Damayanti, Safira Rizki (2019) Analisis Peningkatan Kualitas Pekerjaan Finishing Pada Pembangunan Apartemen Puncak CBD Surabaya. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
09211750023020-Master_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Kualitas sangat penting dalam keberhasilan proyek konstruksi. Faktanya, 6-15% dari biaya konstruksi terbuang karena pengerjaan ulang komponen yang rusak dan terlambat proses pengerjaannya. Kontraktor Wika Gedung memiliki standart kualitas yang dinilai berdasarkan acuan dari QPASS (Quality Performance Assessment Support System) untuk semua proyeknya dengan hasil akhir berupa skor. Salah satu proyek Wika Gedung yaitu pembangunan Apartemen Puncak CBD Surabaya mengalami penurunan nilai kualitas pada pekerjaan finishing di tahun 2018. Pada penelitian ini akan dilakukan improvement terhadap permasalahan turunnya nilai kualitas pada proyek tersebut dengan menggunakan metode pendekatan Six Sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Dimulai dengan mengidentifikasi pekerjaan dengan jumlah cacat terbanyak dari laporan bulanan QPASS, kemudian menghitung cacat yang paling dominan menggunakan level sigma. Cacat yang berada di bawah level sigma akan dianalisa lebih lanjut dan dicari tindakan terbaiknya. Hasil rekomendasi tindakan terbaik akan dilakukan uji beda lapangan dan perhitungan statistik. Tujuannya untuk melihat nilai QPASS yang dihasilkan dari pekerjaan yang dikerjakan dengan rekomendasi tindakan terbaik sudah berada di atas nilai rata-rata atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan pekerjaan dinding merupakan pekerjaan dengan jumlah cacat tertinggi. Cacat dominan pada pekerjaan dinding ini adalah cacat dinding tidak siku, tindakan terbaik yang dilakukan adalah melakukan penebalan pada dinding tidak siku, cacat plester retak tindakan terbaik yang dilakukan adalah mengarahkan dan memonitor pekerja ketika membuat adonan plester, dan cacat cat mengelupas tindakan terbaik yang dilakukan adalah membersihkan dinding dan ruangan dari debu. Hasil nilai rata-rata uji beda untuk 4 sampel unit yang dikerjakan dengan tindakan perbaikan adalah 88.6%. Sedangkan nilai rata-rata pada 4 sampel unit lainnya yang dikerjakan tanpa menerapkan tindakan perbaikan adalah 83.1%.
===========================================================================================================================
The quality is one of the important factors in the success of construction project. In fact, cost of construction is vain until 6-15% because reworking and process of work is late. Wika Building Contractor have standart of quality, name is QPASS (Quality Performance Assessment Support System) for all projects. Puncak CBD Surabaya Apartment is one of Wika Building Project that having lower quality standart value in 2018. In this study, the six sigma method with the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) approach was used to improve low quality values. Starting with identify works with defect largest based on QPASS monthly report, then calculate the dominant defect using a level of sigma. Defect with value of sigma under level of sigma will be analyze further and founded the best action for handle it. The results of the Best Action recommendations will be carried out in different field tests and statistical calculations. The purpose is to seen the value of QPASS from the work done with the recommendations of the best actions already above the average value or not. The research results show the wall work having highest total number of defects. The dominant defect of wall work are “joint of wall is not perpendicular”, the best action is do thickening and adjust the angle of wall, “Cracked plaster defect”, the best action is giving direction for workers about correct plaster mixture, and “Flaking Paint defect”, the best action is cleaning of wall before painting from dust. The results of the average value of the different test for 4 unit samples that were worked with corrective actions were 88.6%. While the average value of the other 4 units of work done without implementing corrective actions is 83.1%.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kualitas Pekerjaan Finishing, Six Sigma dengan pendekatan DMAIC, Cacat Pekerjaan Finishing |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) > T56.8 Project Management |
| Divisions: | Faculty of Business and Management Technology > Management Technology > 61101-(S2) Master Thesis |
| Depositing User: | Damayanti Safira Rizki |
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 01:11 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 01:11 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/68801 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
