Pemanfaatan Umbi Porang (Amorphophillus Onchophillus) Sebagai Pembuatan Cangkang Kapsul Obat Diabetes

Aziz, Wirawan and Ifaroh, Nur (2019) Pemanfaatan Umbi Porang (Amorphophillus Onchophillus) Sebagai Pembuatan Cangkang Kapsul Obat Diabetes. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopmeber.

[thumbnail of 10411600000052_10411600000086-Non_Degree.pdf] Text
10411600000052_10411600000086-Non_Degree.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Glukomanan mempunyai beberapa sifat yang istimewa diantaranya adalah serat yang dapat membentuk larutan yang kental dalam air, dapat mengembang dengan daya mengembang yang besar, rendah kalori, dapat membentuk gel. Glukomanan tergolong sebagai senyawa polisakarida yang tinggi kandungan. serat pangan larut air Salah satu alternatif untuk mengganti gelatin babi dalam pembuatan cangkang kapsul adalah gelatin yang terbuat dari glukomanan. Gelatin dari glukomanan dapat diaplikasikan dalam bidang industri pangan dan pharmasi selain karena sifat glukomannan yang mudah membentuk gel, glukomanan juga mampu mengurangi penyerapan karbohidrat dalam darah yang dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah sehingga dapat digunakan sebagai pembuatan cangkang kapsul obat diabetes. Proses pembuatan cangkang kapsul dari glukomanan terdiri dari 4 tahap. Tahap pertama merupakan tahap pembuatan tepung porang untuk memudahkan proses pada tahap selanjutnya, serta meningkatkan kandungan glukomanan pada tepung porang diawali dengan mengiris umbi, kemudian di rendam dalam larutan NaCl, lalu di keringkan dengan sinar matahari dan oven .Tahap kedua yaitu analisa tepung porang untuk menguji kelayakan tepung porang yang digunakan. Tahap ketiga yaitu tahap pemisahan glukomanan dari tepung porang. Tahap ini bertujuan untuk memisahkan glukomanan dari komponen yang lain karena hydrogel untuk obat diperlukan kemurnian glukomanan yang tinggi. Tahap ini diawali dengan merendam tepung porang kedalam larutan Al2SO4, kemudian memisahkan endapan untuk melakukan ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol selama 1 jam dengan kondisi pengadukan tetap. Kemudian mendiamkan larutan hingga terbentuk endapan, endapan yang terbentuk dicuci dengan etanol lalu melakukan proses sentrifugasi. Kemudian memisahkan endapan, dan mengeringkan endapan glukomanan yang diperoleh.Tahap keempat yaitu tahap analisa tepung glukomanan untuk menguji kelayakan tepung glukomanan. Tahap kelima yaitu pembuatan cangkang kapsul dengan mencampurkan larutan glukomanan dengan penambahan gliserol 10% dan penambahan kitosan sesuai variabel penelitian. Kemudian mencetak film cangkang kapsul dan dikeringkan dalam oven selama 2-3 hari. Tahap keenam yaitu analisa kelayakan cangkang kapsul. Hasil penambahan kitosan paling optimum yaitu pada variabel 1,5% (b/v). Penambahan konsentrasi kitosan juga mempengaruhi hasil analisa kadar air. Kadar air minimum dan maksimum masing-masing diperoleh pada variabel percobaan percobaan glukomanan 1% (b/v) dengan penambahan kitosan yaitu 0% (b/v) dan percobaan percobaan glukomanan 2% (b/v) dengan penambahan kitosan yaitu 2% (b/v)yaitu sebesar 12,4% dan 16,2%. Kadar ini lebih rendah jika dibandingkan dengan gelatin. Kelarutan dalam air minimum dan maksimum diperoleh pada variabel percobaan percobaan glukomanan 1% (b/v) dengan penambahan kitosan yaitu 0% (b/v) dan percobaan percobaan glukomanan 2% (b/v) yaitu sebesar 720 detik dan 981 detik.Kelarutan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan gelatin. Kelarutan dalam asam minimum dan maksimum diperoleh pada variabel percobaan percobaan glukomanan 1% (b/v) dengan penambahan kitosan yaitu 0% (b/v) dan pada variabel percobaan percobaan glukomanan 2% (b/v) yaitu sebesar 102 detik dan 261 detik. Kelarutan dalam asam ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan gelatin.Pada variabel percobaan glukomanan 2% (b/v) tanpa penambahan kitosan dan glukomanan 1% (b/v) dengan penambahan kitosan 0,5% (b/v); 1%(b/v) ; 1,5% (b/v); 2% (b/v) dan tanpa penambahan kitosan memenuhi standar baku mutu Farmakope Indonesia.
===================================================================================================================================
