Evaluasi Struktur Gedung Apartemen Di Sidoarjo Akibat Perubahan Fungsi Ruang Hunian Menjadi Ruang Pertemuan

Ishaq, Calvin Pahlevi (2019) Evaluasi Struktur Gedung Apartemen Di Sidoarjo Akibat Perubahan Fungsi Ruang Hunian Menjadi Ruang Pertemuan. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 10111510000103-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
10111510000103-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (20MB) | Request a copy

Abstract

Pada tugas akhir terapan ini studi kasus dilakukan pada gedung apartemen Amega Crown Residence di Sidoarjo. Bangunan ini terdiri atas 13 lantai dan 1 lantai atap. Untuk mengetahui kinerja struktur, bangunan ini akan dievaluasi karena adanya perubahan alih fungsi pada lantai 13 menjadi ruang pertemuan. Alih fungsi bangunan menyebabkan perubahan pembebanan hidup dari 1,92 kN/m² menjadi 4,79 kN/m². Perhitungan evaluasi struktur gedung menggunakan sistem struktur dual sistem yakni sistem rangka pemikul momen khusus dan dinding geser yang mengacu pada SNI 2847-2013 : Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung, SNI 1727-2013 : Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain, dan SNI 1726-2012 : Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non-Gedung. Setelah dilakukan evaluasi terhadap kekuatan penampang elemen struktur gedung, maka didapatkan elemen-elemen struktur gedung yang masih kuat atau mampu menahan beban yang terjadi dan elemen-elemen struktur gedung yang tidak mampu menahan beban yang terjadi. Kapasitas elemen struktur yang mampu menahan beban akibat alih fungsi adalah pelat, kolom, shearwall dan pondasi, sedangkan untuk elemen struktur yang tidak mampu menahan beban akibat alih fungsi yang terjadi terdapat dua tipe balok fungsi ruang pertemuan untuk keruntuhan lentur dan tiga tipe balok fungsi ruang pertemuan untuk keruntuhan geser. Pada elemen yang mampu menahan beban yang terjadi maka tidak perlu dilakukan perencanaan perkuatan struktur. Tetapi pada elemen struktur yang tidak kuat menahan beban yang terjadi maka perlu dilakukan perencanaan perkuatan struktur. Perkuatan struktur perlu dilakukan untuk meningkatkan kekuatan dan daktilitas elemen struktur agar mampu menahan beban akibat adanya perubahan alih fungsi ruang. Metode perkuatan struktur yang digunakan untuk menambah kekuatan struktur adalah dengan menambahkan material Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) yaitu dengan menyelubungkan material ringan fiber komposit pada struktur eksisting. Perencanaan CFRP mengacu pada ACI 440.2R-08 : Guide for the Design and Construction of Externally Bonded FRP Systems for Strengthening Concrete Structures. Total rencana anggaran biaya perkuatan struktur yaitu sebesar Rp. 300.053.357 dengan durasi pekerjaan pemasangan perkuatan selama 14 hari.
===========================================================================================================================
Within this final practical assignment, case study is applied to Amega Crown Residence apartment building in Sidoarjo. This building consists of 13 floors and 1 rooftop floor. To find out about the structural performance, evaluation will be done because the repurposing of the 13th floor into a meeting hall. The repurpose of the building changed live load from 1,92 kN/m2 to 4,79 kN/m2. Estimation of building structure evaluation uses dual system structural system. That is sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK) and shearwall refering to SNI 2847-2013 : Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung, SNI 1727-2013 : Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain, and SNI 1726-2012 : Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non-Gedung. After conducting evaluation towards the strength of structural building elements, then it is discovered which structural elements of building remains fit to hold occuring weight and which ones are not. The structural elements remain fit to hold weight pressure after the building’s repurpose are platings, collumns, shearwall and foundation, while the ones are not fit to hold weight pressure are two types of function beams of meeting hall in case of bending failures and three types of function beams in case of shear failures. For the elements that are capable in handling occuring pressure weight, there are no need to do structure strengthening planning. However within the elements unable to hold such pressure, it needs to do structure strengthening planning. Structural strengthening needs to be applied to improve the strength and ductility of structural elements to hold the repurposement for the building. The methodology used to improve structure’s strength is to add Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP), lightweight fiber composite material to existing structure. CFRP planning refers to ACI 440.2R-08 : Guide for the Design and Construction of Externally Bonded FRP Systems for Strengthening Concrete Structures. Total for budget plan of structural empowerment is at Rp. 300.053.357 with the duration of the reinforcement installation for 14 days.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Evaluasi Struktur, Alih Fungsi, Perkuatan, Carbon Fiber Reinforced Polymer
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA418.9 Composite materials. Laminated materials.
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA645 Structural analysis (Engineering)
T Technology > TH Building construction > TH3351 Maintenance and repair
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22301-(D4) Diploma 4
Depositing User: Ishaq Calvin Pahlevi
Date Deposited: 07 Aug 2026 08:33
Last Modified: 07 Aug 2026 08:33
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/68064

Actions (login required)

View Item View Item