Perencanaan Pengembangan Sistem Distribusi Air Minum di Zona Pelayanan Gresik Tengah dan Gresik Selatan

Tarigan, Ruth Felicia Agitha (2019) Perencanaan Pengembangan Sistem Distribusi Air Minum di Zona Pelayanan Gresik Tengah dan Gresik Selatan. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 03211540000065-Undergraduate_Theses.pdf]
Preview
Text
03211540000065-Undergraduate_Theses.pdf

Download (55MB) | Preview

Abstract

Saat ini, zona pelayanan air minum Kabupaten Gresik terbagi menjadi tiga, yaitu Zona Wilayah Gresik Kota, Zona Wilayah Gresik Tengah, dan Zona Wilayah Gresik Selatan. Ketiga zona tersebut mendapatkan sumber air baku dari sumur dalam, Kali Surabaya, dan air curah PDAM Surabaya. Namun, Kabupaten Gresik akan mendapat kapasitas air dari Mata Air Umbulan sebanyak 1000 liter/detik di tahun 2021 dan akan digunakan untuk melayani Gresik Kota. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Legundi dan IPA Dewata merupakan dua dari beberapa IPA yang melayani Gresik Kota. Selain melayani Gresik Kota, kedua IPA tersebut juga melayani Gresik Tengah. Adanya penambahan kapasitas air dari Mata Air Umbulan yang melayani Gresik Kota menyebabkan seluruh kapasitas dari kedua IPA tersebut direncanakan hanya akan melayani Gresik Tengah. Pelayanan air minum pada zona Gresik Tengah dan Gresik Selatan belum 100% terutama di Kecamatan Benjeng dan Kecamatan Balongpanggang. Adanya penambahan kapasitas air pada wilayah perencanaan melatarbelakangi perencanaan ini untuk melakukan analisis terhadap jaringan perpipaan distribusi eksisting untuk menyiapkan jaringan perpipaan terhadap penambahan kapasitas air. Penambahan kapasitas air juga dapat digunakan untuk mengembangkan jaringan di wilayah perencanaan. Selain itu, direncanakan akan ada pembangunan pemukiman skala besar di Gresik Tengah dan Gresik Selatan sehingga akan ada peningkatan kebutuhan air minum dengan skala yang besar. Analisis jaringan perpipaan distribusi dilakukan dengan menggunakan aplikasi EPANET 2.0. Analisis ini mengkaji kecepatan aliran air pada pipa, sisa tekan pada pipa, dan kehilangan tekanan (headloss) pada pipa. Hasil analisis digunakan untuk mengembangkan jaringan perpipaan distribusi hingga tahun 2030 mengikuti rencana tata ruang wilayah Kabupaten Gresik tahun 2010-2030. Hasil analisis kondisi eksisting di tahun 2021 menunjukkan adanya penambahan kapasitas air pada wilayah perencanaan menyebabkan beberapa titik distribusi mengalami kurangnya sisa tekan dan kecepatan aliran air dalam beberapa pipa tidak sesuai dengan kriteria desain. Selain itu, beberapa pipa juga memiliki headloss yang tinggi. Hasil tersebut digunakan sebagai dasaran untuk memperbaiki jaringan perpipaan distribusi. Setelah dilakukan perbaikan, maka dapat dilakukan pengembangan jaringan secara bertahap. Hasil pengembangan jaringan perpipaan distribusi adalah penambahan jaringan perpipaan. Anggaran biaya perencanaan pengembangan untuk tahun 2025 dan tahun 2030 adalah sebesar Rp 219.107.287.884 dan Rp 24.795.462.237.
==============================================================================================================================
Service area of drinking water distribution in Gresik is divided into three zones, which are Central Gresik Zone, Middle Gresik Zone, and South Gresik Zone. The raw water to supply the zones’ demands of drinking water is sourced from deep well, Surabaya River, and raw water from PDAM Surabaya. However, Gresik will get the additional water capacity of 1,000 liters/second from Umbulan Spring on 2021. The additional water capacity is planned to supply the Central Gresik Zone’s demand. Legundi Water Treatment Plant (WTP) and Dewata WTP are two of several WTP which supply the Central Gresik Zone’s demand. Moreover, those two WTP also supply the Middle Gresik Zone’s demand. The additional water capacity from Umbulan Spring to supply Central Gresik Zone’s demand cause the existing capacity is planned to supply the Middle Gresik Zone. The rate of service in Middle Gresik Zone and South Gresik Zone has not reached 100%, particularly on Benjeng Sub-District and Balongpanggang Sub-District. The additional of water capacity in planning area cause the water distribution system need to be analyzed to prepare the system for increasing capacity. Increasing capacity of water can be used to develop the water distribution system. However, large-scale housing development is planned in this planning area so the demand of water for the area will be increased significantly.
Water distribution system is analyzed by EPANET 2.0. The analysis examines water velocity, pressure, and headloss in the system. The result of analysis is used to develop the water distribution system until 2030 following the Gresik Spatial Plan for 2010 – 2030. Analysis results of existing water distribution system for 2021 indicate the increasing water capacity cause several distribution spots have lack of pressure and velocity of water flow in some pipes are not in accordance to the design criteria. In addition, some of pipes also have high headloss. Analysis results are used as basis to develop water distribution system. After repairs, developing of water distribution system can be executed. Development of water distribution system results addition of pipes. The development planning budget for 2025 and 2030 is Rp 219.107.287.884 dan Rp 24.795.462.237.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Air minum, Distribusi, EPANET 2.0, Perencanaan, Zona Pelayanan Gresik Tengah dan Gresik Selatan
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD481 Water distribution systems
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Environment Engineering > 25201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Ruth Felicia Agitha Tarigan
Date Deposited: 19 Jul 2024 07:25
Last Modified: 19 Jul 2024 07:25
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/66564

Actions (login required)

View Item View Item