PEMANFAATAN FOTOGRAMETRI RENTANG DEKAT UNTUK PEMODELAN 3D CAGAR BUDAYA MENGGUNAKAN KAMERA NON-METRIK DSLM DAN DSLR (STUDI KASUS: CANDI BRAHU, MOJOKERTO)

SALAM, MOCH SANI (2016) PEMANFAATAN FOTOGRAMETRI RENTANG DEKAT UNTUK PEMODELAN 3D CAGAR BUDAYA MENGGUNAKAN KAMERA NON-METRIK DSLM DAN DSLR (STUDI KASUS: CANDI BRAHU, MOJOKERTO). In: JURNAL TEKNIK ITS Vol. X, No. X, (XXXX) ISSN: XXXX-XXX (XXX-XXX Print). (Unpublished)

[img]
Preview
Text
3512100057-Paper.pdf - Published Version

Download (483kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3512100057-Presentation.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Candi Brahu merupakan candi agama Buddha dan diperkirakan didirikan abad 15 Masehi yang berada di Trowulan, Mojokerto. Kini terdapat bagian atas yang sudah rusak sehingga hanya menyisakan ketinggian candi ±20m. Sebagai pemegang warisan budaya perlu melakukan pelestarian sebelum warisan yang ada tersebut hilang, salah satunya dengan melakukan pendokumentasian dengan cara pemodelan 3 dimensi (3D) sebagai manajemen asset Cagar Budaya Indonesia. Salah satu metode yang bisa dipakai untuk pemodelan 3D secara cepat, murah, dan teliti adalah fotogrametri rentang dekat. Kegiatan fotogrametri dapat menggunakan kamera non-metrik sebagai alat akusisi data fotonya. Kamera yang digunakan dalam penelitian ini adalah kamera non-metrik jenis Digtal Single Lens Mirrorless (DSLM) dan Digital Single Lens Reflex (DSLR). Sebelum dilakukan pemotretan objek dilakukan kalibrasi pada kedua kamera tersebut untuk mendapatkan parameter intrinsik kamera. Akusisi data di lapangan adalah pengambilan data foto objek dan koordinat titik kontrol, Ground Control Point (GCP) serta Independent Check Point (ICP) menggunakan Total Station. Dari foto-foto objek hasil akusisi kedua kamera kemudian dilakukan pemodelan 3D dengan bantuan software pengolahan foto. Kemudian dilakukan georeference terhadap model 3D sehingga model tersebut bereferensi terhadap sistem koordinat UTM. Untuk mengetahui hasil kedua model 3D tersebut cukup akurat atau tidak dilakukan uji statistik t-test dengan 5% level of significant pada koordinat ICP model dengan koordinat ICP hasil pengukuran Total Station yang dianggap benar. Berdasarkan uji t-test, hipotesa nol koordinat ICP DSLM diterima dengan prosentasi 66,67% dan koordinat DSLR diterima dengan persentase 70,00% dari total 30 koordinat ICP yang diuji, oleh karena itu perbedaan koordinat ICP kedua model dan Total Station tidak signifikan. Sehingga kedua model 3D Candi Brahu dapat digunakan sebagai acuan untuk kegiatan perencanaan kedepannya apabila diperlukan.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Additional Information: RSG 526.982 Sal p
Uncontrolled Keywords: 3D, Fotorametri Rentang Dekat, Candi Brahu, DSLM, DSLR
Subjects: D History General and Old World > D History (General) > D051 Ancient History
Q Science > Q Science (General)
T Technology > T Technology (General)
T Technology > TR Photography
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: MOCH SANI SALAM
Date Deposited: 27 Oct 2016 07:44
Last Modified: 27 Dec 2018 06:57
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/691

Actions (login required)

View Item View Item