣd) meningkat dari 1.033 gr/cm2, 1.073 gr/cm2 dan 1.076 gr/cm2, derajat kejenuhan (Sr) menurun dari 68.433%, 63.987% dan 65.007%, angka pori (e) menurun dari 1.445, 1.363 dan 1.298, kohesi (c) meningkat dari 0.191 kg/cm2, 1.116 kg/cm2 dan 1.201 kg/cm2, tegangan air pori negative (-Uw) meningkat dari 238.033 kPa, 387.502 kPa dan 313.941 kPa, modulus geser maksimum (Gmax) meningkat dari 92.998 kPa, 297.472 kPa dan 455.837 kPa. ================================================================================================ Indonesia is a country that is underlined equator so that the Indonesian state is influenced by two seasons: the rainy season and dry season. This resulted in soil naturally suffered repeated cycles of wetting drying thereby affecting soil characteristics, good physical properties, mechanical properties and dynamic properties that occur due to changes in volume due to changes in soil water content. This cycle also occurs in the soil on the slopes of Sumber Aji village Kota Batu - Malang. Due to the drying and wetting cycles are repeated soil strength on the slopes of Sumber Aji village Kota Batu - Malang decreased soil stabilization so that needs to be done. By increasing the strength of the soil chemically induced in the laboratory, which is in this study used lime and fly ash as stabilization material. The study on soil physical properties include water content (Wc), void ratio (e), the degree of saturation (Sr), specific gravity (Gs), dry density (Ɣd), heavy soil volume (Ɣt), Atterberg limits (LL, PL , PI), with sieving analize and hydrometer. Mechanical properties include cohesion (c) and pore water pressure is negative (-Uw). Dynamic properties include the maximum shear modulus (Gmax) with bender element testing. The priority of this research is to influence the drying wetting cycles using two cycles of addition and subtraction with the percentage of water by 10%. The results also showed that the soil stabilized with 5% fly ash gives a better effect against soil reinforcement. This is shown in the value obtained from each natural soil, natural soil + 4% lime and natural soil + 5% fly ash under the same conditions (eg initial point of wetting 1x) below; dry density of soil (Ɣd) gr/cm2 increased from 1,033, 1,073 and 1,076 gr/cm2 gr/cm2, degree of saturation (Sr) decreased from 68 433% 65 007% 63 987% and, void ratio (e) decreased from 1,445, 1,363 and 1,298, cohesion (c) increased from 0.191 kg/cm2, 1,116 kg/cm2 and 1201 kg/cm2, the negative pore water pressure (-Uw) increased from 238 033 kPa, kPa 387 502 and 313 941 kPa, the maximum shear modulus (Gmax) increases from 92 998 kPa, 297 472 kPa and 455 837 kPa.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSS 624.151 36 And a
Uncontrolled Keywords: Siklus pengeringan pembasahan; sifat fisik; sifat mekanik; sifat dinamik; stabilisasi; stabilisator; natural; kapur dan fly ash
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA455.S6 Soil (Materials of engineering and construction)
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: - Taufiq Rahmanu
Date Deposited: 15 Jul 2019 03:51
Last Modified: 15 Jul 2019 03:51
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/63998

Actions (login required)

View Item View Item