Analisis Risiko pada Instalasi Pengolah Air Limbah PT X dengan Konsep Manajemen Risiko

Patria, Rachmat Kukuh (2019) Analisis Risiko pada Instalasi Pengolah Air Limbah PT X dengan Konsep Manajemen Risiko. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

This is the latest version of this item.

[thumbnail of 03211540000042-Undergraduate_Theses.pdf] Text
03211540000042-Undergraduate_Theses.pdf

Download (4MB)

Abstract

PT X merupakan industri yang bergerak dalam bidang pengolahan hasil perikanan laut. Kegiatan produksi PT X tersebut tentunya selain menghasilkan dampak positif berupa produk olahan ikan akan tetapi, juga menimbulkan dampak negatif berupa produksi air limbah. Upaya pencegahan pencemaran lingkungan oleh air limbah telah dilakukan oleh PT X dengan membangun Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL). Akan tetapi efisiensi penurunan kandungan polutan tidak dapat terjadi secara optimal khusunya parameter TSS, COD, dan ammonia nitrogen yang mengalami kenaikan konsentrasi berturut-turut sebesar 65 mg/L, 204,1 mg/L, dan 14.4 mg/L. Permasalahan tersebut merupakan contoh dari kegagalan yang diakibatkan oleh berbagai faktor baik teknis maupun SDM. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk menganlisis risiko penyebab kegagalan yang mungkin terjadi dalam pengolahan air limbah. Analisis risiko dalam penelitian ini menggunakan konsep manajemen risiko. Tahap dari manajemen risiko sendiri adalah mengidentifikasi proses, mengidentifikasi risiko, menilai risiko, dan yang terakhir adalah membuat tindakan penanganan risiko yang terjadi. Di dalam proses analisis risiko digunakan dua metode, FTA dan FMEA. Metode FTA digunakan untuk mengidentifikasi kegagalan dan faktor risiko penyebabnya. Sedangkan metode FMEA sendiri digunakan dalam penilaian risiko yang telah diidentifikasi. Selanjutnya dilakukan evaluasi risiko untuk mendapatkan rangking risiko yang nantinya disusun tindakan penanganan terhadap risiko yang mempunyai peringkat pertama dalam rangkingnya. Sesuai hasil identifikasi dengan FTA didapatkan bahwa kegagalan utama dalam proses pengolahan air limbah PT X adalah penurunan kualitas effluen yang tidak memenuhi baku mutu. Faktor risiko dasar penyebab kegagalan tersebut dari aspek/faktor utama teknis berupa beban BOD yang berkisar antara 0,93-1,35 kg BOD/m3.hari, rasio F/M sebesar 0,73-1,07, umur lumpur selama 43 hari, Kebutuhan oksigenasi sebesar 763,9 m3/jam, dan SVI sebesar 389,3 ml/g. Untuk aspek/ faktor utama SDM yakni kualitas berupa pengalaman kerja yang masih kurang dan kuantitas berupa jumlah operator IPAL yang juga masih harus perlu ditambah. Berdasarkan penilaian dengan menggunakan FMEA, faktor risiko dasar ditinjau dari aspek teknis yang paling berpengaruh adalah jumlah kebutuhan oksigenasi dimana kondisi ideal yang harus dipenuhi sebesar 808,6 m3/jam, sedangkan untuk aspek SDM adalah kualitas daripada staff operator IPAL itu sendiri. Penanganan yang disarankan untuk kebutuhan oksigen adalah menambah kecepatan kompressor atau mengganti kompressor dengan yang baru. sedangkan untuk kualitas staff operator diperlukan peningkatan kualitas kehidupan kerja berupa pengembangan diri yakni pelatihan briefing setiap hari oleh pihak supervisor dan workshop pelatihan air limbah.
==============================================================================================================================
X Company is an industry engaged in the processing of marine fisheries. The marine catch consists of fish, shrimp, and crab which is needed to be made into food products that are made into. X company's production activities in addition to producing a positive impact on processed fish products will also have a negative impact in the form of waste water production. Efforts to improve environmental pollution by wastewater have been carried out by X company by creating a Wastewater Treatment Plant (WWTP). However, optimal efficiency cannot occur especially parameters that exceed are TSS, COD, and ammonia nitrogen. The concentration of TSS, COD, and ammonia nitrogen is 65 mg/L, 204,1 mg/L and 14,4 mg/L. This problem is an example of a failure caused by a risk from technic or human resource. Therefore this research was conducted to analyze the basic risk that cause failure in wasterwater process. The risk analysis in this study uses the concept of risk management. The stage of risk management itself is identifying processes, identifying risks, assessing risks, and finally making mitigation actions to minimize the risks that occur. In the process of risk analysis two methods are used, FTA and FMEA. The purpose of the analysis using the FTA method is to determine the potential risks of the most basic causes of failure or failure mode. Whereas, for FMEA it is carried out with the aim of risk assessment or failure mode based on three assessment indicators, namely severity, occurance, and detection. Risk assessment is used to determine the ranking of the risks that have been identified. The purpose determining rank of the risks is done to facilitate the preparation of mitigation priority actions to minimize the risks that have big impact. Based on the results of this research using FTA, it was found that the main failure in the processing of WWTP PT X was a decreasing the quality of effluent wastewater that did not appropiate the quality standards of East Java Governor Regulation No. 72 of 2013. The basic risk factors for the failure from the main technical aspects / factors in the form of BOD Load ranged from 0.93-1.35 kg BOD / m3.day, F / M ratio of 0.73-1.07, Age Mud for 43 days, oxygenation needs of 763.9 m3 / hour, and SVI of 389.3 ml / g. For the main HR aspects / factors, namely the quality and quantity of WWTP operators. Based on the assessment using FMEA, the basic risk factors in terms of the most influential technical aspects are the number of oxygenation needs where the ideal conditions that must be 808.6 m3 / hour, while the HR aspect is the quality of the WWTP operator's own staff. The recommended treatment for oxygen needs is to increase the compressor speed to 780 rpm or replace the compressor with a new one. while for the quality of the operator staff it is necessary to improve the quality of work life in the form of self-development, namely training daily briefings by supervisors and waste water training workshops.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Activated Sludge, Fault Tree Analysis, Failure Mode Effect Analysis, Penanganan Risiko
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T174.5 Technology--Risk assessment.
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD420 Water pollution
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD646 Sewage--Purification
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Environment Engineering > 25201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Rachmat Kukuh Patria
Date Deposited: 18 Jul 2024 07:21
Last Modified: 18 Jul 2024 07:21
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/66602

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item View Item