Dewi, Raiza Azalia (2019) Redesain Kampung Anak Negeri Wonorejo dengan Pendekatan Behavior Setting. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Preview |
Text
08111540000098_Undergraduate_Theses.pdf Download (8MB) | Preview |
Abstract
Anak jalanan dapat diartikan sebagai anak yang menghabiskan sebagian atau seluruh waktunya di jalanan dengan melakukan kegiatan-kegiatan guna mendapatkan uang atau guna mempertahankan hidupnya. Apabila ditinjau dari segi psikologis, aktivitas sehari-hari yang mereka lakukan tidak sesuai dengan usia mereka dan dilakukan secara terpaksa karena tuntutan hidup. Mereka cenderung memiliki kepribadian yang berjiwa bebas, keras, susah diatur, kasar, dan suka melawan. Jika dibiarkan terus-menerus, hal ini membuat mereka memiliki kualitas hidup yang buruk hingga masa yang akan mendatang. Dalam upaya mengatasi permasalahan anak jalanan, pemerintah mendirikan rumah singgah berupa UPTD Kampung Anak Negeri. Namun kenyataannya, bentuk pembinaan dan pemberdayaan yang ada masih belum bisa memberikan dampak yang maksimal baik dari segi pendidikan maupun kenyamanan bagi penggunanya. Permasalahan terkait bangunan rumah singgah terletak pada fasilitas rumah singgah yang kurang mewadahi dan suasana belajar yang kurang sesuai dengan karakter anak jalanan. Oleh karena itu, diperlukan adanya redesain untuk memaksimalkan penanganan anak jalanan. Rumah singgah sangat berkaitan erat dengan pengguna di dalamnya. Pendekatan yang digunakan dalam merancang berupa behavior setting. Behavior setting merupakan konsep yang menggambarkan suatu hubungan antara perilaku dan lingkungan bagi perancangan arsitektur. Dengan menganalisa karakter, pola perilaku, dan kebutuhan dari pengguna, maka dapat ditentukan pula bentuk arsitektural yang sesuai dengan karakter anak jalanan sehingga perancangan bangunan tersebut dapat memberikan penanganan yang lebih optimal kepada anak jalanan. ====================================================================================================================================
Street children can be interpreted as children who spend part or all of their time on the streets by carrying out activities to earn money or to sustain their lives. If viewed from a psychological perspective, their daily activities do not match their age and are forced to do so due to the demands of life. They tend to have personalities that are free, hard, unruly, rude, and like to fight. If left unchecked, this makes them have a poor quality of life to the future. In order to resolve the problems of street children, the government build an UPTD Kampung Anak Negeri as rehabilitation center for street children. But in reality, the existing forms of coaching and empowerment still cannot provide impact both in terms of education and convenience for its users. The problem, the facilities are not good enough and the learning ambience is not suitable with street children. Therefore, redesign is needed to maximize the handling of street children. The rehabilitation center is related to the users in it. The approach used in designing is Behavior Setting. Behavior setting is a concept that describes a relationship between behavior and environment for architectural design. By analyzing the character, behavior patterns, and needs of users, it can be determined the architectural form that is in accordance with the character of street children so that the design of the building can provide more optimal handling of street children.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Anak jalanan, Kampung Anak Negeri, rumah singgah, behavior setting |
| Subjects: | N Fine Arts > NA Architecture |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Architecture > 23201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Raiza Azalia Dewi |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 07:07 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 07:07 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/68949 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