Glucomannan has a number of special properties which are fibers that can form a viscous solution in water, can be inflated with a large fluffy, low in calories, it can form a gel. Glucomannan polysaccharide compound is considered a high content. water-soluble food fiber one alternative to replace pork gelatin capsule shell is in the manufacture of gelatin made of glucomannan. Gelatine of glucomannan can be applied in the field of food industry and pharmasi in addition to glukomannan because of the easy shaping gel, glucomannan is also able to reduce the absorption of carbohydrates in the blood which can lower glucose levels in the blood so that it can be used as medicinal capsule shell making diabetes. The process of making the shell capsules of glucomannan comprises of 4 stages. The first stage is the stage of manufacture of the flour porang to facilitate the process at the next stage, as well as improving the content of glucomannan on flour porang preceded by slicing the bulbs, then soak it in a solution of NaCl, then pat dry with sunlight and the oven. The second stage, namely the analysis of the flour porang to test the feasibility of porang flour used. The third stage, namely the stage of glucomannan separations of porang flour. This stage aims to separate other components of glucomannan because hydrogel for drugs required purity of glucomannan. This stage begins with the soaking solution into Al2SO4 porang flour, then separate the sediment to do the extraction solvent ethanol by maceration for 1 hour stirring conditions anyway. Then silence solution to formed sediment, sediment formed washed with ethanol and then the process of centrifugation. Then separate the deposition, and dry deposition glucomannan is obtained. The fourth stage, namely the stage of analysis to test the feasibility of glucomannan flour glucomannan. The fifth stage, namely the manufacture of capsule shells by mixing a solution of glucomannan with the addition of glycerol 10% and the addition of Chitosan research variables accordingly. Then print the film capsule shell and dried in oven for 2-3 days. The sixth stage, namely the eligibility analysis shell capsules. The results of the addition of the most optimum Chitosan in variable 1.5% (b/v). The addition of Chitosan concentration also affect the results of the analysis of moisture content. The minimum and maximum water levels of each retrieved trial experiment variables 1% glucomannan (b/v) with the addition of Chitosan that is 0% (b/v) and 2% glucomannan trial experiment (b/v) with the addition of Chitosan that is 2% (b/v) of 12.4% and the 16.2%. This rate is lower when compared with gelatin. Solubility in water, the minimum and maximum is obtained at a trial experiment variables 1% glucomannan (b/v) with the addition of Chitosan that is 0% (b/v) and 2% glucomannan trial experiment (b/v), namely of 720 seconds and 981 seconds. This solubility is higher when compared to the gelatin. Solubility in acid, the minimum and maximum is obtained at a trial experiment variables 1% glucomannan (b/v) with the addition of Chitosan that is 0% (b/v) and experimental variable on trial 2% glucomannan (b/v), namely of 102 seconds and 261 seconds Solubility in acids is higher when compared to the gelatin. On experiment variables 2% glucomannan (b/v) without the addition of 1% glucomannan and Chitosan (b/v) with the addition of 0.5% Chitosan (b/v); 1% (b/v); 1.5% (b/v); 2% (b/v) and without the addition of the Chitosan quality standard baku Pharmacopoeia Indonesia.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Cangkang Kapsul, Diabetes, Glukomanan, Kitosan.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
T Technology > TP Chemical technology
T Technology > TP Chemical technology > TP1140 Polymers
T Technology > TP Chemical technology > TP248.3 Biochemical engineering. Bioprocess engineering
Divisions: Faculty of Vocational > 24305-Industrial Chemical Engineering Technology
Depositing User: NUR IFAROH
Date Deposited: 13 Aug 2026 03:31
Last Modified: 13 Aug 2026 03:31
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/66380

Actions (login required)

View Item View Item