Andriany, Nadhirah Dinda (2019) Galeri Literasi: Arsitektur Interaktif dengan Pendekatan Perilaku Anak. Other thesis, Intitut Teknologi Sepuluh Nopember.
Preview |
Text
08111540000104-Undergraduate_Theses.pdf Download (6MB) | Preview |
Abstract
Literasi dalam hal ini yaitu kegiatan membaca sangatlah esensial karena membaca adalah kegiatan yang terpenting dalam kehidupan dan aktifitas anak-anak. Pada masa belajar anak-anak memperoleh berbagai pesan dan informasi yang akan menentukan perkembangan moral dan kepribadiannya. Tanpa belajar dan pengarahan dari orang tuanya, akan mempengaruhi perkembangan psikologis anak tersebut. Rendahnya minat baca anak akhir-akhir ini membuat keingintahuan anak rendah pula. Oleh sebab itu perlu dibekali pengetahuan serta keterampilan untuk masa depan khususnya kegiatan membaca. Upaya peningkatan mutu sumber daya manusia dalam era globalisasi sangat erat kaitannya dengan upaya menumbuhkan kegemaran membaca yang diharapkan dapat mewujudkan suatu masyarakat yang gemar membaca (learning society). Membaca di kalangan anak-anak sangatlah penting. Fase membaca yang paling penting adalah antara usia 5-10 tahun. Jawaban atas pertanyaan usia berapa yang 'normal' untuk membaca tergantung pada sekolah dan perilaku mereka terhadap membaca. Dilansir dari data penelitian yang dilakukan United Nations Development Programme (UNDP), tingkat pendidikan berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia masih tergolong rendah, yaitu 14,6%. Persentase ini jauh lebih rendah daripada Malaysia yang mencapai angka 28% dan Singapura yang mencapai angka 33%. Berdasarkan fenomena yang telah dipaparkan di atas, dibutuhkan sebuah respon arsitektur yang mengakomodasi peningkatan minat baca di kalangan anak khususnya anak usia dini umur 5-10 tahun. Respon arsitektur yang dihadirkan adalah sebuah Galeri Literasi, galeri ini dibuat sebagai upaya dalam meningkatkan minat baca seseorang, terutama bagi anak-anak. Arsitektur interaktif merupakan salah satu pendekatan yang diterapkan dalam Galeri Literasi ini. Karena pada dasarnya anak-anak sangat senang berinteraksi dengan lingkungan yang ada di sekitarnya dalam belajar dan bermain. Dengan menerapkan konsep ruang interaktif, diharapkan mampu meningkatkan budaya literasi khususnya pada anak-anak dengan arsitektur sebagai medianya.
====================================================================================================================================
Literacy -which means reading activity- is essential because its important for the lives of childrens. During learning phase of their life, the childrens absorb many information that will determine their moral development and personality. Without parent supervision, it will affect the children's physycology developement. Unfortunately, lack of interest in reading, implify to lower sense of curiousity in children golden age. Therefore, it is necessary to provide knowledge and skills for their future, especially reading activities. Quality improvement of human resources in the globalization era are closely related to efforts to excalate reading hobbies which are expected to create a society that attached to reading activity (learning society). Reading among children is very important. the most important reading phase is between 5-10 years. the answer to the question of what 'normal' age to read depends on the school and their behavior towards reading. Reported from research data conducted by the United Nations Development Program (UNDP), education level based on the Human Development Index (IPM) in Indonesia is still relatively low, which is 14,6%. This percentage is much lower than Malaysia which reached 28% and Singapore which reached 33%. Based on the phenomenon described above, from architectural point of view, it needs a response to increase children's interest to read, especially children between 5-10 years. The architectural responses presented is Literation Gallery, this gallery was created as an effort to increase someone’s reading interest, especially for children. Interactive architecture is one of the approaches applied in this Literation Gallery. Because, basically, children are likes to interact with the environment around them to learn and play. By applying the concept of interactive space, it is expected to improve cultural literacy, especially for children, with architecture as a medium.
Keywords: Literacy, reading interest, galley, interactive architecture.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Literasi, minat baca, galeri, arsitektur interaktif. |
| Subjects: | N Fine Arts > NA Architecture |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Architecture > 23201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Andriany R Nadihrah Dinda |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 07:39 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 07:39 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/68593 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
