Aplikasi Six Sigma Pada Perusahaan Pengolahan Tembakau Di Industri Green Leaf Threshing

Adriyanti, Dian Wahyu (2019) Aplikasi Six Sigma Pada Perusahaan Pengolahan Tembakau Di Industri Green Leaf Threshing. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 09211750014023-Master_Thesis.pdf]
Preview
Text
09211750014023-Master_Thesis.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pabrik Green Leaf Threshing (GLT) adalah perusahaan hulu dari industri tembakau. Pemrosesan utama GLT adalah memisahkan lamina dari batangnya serta mengatur kadar air dalam tembakau pada tingkat yang aman untuk proses penyimpanan. Salah satu masalah di pabrik GLT adalah tingginya frekuensi refeed pada produk yang tidak sesuai spesifikasi. Frekuensi refeed yang tinggi mengakibatkan peningkatkan biaya produksi dan menghilangkan kepercayaan pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi frekuensi refeed. Six Sigma adalah metodologi yang dapat digunakan secara luas di perusahaan manufaktur dan layanan untuk peningkatan kualitas berkelanjutan. Kerangka kerja Six sigma DMAI digunakan untuk mencari tahu masalah dan solusinya. Akar penyebab refeed ditentukan menggunakan diagram tulang ikan dan 5 Whys tools. Peringkat untuk perbaikan ditentukan dari RPN menggunakan Analisis FMEA. Penilaian tingkat saverity, occurance dan detection diberikan oleh tenaga kerja ahli yang memiliki pengalaman dan pengetahuan kerja di pabrik GLT. Usulan program perbaikan terdiri atas investasi alat, perbaikan alat dan training tenaga kerja. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa cacat karena persentase moisture yang tidak sesuai adalah penyebab tertinggi dari refeed. Hasil dari perbaikkan menunjukkan penurunan DPMO dari 13.220 menjadi 6.832 dan tingkat sigma meningkat dari 3,72 menjadi 3,97. Peningkatan nilai sigma memberikan keuntungan sebesar Rp.20.530.760
=================================================================================================================================
Green Leaf Threshing (GLT) plant is an upstream company from the tobacco industries. The GLT main processing is separate the lamina from the stem and also dry out the tobacco into safe storage moisture content. One of the problems in the GLT factory is the high frequency of refeed / rework / reprocess on defective products. High refeed frequency increases production costs and eliminates customer trust. The aim of this study is to reduce refeed frequency. Six Sigma is a methodology that can be used widely in manufacturing companies and services for continuous quality improvement. The Six sigma DMAI framework is used to find out the problems and solutions. The root cause of refeed are determined using fish bone diagrams and 5 Whys tool. The ranks for improvemnt are determined from the RPN using FMEA Analysis. Assessment of saverity, occurance and detection level is given by expert’s workers who have experience and knowledge of work at the GLT plant. The suggested program for improvement are instrument investasion, instrument modificatio and worker training. The results of identification indicate that defects due to incompatible moisture content are the highest cause of refeed. The results of the improvement indicate a DPMO decrease from 13,220 to 6.823. The sigma level increase from 3.72 to 3,97. Increasing sigma value provides benefit of Rp. 20.530.760.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTMT 658.562 Adr a-1
Uncontrolled Keywords: GLT Tobacco, Moisture Content, Six Sigma, FMEA
Subjects: T Technology > TS Manufactures > TS156 Quality Control. QFD. Taguchi methods (Quality control)
Divisions: Faculty of Business and Management Technology > Management Technology > 61101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Dian Wahyu Adriyanti
Date Deposited: 26 Mar 2025 01:32
Last Modified: 26 Mar 2025 01:32
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/64665

Actions (login required)

View Item View Item