Sanaetoria: Arsitektur Sebagai Pengubah Stigma Kesehatan Mental

Haq, Quinsha Jasmine (2019) Sanaetoria: Arsitektur Sebagai Pengubah Stigma Kesehatan Mental. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 08111540000113-Undergraduate_Theses.pdf]
Preview
Text
08111540000113-Undergraduate_Theses.pdf

Download (11MB) | Preview

Abstract

Di masa sekarang ini masih ada beberapa pandangan dan respon di beberapa kalangan masyarakat yang melihat gejala psikopatologi sebagai hal yang mengancam dan tidak nyaman untuk dibicarakan, hal tersebut yang akhirnya menimbulkan sebuah stigma dan diskriminasi kepada orang-orang yang memang memiliki permasalahan mental. Indonesia, merupakan salah satu negara berkembang di dunia. Tetapi kesehatan mental hampir dianggap tidak ada, hal ini karena masih adanya stigma yang sangat kuat akan kesehatan mental. Terdata 6% dari penduduk Indonesia yang memiliki permasalahan mental, belum lagi para individu yang memang tidak sadar memiliki permasalahan mental atau masih menyangkal memiliki permasalahan karena kurangnya edukasi dan juga masih adanya stigma di Indonesia. “Arsitektur merupakan pengobatan terbaik untuk kesadaran mental seseorang” (Andrews, Topp, 2007). Selain arsitektur membantu untuk mengobati kesadaran mental seseorang, arsitektur juga yang mewadahi kebutuhan pengobatan kesehatan mental dan membuat presepsi sendiri pada masyarakat juga pada individu yang memiliki permasalahan mental. Maka respon arsitektural untuk fenomena ini adalah membuat sebuah arsitektur yang bertujuan untuk menghilangkan sebuah stigma, mengangkat kesadaran masyarakat akan kesehatan mental, dan juga dengan memiliki beberapa aktivitas yang dapat menyembuhkan penyakit mental. Menggunakan pendekatan fungsionalitas, dimana nantinya arsitektur ini dapat menghilangkan stigma masyarakat dan menyembuhkan secara psikoterapi maka dari itu arsitektur ini harus berfungsi dan memenuhi kebutuhannya. Untuk metodenya menggunakan research-based method dimana setiap keputusan dalam mendesain merujuk kepada data yang memang sudah ada, berupa data empirik ataupun data rasional untuk mendapatkan output yang dapat menjawab permasalahan rancang.
=====================================================================================================================================
Now days there is still some perspective and responses from society that see mental health issue as something that uncommon and uncomfortable to talk. This thing generates a stigma and discrimination to people who’s dealing with mental illness. This thing is also makes a misunderstanding that always grows in the society and also to the people who has the illness. Indonesia is one of developing country in the world, but unfortunately mental health is almost not existed, this is because the strong stigma about mental health itself. By the data up to 6% of Indonesia’s population have mental problems, not to mention individuals who not aware about having a mental problems or still denying about their condition due to the lack of education and the stigma in Indonesia. This stigma is must certainly eliminated so the mental health issue could be accepted and treated more comfortably in the society. “Architecture is the best cure for individual’s mental state” (Andrews, Topp. 2007). Beside that architecture also helping to cure the individual by accommodate mental health treatment, that also generate its own perception in society as well as the individual who has this problem. So the architectural response for this phenomenon is making an architecture that aims to eliminate the stigma, raise the society awareness about mental health itself and also accommodates some activities that could cure the illness itself. For eliminates the stigma from the society this architecture must not impressing a place for therapy. Using a functionalism approach, where this architecture has to eliminates stigma and curing the mental illness, this architecture should considering the function and meet the user needs. For the design method, a research-based method is used, where every design decision refers to data that already exist, it could be an empiric data or rational data to get an output that can solve the design problems.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: kesehatan mental, stigma, tempat terapi, fungsionalism, research- based method
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
N Fine Arts > NA Architecture
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Architecture > 23201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Haq Quinsha Jasmine
Date Deposited: 05 Aug 2026 08:18
Last Modified: 05 Aug 2026 08:18
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/68743

Actions (login required)

View Item View Item