Rohmania, Inti and Maulana, Firman (2019) Pembuatan Antifoam Agent dari Variasi Bahan Baku Minyak Nabati Menggunakan Pemanas Microwave. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
10411600000069_10411600000072-Non_Degree.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Jumlah industri di Jawa Timur kini semakin mengalami kenaikan. Seringkali pada sebuah industri yang dalam operasi prosesnya menggunakan fase liquid, terbentuknya foam atau buih sangat tidak dikehendaki diantaranya menurunkan efisiensi proses, bertambahnya kapasitas pompa, dan menyebabkan pencemaran baik untuk proses maupun lingkungan. Solusi dari permasalahan ini adalah dengan menambahkan antifoam. Sayangnya antifoam yang ada dipasaran terbilang cukup mahal karena merupakan produk impor dari luar negeri dan terbuat dari bahan kimia yang tidak aman bagi lingkungan. Sehingga dibutuhkan antifoam yang bersifat biodegradable. Salah satunya adalah antifoam dari minyak nabati. Beberapa minyak nabati yang belum banyak dimanfaatkan adalah minyak jelantah, minyak nyamplung, dan minyak jarak. Pada projek akhir ini dilakukan proses pencampuran minyak dan metanol dengan penambahan katalis NaOH menggunakan pemanas microwave pada suhu 60°C selama 6 menit. Variabel yang digunakan adalah variasi bahan baku minyak nabati, rasio volume minyak dan metanol, serta dosis penambahan antifoam yang ditambahkan untuk uji penurunan ketinggian foam. Tahap analisis antifoam yaitu perhitungan yield, uji penurunan ketinggian foam dan membandingkannya dengan antifoam merk dagang “Defo”, “Starslab”, dan “Buckman” serta uji GCMS. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa variasi bahan baku minyak nabati berpengaruh terhadap yield antifoam. Yield antifoam paling tinggi adalah antifoam minyak jelantah yakni sebesar 127,98%. Sementara yield antifoam minyak nyamplung dan antifoam minyak jarak berturut-turut adalah 99,03% dan 111,04%. Rasio volume minyak dan metanol 1:9 merupakan rasio optimum pada pembuatan antifoam, sementara dosis optimum penambahan antifoam pada uji penurunan ketinggian busa adalah 4 mL/L. Antifoam minyak jelantah selanjutnya dibandingkan dengan antifoam merk dagang, didapatkan bahwa antifoam minyak jelantah mampu menurunkan busa paling cepat diantara semua antifoam pembanding. Antifoam minyak jelantah juga mampu mengatasi permasalahan pada penelitian sebelumya dimana produk antifoam minyak bintaro memiliki kelemahan (ketersediaan bahan baku yang terbatas serta kecepatan waktu penurunan busa yang lebih rendah) jika dibandingkan dengan antifoam agent merk dagang “Buckman”.
====================================================================================================================================
Industrial growth in East Java continues to increase. In the process of industrial operation is widely used liquid phase is at risk for the formation of foam that infer the negative impact for the industry. The solution of this problem is to add an antifoam. Unfortunately the antifoam that is on the market today is rare because imported products so that have a relatively expensive price and contains surfactants that are difficult to describe in nature. Therefore, an effective and environmentally friendly antifoam is required. One of them is from methyl ester which is widely contained in vegetable oil. Type of vegetable oil that has not been widely used is waste cooking oil, ‘nyamplung’ oil, and jatropha oil. In this research vegetable oil is processed by combined with methanol and NaOH using microwave at 60°C during 6 minutes. The variable of this final project is variation of vegetable oil, ratio of oil and methanol, and doses of adding the antifoam to determine the effectiveness of antifoam produced. Analysis of antifoam include yield calculation, high tested of foam and compared with antifoam agent “Defo”, “Starslab”, and “Buckman” also GCMS analysis. From the result of the research, it is found that the best variation of antifoam is from waste cooking oil with yield 127,98%, while ‘nyamplung’ 99,03% and jatropha 111,04%. The optimum ratio oil and methanol is 1:9 with the doses are 4 mL/L. Furthermore, the waste cooking oil antifoam is compared with the others antifoam. The result is waste cooking oil antifoam capable to decrease the foam and clearly resolve the problems on the before research (limited of the material to produce the ‘bintaro’ antifoam and the decrease velocity of foam is too low if compared with antifoam agent “Buckman”.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | RSKI 661.08 Roh p-1 2019 |
| Uncontrolled Keywords: | antifoam, minyak jelantah, microwave |
| Subjects: | T Technology > TP Chemical technology > TP248.3 Biochemical engineering. Bioprocess engineering |
| Divisions: | Faculty of Vocational > 24305-Industrial Chemical Engineering Technology |
| Depositing User: | Firman Maulana |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 07:25 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 07:25 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/68326 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
