Mumpuni, Candra Dita (2019) Analisis Bentuk Kompetisi Antar Pelabuhan Sejenis dalam Suatu Wilayah : Studi Kasus Indonesia Kendaraan Terminal dan Pelabuhan Patimban. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
04411540000033-Undergraduate_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Saat ini Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) menguasai 100% pasar ekspor dan impor CBU (Completely Built Up) di Indonesia. Arus ekspor CBU dari Indonesia terus mengalami peningkatan sebanyak 15% setiap tahunnya. Dibangunnya Pelabuhan Patimban yang melayani bongkar muat CBU untuk pasar ekspor impor di Indonesia akan berdampak pada operasional IKT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui market share IKT sebagai dampak pembangunan Pelabuhan Patimban dan untuk mengetahui bentuk kompetisi antara IKT dan Pelabuhan Patimban. Terdapat 5 negara tujuan ekspor CBU terbesar Indonesia adalah Filipina, Arab Saudi, Jepang, Thailand dan Meksiko. Metodologi penelitian ini adalah dengan membandingkan skenario IKT ekspansi lahan dan sewa lahan Pelabuhan Patimban dilihat dari unit cost dan profit. Sebanyak 81,21% hinterland memilih IKT untuk mengirimkan CBU. Bentuk kompetisi antara IKT dan Pelabuhan Patimban adalah IKT ekspansi lahan penumpukan seluas 358.564 m2 dengan penambahan kapasitas sebanyak 16.819 unit CBU dengan penambahan fasilitas dermaga sepanjang 440 m dan laba pada tahun 2026 sebesar Rp 239 miliar.
===================================================================================================================================
Currently Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) monopolizing 100% of CBU export and import market in Indonesia. CBU exports flows from Indonesia continue to increase by 15% annually. The construction of Patimban Port which serves the loading and unloading CBU for export import market in Indonesia will have an impact on the operation of IKT. This research aims to determine the market share between the terminals located in the adjacent area and to know the business strategy that must be taken by IKT when the Patimban Port has been operated. There are 5 countries of Indonesia’s largest CBU export destination. They are Philippines, Saudi Arabia, Japan, Thailand and Mexico. The method for this research is comparing scenario of IKT land expansion and lease of land in Patimban Port seens from unit cost and profit. 81,21% hinterland chose IKT to send CBU.. IKT should to expand the field of 358,564 m2 with a total capacity of 16,819 CBU units and profit in 2026 amounted to Rp 239 billion. If IKT lease land in Patimban Port.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | bentuk kompetisi, terminal khusus kendaraan, CBU (Complete Built Up), market share, ekspansi, sewa lahan |
| Subjects: | T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC357 Harbor Engineering. Piers, quays, and wharves T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC363 Floating harbors. Including floating docks, piers, etc T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC801 Reclamation of land |
| Divisions: | Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Sea Transportation Engineering > 21207-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Candra Dita Mumpuni |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 02:02 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 02:02 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/67824 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
