Latifa, Annisa' Kunny (2019) Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Laut dan Pesisir Madura Berdasarkan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) (Studi Kasus: Pesisir Selatan Kabupaten Sampang). Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
03311540000016-Undergraduate_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Dalam pengarahan pemanfaatan potensi suatu ruang atau wilayah, terdapat struktur perencanaan yang memuat perencanaan yang bersifat spasial (keruangan) yaitu Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP-3-K). Sementara, untuk perencanaan di wilayah darat yang mencakup wilayah administrasi dalam satu Kabupaten atau Kota, digunakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Berdasarkan Jumlah dan Proporsi Produksi Perikanan Tangkap di Laut Provinsi Jawa Timur Tahun 2010 per Kabupaten/Kota Pesisir, Kabupaten Sampang menduduki peringkat 9 tertinggi di Jawa Timur, yaitu sebanyak 12350,1 ton. Sumber daya non hayati yang juga berpotensi untuk berkembang di perairan Provinsi Jawa Timur adalah pasir besi, mineral energi, jasa penyebarangan, energi alternatif, area penangkapan ikan, industri perkapalan dan perikanan, penggaraman, pariwisata. Dengan potensi yang besar, tidak menutup kemungkinan adanya konflik perairan di wilayah pesisir Kabupaten Sampang. Permasalahan yang teridentifikasi yaitu kebutuhan lahan, overlapping wilayah pemanfaatan, ancaman pencemaran dan degradasi lingkungan dan zonasi pemanfaatan. Tumpang tindih atau overlapping wilayah pemanfaatan terjadi di daerah daratan di sekitar pesisir dan pantai maupun di wilayah perairannya. Kondisi tersebut berkaitan dengan kepentingan ekonomi sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan lahan. Hal ini menyebabkan tumpang tindih pemanfaatan di daerah pesisir dan perairan. Dengan adanya tumpang tindih pemanfaatan, dibutuhkan perhitungan dan analisis kesesuaian kondisi eksisting dengan rencana. Penelitian ini dilaksanakan untuk membuat peta kesesuaian pemanfaatan pesisir dan ruang laut Kabupaten Sampang dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini dilakukan dengan metode interpretasi pada citra, dengan cara digitasi on screen, serta pengukuran di lapangan, yaitu dengan ground truth dan wawancara. Data yang digunakan adalah hasil digitasi citra Pleiades terkoreksi untuk analisis pesisir, dan data eksisting pemanfaatan ruang laut. Hasil dari penelitian ini adalah kesesuaian pesisir dan ruang laut di selatan Kabupaten Sampang. Dari analisis yang dilakukan, kelas tutupan lahan pesisir yang sesuai dengan RTRW adalah sebesar 77%. Sementara untuk pemanfaatan ruang laut yang sesuai dengan RZWP-3-K adalah sebesar 57%.
==================================================================================================================================
In the utilization of the potential of a space or region, the planning structure contains spatial planning, named the Coastal Area and Small Islands Zoning Plans (RZWP-3-K). Meanwhile, for planning structure in land areas covering administrative areas in one regency or city, a Regional Spatial Planning (RTRW) is used. Based on the number and proportion of production of fishing in East Java Province in 2010 per Coastal District / City, Sampang Regency was ranked the 9th highest in East Java, which was 12350,1 tons. Non-biological resources that also have the potential to develop in the waters of East Java Province are iron sand, energy minerals, distribution services, alternative energy, fishing areas, shipping and fisheries industries, salting, and tourism. With a great potential, it is possible to cause water conflicts in the coastal areas of Sampang Regency. Problems identified are land requirements, overlapping of utilization areas, threats of pollution and environmental degradation and utilization zoning. Overlapping of utilization areas occurs in land areas around the coast and in its waters. These conditions are related to economic interests, that could affect the availability of land. This causes overlapping utilization in coastal areas and waters. With the overlapping utilization, it is necessary to calculate and analyze the suitability of existing conditions with the plan. This research was conducted to make a suitability map of coastal and marine space utilization in Sampang Regency by using a Geographic Information System (GIS). The method used is interpretation of the image, by digitizing on screen, as well as measurements in the field, namely with ground truth and interviews. The data used in this research are the results of digitizing the corrected Pleiades image for coastal analysis, and existing data on the use of marine space. The results of this study are the suitability of the coast and marine space in the south of Sampang Regency. From the analysis, the coastal land cover class in accordance with the RTRW is 77%. While for the utilization of marine space in accordance with the RZWP-3-K is 57%.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Eksisting, Kesesuaian, Pesisir, Ruang Laut, RTRW, RZWP-3-K |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.212 ArcGIS. Geographic information systems. G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.217 Geospatial data |
| Divisions: | Faculty of Civil, Environmental, and Geo Engineering > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Theses |
| Depositing User: | Annisa' Kunny Latifa |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 06:09 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 06:09 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/64996 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
