Karuru, Rezky Susmono (2019) Model Pengaruh Kenaikan Muka Air Laut di Teluk Lamong Akibat Pemanasan Global Terhadap Sistem Drainase Kota Surabaya. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
03111750090006-Master_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Kawasan teluk Lamong Kota Surabaya merupakan salah satu daerah yang sering terjadi genangan. Kawasan teluk lamong terdapat beberapa saluran primer dari sistem drainase tandes yang dimana Saluran primer ini bermuara di teluk lamong. Kawasan Surabaya Barat khususnya bagian hilir Rayon Tandes memiliki tingkat resiko genangan yang tinggi disebabkan oleh beberapa hal salah satunya adalah pengaruh dari kenaikan muka air laut. Sehingga kali di daerah Kawasan Rayon Tandes tidak mampu menampung air pasang dari laut. Oleh karena itu dibutuhkan peta genangan yang menjadi salah satu upaya untuk meminimalkan dampak genangan yang terjadi di Kawasan bagian hilir Rayon tandes dengan menggunakan 4 kondisi skenario yang terjadi dilapangan yaitu skenario pada saat kondisi eksisting, kedua yaitu skenario pada saat kenaikan muka air low, ketiga yaitu skenario pada saat kenaikan muka air middle, keempat yaitu skenario pada saat kenaikan muka air high. Data perubahan global warming yang terjadi di Indonesia didapatkan dari beberapa penelitian mengenai global warming, sehingga di dapatkan perubahan tinggi muka air laut per tahun . Pengolahan data hidrologi dapat menggunakan software HEC-HMS dan untuk pengolahan data hidrolika membutuhkan data profil saluran primer dan dapat diolah di HEC-RAS 1D. Pemodelan peta genangan di Kawasan teluk lamong menggunakan HEC-RAS 2D yang digunakan untuk mengetahui lokasi rawan banjir yang di sebabkan oleh kenaikan muka air laut terhadap 4 skenario yang di simulasikan. Dari hasil penelitian ini didapatkan analisa mengenai kenaikan muka air laut terhadap pemanasan global menggunakan data IPCC dengan prediksi di tahun 2030 dengan kenaikan muka air lautnya setinggi 8 cm untuk low, 18 cm untuk middle, dan 29 cm untuk high Sea Level Rise. Pengaruh aliran balik dari laut sangat mempengaruhi kondisi di penampang saluran. Ketika terjadi pasang tertinggi 2,10 m, maka air dari laut masuk ke penampang saluran dan menyebabkan penampang saluran tidak mampu menampung debit dari air hujan dan pasang air laut. Pada kondisi di saluran Balong, Kandangan, dan Sememi memiliki kedalaman air 1-3 meter. Luas genangan paling terbesar terletak pada skenario ketiga yaitu high Sea Level Rise dan periode ulang 10 tahun sebesar 9,24 km2. Dari hasil simulasi ini dapat diketahui bahwa genangan yang terjadi sangat dipengaruhi oleh kenaikan muka air laut dan debit periode ulang. Khususnya di daerah hilir memiliki genangan yang sangat besar dan sangat di pengaruhi oleh aliran pasang air laut.
================================================================================================================================
The Lamong Bay area of the city of Surabaya is one of the areas with frequent inundation. The lamong bay area has several primary channels from the drainage system which where the primary canal empties into the lamong bay. The West Surabaya area, especially in the lower reaches of Tandes Rayon, has a high level of inundation due to several factors, one of which is the influence of sea level rise. So that times in the Tandes Rayon area it is unable to accommodate the tide from the sea. Therefore a puddle map is needed which is one of the efforts to minimize the impact of inundation that occurs in the downstream area of tandes Rayon by using 4 scenario conditions that occur in the field, namely the scenario when the existing conditions, second, the scenario when the water level rise is low, third is the scenario at the time of rising middle water level, fourth is the scenario when the water level rise is high.
Data on global warming changes that occur in Indonesia are obtained from several studies on global warming, so that we get a change in sea level per year. Hydrological data processing can use HEC-HMS software and for hydraulic data processing requires primary channel profile data and can be processed in HEC-RAS 1D. Inundation map modeling in the Lamong bay area uses 2D HEC-RAS which is used to determine flood-prone locations caused by sea level rise in 4 simulated scenarios. From the results of this study, an analysis of sea level rise on global warming using IPCC data with predictions in 2030 with sea level rise as high as 8 cm for low, 18 cm for middle, and 29 cm for high Sea Level Rise. The effect of backflow from the sea greatly affects the conditions in the channel section. When the highest tide occurs 2.10 m, the water from the sea enters the channel cross section and causes the cross section of the channel not to be able to accommodate the discharge from rainwater and tide. In conditions at the Balong, Kandangan, and Sememi channels, they have a water depth of 1-3 meters. The largest inundation area is in the third scenario, which is high Sea Level Rise and 10 year return period of 9.24 km2. From the results of this simulation it can be seen that the inundation that occurs is strongly influenced by sea level rise and return period discharge. Especially in the downstream area it has a very large puddle and is very influenced by the tide of sea water.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Genangan, Global Warming, Sea Level Rise, Surabaya, HEC-RAS. |
| Subjects: | T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC530 Flood control |
| Divisions: | Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis |
| Depositing User: | Karuru Rezky Susmono |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 06:07 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 06:07 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/68132 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
