Rahmaningtyas, Aninda (2019) Pemodelan Numerik Genangan pada Kawasan Bagian Timur Surabaya. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
03111750090003-Master_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (38MB) | Request a copy |
Abstract
Genangan di Surabaya menjadi masalah dari tahun ke tahun, khususnya di Surabaya bagian Timur. Sungai yang terletak di Surabaya bagian Timur bermuara ke laut. Surabaya bagian Timur memiliki ketinggian bervariasi mulai dari 0.10 – 1.00 m, lama genangan sekitar 10 – 85 menit, dan luas daerah tergenang ±310 ha. Perubahan tata guna lahan menjadi salah satu penyebab genangan. Selain itu, Surabaya bagian Timur relatif rendah dan dekat dengan pantai, sehingga ketika tinggi muka air laut lebih tinggi daripada muka air sungai juga menjadi penyebab genangan di Surabaya bagian timur.
Analisis model genangan di Surabaya bagian Timur dilakukan dengan menggunakan kondisi batas hulu berupa debit banjir rencana. Kemudian mengolah data peta dan melakukan deskritisasi model. Setelah deskritisasi model dilakukan, kemudian simulasi dapat dilakukan dengan menggunakan upstream berupa flow hydrograph. Selanjutnya dilakukan kalibrasi dengan kondisi tersebut agar simulasi mendekati kondisi di lapangan. Setelah kalibrasi, simulasi genangan dilakukan empat skenario. Perbadaan kelima skenario tersebut terletak pada kondisi batas hulu. Kondisi batas hulu yang digunakan yaitu debit banjir rencana periode 2, 5 10, 20 dan 25 tahunan. Contohnya, skenario satu digunakan kondisi batas hulu berupa debit banjir rencana dengan periode ulang 2 tahunan dan kondisi batas hilir berupa tinggi muka air. Kondisi eksisting menggunakan pompa juga disimulasikan pada model ini. Perbedaan setiap skenario yaitu penggunaan kondisi batas hulu. Selanjutnya memetakan banjir dibantu dengan ArcGIS. Hasil dari kelima skenario yang disimulasikan menggunakan HEC-RAS berupa tinggi genangan dan luas genangan. Oleh karena itu, pemetaan genangan dibuat berdasarkan kedalan dan luas genangan. Kondisi batas hulu yang berupa debit banjir rencana dengan periode ulang 2, 5, 10, 20 dan 25 tahunan yang diperoleh untuk simulasi genangan sebesar 0.50 m3/s sampai 48.679 m3/s. Hasil kedalaman genangan berdasarkan simulasi sebesar 0.05 meter sampai 1.168 meter. Luas kedalaman genangan yang diperoleh dari simulasi sebesar 0.20 ha sampai 8.5 ha. Peta ini digunakan sebagai acuan skala prioritas penanganan genangan pada Surabaya bagian Timur. Wilayah dengan dampak genangan dengan kedalaman paling tinggi yaitu berada di Kecamatan Mulyorejo.
===================================================================================================================================
Innundation in Surabaya is a problem year after year, especially in Eastern Surabaya. The river which is located in Eastern Surabaya directly goes to the sea. East Surabaya has inundation heights from 0.10 – 1.00 meters, the inundation time is around 10 – 85 minutes, and the inundataion area ±310 ha. Changes in land use are one of the causes of inundation. In addition, the eastern part of Surabaya is reltively low and close to the sea, so that whe the sea level is higher than the river water level it’s also cause of inundation in Eastern Surabaya. Analysis of inundation modelling in Eastern Surabaya was carried out using the upstream boundary conditions with flood discharge. Then process all data that modelling needed and descritization modelling. After descritization modelling is done, than running the simulation using upstream boundary condition with flood discharge. This modelling need calibration, so that the simulation approaches with existing condisition. The updatream boundary condition used are flood discharge with return period 2, 5, 10, 20 and 25 years. For example, first scenario uses the upstream boundary condition with 2 years return period and the downstream boundary condition as water level. The existing condition using pump on the system of Kalidami an Kalibokor. All pumps that used on that system are also simulated on this modelling. The result of all simulation must be made the inundation map. For making the inundation map this research use ArcGIS.
The result of the five scenarios simulated using HEC-RAS were depth and area of inundation. Therefore, inundation mapping is made based on depth and area of inundation. The upstream boundary condition used flood discharge with 2, 5, 10, 20, and 25 years return period obtained for inundation simulation are 0.50 m3/s to 48.679 m3/s. The simulation result of inundation depth are 0.50 meters to 1.168 meters. The simulation result of inundation area are 0.20 ha to 8.5 ha. This map is used as a priority scale for inundation handling in eastern Surabaya. Regions with the highest impact inundation in Mulyorejo District.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Genangan, HEC-RAS 2D, Pompa, Surabaya Timur |
| Subjects: | T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC424 Water levels T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC530 Flood control |
| Divisions: | Faculty of Civil, Environmental, and Geo Engineering > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Theses |
| Depositing User: | Rahmaningtyas Aninda |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 05:58 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 05:58 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/67304 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
