Arsitektur sebagai Katalis Waktu

Azzam, Lalu Fatih (2019) Arsitektur sebagai Katalis Waktu. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 08111540000054_Undergraduate_Theses.pdf] Text
08111540000054_Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Bahasan tentang waktu bukan hanya perbincangan bagi para fisikawan, tapi juga perbincangan disiplin ilmu lain mulai dari psikologi, biologi, hingga filsafat. Secara umum, waktu dapat dibedakan menjadi waktu yang bersifat absolut dan waktu yang bersifat persepsional. Waktu dipandang absolut jika dilihat dari sudut pandang fisik seperti rotasi bumi, frekuensi pendulum atau siklus gerigi jam dimana ia dapat diukur. Ketika dipandang sebagai sesuatu yang bersifat persepsional, waktu tidak dapat didefinisikan melalui representasi fisik. Persepsi waktu ini disebut dilasi waktu, dimana waktu didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat merenggang dan mengerut, terasa cepat ataupun lambat. Manusia dapat merasakan bahwa dilasi waktu tersebut ada dan nyata terjadi, namun tidak dapat menghadirkan perasaan tersebut ke dalam realita visual ataupun pengindraan lainnya. Seperti halnya ruang, dilasi waktu juga merupakan kenyataan yang lahir dari kognisi otak manusia dan karena subjektivitasnya, waktu juga dapat dimanipulasi. Perancangan ini mencari keterkaitan antara waktu, perilaku manusia serta interpretasinya dalam arsitektur dari perspektif yang lain. Arsitektur sebagai katalis waktu merupakan sebuah proposisi dimana persepsi waktu sebuah aktivitas dipercepat tanpa merubah bagaimana aktivitas yang dikatalisasi dijalankan. Berangkat dari pendekatan fenomenologi, katalis waktu diciptakan dengan menanamkan pengalaman ruang aktivitas dengan persepsi waktu cepat, sebagai katalisator, kedalam aktivitas dengan persepsi waktu lambat, sebagai terkatalis. Penanaman pengalaman ruang tersebut yang mempercepat persepsi waktu aktivitas yang terkatalis. Kriteria desain dicari dengan mengabstraksi pengalaman ruang katalisator menggunakan metode narasi. Abstraksi ini yang kemudian dieksplorasi untuk menciptakan elemen arsitektur dengan menghadirkan pengalaman ruang baru menggunakan metode brainstorming dan SWOT Analysis. Perancangan ini memformulasikan kemungkinan terjadinya perubahan persepsi waktu. Sifat persepsi waktu yang subjektif membuat keberhasilan desain tidak dapat diukur dampaknya kepada setiap pengguna. Dalam prosesnya, eksperimentasi metode narasi dilakukan dengan memposisikannya sebagai cara untuk mencari berbagai perspektif yang kemudian dipadukan menjadi beberapa abstraksi. Eksperimen ini mengurangi egoisme perancang ketika menentukan narasi dalam desain yang berbasis pada kerangka berpikir konseptual. Proses iterasi membuat ide desain tidak hanya terhenti pada satu representasi narasi saja tapi juga memiliki banyak bentuk lain sehingga bentuk yang dipilih merupakan bentuk yang paling optimal.
================================================================================================================================
The discussion about time is not only talked by physicists, but also by other disciplines ranging from psychology, biology, to philosophy. In general, time is divided into absolute time and perceptional time. Absolute time is viewed from a physical perspective such as the rotation of the earth, the frequency of the pendulum or the cycle of a gear, which it can be measured. When time view perceptually, it cannot be defined through physical representation. This perception of time is clarified as time dilation, where it can stretch and contract, feels fast or slow. Humans experience that the time dilation exists and real, but cannot bring themselves to visualizing it into reality. Like space, time dilation is also a reality born from the cognition of the human brain and because of its subjectivity, time can also be manipulated. This design seeks the relationship between time, human behavior and its interpretation in architecture from another perspective. Architecture as catalyst of time is a proposition where time perception of an activity is accelerated without changing how the catalyzed activity is carried out.
Starting from phenomenological approach, time catalysts are created by overlaying experience of an activity with fast time perception, as the catalyst, into an activity with slow time perceptual, as the catalyzed. Overlaying these experiences accelerate the perception of the catalyzed activity. The design criterias are sought by abstracting the experience of the catalyst's activity using narrative method. This abstractions are then explored to create architectural elements by presenting new experiences in the catalyzed activity using brainstorming and SWOT Analysis methods.The design formulates the possibility of changing perceptions of time. The subjective nature of perceptions of time makes the impact of the design cannot be measured for each user. In the process, the design experiment the narrative method by seeing it as a way to look for various perspectives. Those are then combined into several abstractions. This experiment reduces the designer selfishness when determining the narrative in a concept based design. The iterative process makes design ideas not only stops at one narrative representation but also has many other forms so that the chosen form is the most optimal form.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Persepsi, Katalis Waktu, Pengalaman Ruang, Narasi, Abstraksi
Subjects: A General Works > AM Museums (General). Collectors and collecting (General)
A General Works > AM Museums (General). Collectors and collecting (General)
N Fine Arts > NA Architecture
N Fine Arts > NA Architecture > NA6600 Education buildings
Divisions: Faculty of Architecture, Design, and Planning > Architecture > 23201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Azzam Lalu Fatih
Date Deposited: 23 Jul 2026 06:33
Last Modified: 23 Jul 2026 07:06
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/69137

Actions (login required)

View Item View Item