Aryo, Rahadian (2019) Re-Development Kampung Nelayan Bulak dengan Konsep Waterfront City. Other thesis, Institur Teknologi Sepuluh Nopember.
Preview |
Text
08111540000109-Undergraduate_Thesis.pdf Download (11MB) | Preview |
Abstract
Permukiman kumuh merupakan sebuah permasahalan yang kerap terjadi pada kota-kota besar tidak terkecuali Surabaya. Dalam bahasan yang lebih mudah, permukiman kumuh diartikan sebagai kawasan hunian masyarakat yang tidak layak huni atau tidak memenuhi standar minimum dari sebuah hunian. Salah satu penyebabnya ialah pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat. Dengan pertumbuhan penduduk yang pesat dan tidak diimbangi dengan pembangunan sarana dan prasarana kota akan mengalami degradasi lingkungan yang berpotensi menciptakan permukiman kumuh akibat keterbatasan lahan dan juga keterbatasan ekonomi. (Ike Andini, 2013). Dan pada akhirnya masyarakat cenderung tinggal di daerah pesisir yang kosong dimana ini juga memudahkan mereka, karena dengan tinggal di daerah pesisir, mereka sekaligus mendapatkan lahan pekerjaan sebagai nelayan, Contohnya pada daerah Kampung Bulak di Surabaya. Namun disisi lain akhirnya karena daerah pesisir cukup jarang di pantau, masyarakat yang tinggal di daerah tersebut menimbulkan sebuah permukiman kumuh. Lahan yang sangat terbatas memaksa mereka menggunakan lahan yang ada untuk digunakan hampir semua aktivitas pasca nelayan mereka dalam sehari-harinya. Konsep Redevelopment yang mengacu pada penataan ulang dari kawasan permukiman kampung tersebut dengan hunian vertikal sehingga membuka lahan baru untuk aktivitas mereka, dan menghindari dari hal-hal yang membuat sebuah permukiman menajdi kumuh. Dengan menggunakan pendekatan Human Behavior, program ruang terbentuk akibat aktivitas dari masyarakat sekitar. Dengan penambahan konsep waterfront yang mana akan melibatkan antara daerah daratan dan daerah perairan secara langsung.
====================================================================================================================================
Slums are a problem that often occurs in big cities, including Surabaya. In an easier discussion, slums are defined as community residential areas that are not habitable or do not meet the minimum standards of a dwelling. One reason is the rapid population growth. With rapid population growth and not being balanced with the construction of facilities and infrastructure the city will experience environmental degradation that has the potential to create slums due to limited land and also economic limitations. (Ike Andini, 2013). And in the end people tend to live in empty coastal areas where this also makes it easier for them, because by living in coastal areas, they also get jobs as fishermen, for example in the area of Bulak Village in Surabaya. But on the other hand finally because coastal areas are rarely monitored, people living in the area create a slum. Very limited land forces them to use existing land to be used for almost all their post-fishing activities on a daily basis. The concept of redevelopment refers to the rearrangement of residential areas of the village with vertical housing so as to open up new land for their activities, and avoid the things that make a settlement slum. Using the Human Behavior approach, space programs are formed due to the activities of the surrounding community. With the addition of the waterfront concept which will involve directly between the land area and the water area.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Human Behavior , Permukiman Kumuh, Redevelopment, Waterfront |
| Subjects: | N Fine Arts > NA Architecture > NA9051 Residential areas. Site planning |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Architecture > 23201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Aryo Rahadian |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 07:58 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 07:58 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/68715 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
