Evaluasi Perbaikan Kesalahan Sistem (Bug) dengan Metode Failure Mode & Effect Analysis pada Aplikasi Android di PT Aku Pintar Indonesia

Handoko, Lutvianto Pebri (2019) Evaluasi Perbaikan Kesalahan Sistem (Bug) dengan Metode Failure Mode & Effect Analysis pada Aplikasi Android di PT Aku Pintar Indonesia. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 09211750014006-Master_TESIS.pdf]
Preview
Text
09211750014006-Master_TESIS.pdf

Download (6MB) | Preview

Abstract

Perkembangan teknologi informasi merubah proses belajar secara konvensional menjadi digital yang banyak dikembangkan oleh industri startup pendidikan. PT Aku Pintar Indonesia adalah salah satu industri startup pendidikan yang saat ini mengembangkan aplikasi berbasis Android. Permasalahan yang sering muncul dalam managemen resiko adalah kesalahan sistem (bug) yang bisa saja muncul pada berbagai fitur maupun proses administratif sehingga perlu dilakukan perbaikan kesalahan sistem (Bugfix). Di tengah ketatnya industri startup pendidikan maka layanan aplikasi Aku Pintar harus bisa memberikan layanan prima bagi penggunanya, karena dengan terjadinya Bug akan merugikan Aku Pintar antara lainnya adalah proses belajar terganggu, pengguna semakin tidak percaya, oleh karena itu perlu melakukan pembuatan prioritas penyelesaian kesalahan sistem (Bugfix). Pada penelitian ini akan membantu PT Aku Pintar Indonesia dalam pemilihan prioritas pengerjaan kesalahan sistem (Bugfix) guna meningkatkan layanan yang diberika. Metode penelitian yang digunakan adalah FAILURE MODE & EFFECT ANALYSIS (FMEA). Pada penelitian ini menggunakan alat guna melacak kesalahan sistem (Bug) yang berbasis web yaitu Google Play Console. Tingkat kerugian yang ditimbulkan dari masing-masing kesalahan ditentukan dengan memanfaatkan expert judgement dalam sebuah Focus Grup Discussion. Penelitian ini mengidentifikasi 9 kesalahan sistem (Bug) pada bagian administrasi dan 47 kesalahan sistem (Bug) pada bagian fitur. Hasil pengerjaan risk mapping administrasi level ekstrem membutuhkan waktu 40 jam, level tinggi tidak terjadi kesalahan sistem, level moderat membutuhkan waktu 16 jam, level rendah membutuhkan waktu 4 jam, sedangkan bagian fitur pada level ekstrem membutuhkan waktu 16 jam, level tinggi membutuhkan waktu 16 jam, level moderat membutuhkan waktu 8 jam, dan level rendah membutuhkan waktu 4–8 jam. Melalui penerapan metode FMEA dapat mengurangi tingkat kesalahan sistem secara keseluruhan. Kata kunci: android, FMEA, kesalahan sistem/bug, manajemen resiko ========================================================================================================================================
The development of information technology has transformed conventional learning processes into digital ones which are developed by many educational start-up industries. PT. Aku Pintar Indonesia is one of educational start-up industries developing an android-based application. The frequently problems arise in risk management are system errors (bugs) could appear in various both the features and administrative processes that need system error repair (Bugfix). In the midst of the tightness of educational start-up industry, Aku Pintar application service must be able to provide excellent service to the users, because the occurrence of bug will harm Aku Pintar in several aspects, such as, the distraction in learning processes, the reduction in users’ trust, the decreases of users’ convenience. Therefore, it is necessary to conduct a planned priority of bugfix completion and considering the effects and frequency of the occurrences. This research aims to help Aku Pintar Indonesia enterprise in choosing the priority of system error repair (Bugfix). The research method used is FAILURE MODE & EFFECT ANALYSIS (FMEA). This research used a web-based tool to track the system errors, named Google Play Console. . The disadvantage level appeared from each errors determined by utilizing expert judgment in a Focus Group Discussion (FGD). This study identified 9 system errors (Bugs) in the administration section and 47 system errors (Bugs) in the features section. The result of risk mapping in administration section took 40 hours for very high level, none for high level, 16 hours for medium level, and 4 hours for low level. While the feature section took 16 hours for very high level, 16 hours for high level, 8 hours for medium level, and 4-8 hours for low level. The implementation of FMEA method could decrease the overall system errors. Keywords: android, FMEA, risk management, system error / bug

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTMT 005.14 Han e-1
Uncontrolled Keywords: android, FMEA, kesalahan sistem/bug, manajemen resiko
Subjects: Q Science > Q Science (General) > Q337.5 Pattern recognition systems
Q Science > QA Mathematics > QA276 Mathematical statistics. Time-series analysis. Failure time data analysis. Survival analysis (Biometry)
Divisions: Faculty of Creative Design and Digital Business (CREABIZ) > Technology Management > 61101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Lutvianto Pebri Handoko
Date Deposited: 26 Mar 2025 00:56
Last Modified: 26 Mar 2025 00:56
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/68921

Actions (login required)

View Item View Item