Model Mixture Survival Spasial Dengan Frailty Berdistribusi Conditionally Autoregressive (Car) Pada Kasus Kejadian Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Kabupaten Pamekasan

Hasyim, Maylita (2012) Model Mixture Survival Spasial Dengan Frailty Berdistribusi Conditionally Autoregressive (Car) Pada Kasus Kejadian Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Kabupaten Pamekasan. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
310201002-Master_Theses.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
ITS-Master-18952-1310201002-Paper.pdf - Published Version

Download (316kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ITS-Master-18952-1310201002-Presentation.pdf - Presentation

Download (1MB) | Preview

Abstract

Indonesia, sebagai salah satu negara dengan curah hujan yang cukup tinggi. Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypty, salah satu jenis nyamuk yang berkembang di negara tropis. Jenis nyamuk ini dapat ditemukan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk provinsi Jawa Timur, khususnya Kabupaten Pamekasan (Madura) dengan jumlah penderita DBD semakin meningkat sejak Januari 2009. Jumlah penderita DBD meningkat tiap tahun, ribuan masyarakat terserang penyakit ini dan ratusan diantaranya meninggal tiap tahunnya. Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui laju kesembuhan pasien dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor yang diduga berpengaruh terhadap laju kesembuhan pasien DHF meliputi usia, jenis kelamin, kadar hematokrit, dan jumlah trombosit. Penelitian ini menggunakan metode Bayesian Mixture Survival Spasial untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju kesembuhan pasien DBD yang berasal dari RS Pamekasan, Madura. Model menyertakan efek random/frailty spasial CAR (Conditionally Autoregressive) untuk mengatasi kebergantungan spasial yang tidak terjelaskan dalam model. Penelitian ini menggunakan matriks pembobot Queen’s contiguity. Dalam menentukan ada/tidaknya pengaruh antar kecamatan (lokasi) terhadap angka kejadian DBD maka digunakan Statistik Uji Moran’s I yang menunjukkan nilai statistik Moran’s I sebesar 0.1993 dan nilai Z-value sebesar 2.411 sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh ruang yang signifikan pada kejadian DBD di tiap kecamatan di Pamekasan. Distribusi weibull 2- parameter merupakan distribusi yang paling sesuai untuk memodelkan laju kesembuhan pasien DBD. Pada kasus ini terdapat kasus bi-modal yaitu komponen mixture pertama memiliki puncak pada t=4 dan komponen mixture kedua memiliki puncak pada t=8. Fungsi survival pasien DBD menurun seiring lamanya waktu rawat inap, sedangkan fungsi hazard semakin meningkat. Pada komponen mixture pertama, faktor yang berpengaruh signifikan terhadap laju kesembuhan pasien DBD yaitu faktor jenis kelamin dan kadar hematokrit. Sedangkan faktor yang berpengaruh pada komponen mixture kedua yaitu kadar hematokrit. ========== Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is the most famous tropical disease in Indonesia, as a country with high rainfall. This disease has been spread by Aedes Aegypty, a type of mosquito that has been bread in tropical country. This type of mosquito can be found in many places in Indonesia, included East Java especially Pamekasan (Madura) which has the high incidence rate of DHF since January 2009. The number of DHF’s victim rise every year, thousands of people had infected and hundreds died every year. It is, therefore, necessary to investigate some factors influencing the patient's healing rate. Factors that influence patient’s DHF recovery include age, gender, hematocrit’s rate, and platelet ammount. This research employed Bayesian Mixture Survival Spatial to analyze factors that influence patient’s DHF recovery from Pamekasan Hospital in Madura, Indonesia. Model includes spatial random effects or spatial frailty CAR (Conditional Autoregressive) terms to overcome its unexplained spatial dependencies in the model. In this case, the Queen’s contiguity matrix is used as weighted matrix. Spatial autocorrelation statistic Moran’s I is used to determine whether there is any influence of the space/spatial of the sub-districts to the occurrence of the DHF’s incidence rate in Pamekasan, it show that the statistical Moran’s I equal to 0.1993 and Z-value equal to 2.411 so it can be concluded that there is significant space/spatial influence in the DHF’s incidence rate in each sub-district in Pamekasan. 2-parameter weibull distribution is the most appropriate distribution to modeling DHF patient's healing rate. In this case, there is bi-modal case include the first mixture component has peak at around t=4 and the second mixture component has peak at around t=8. Survival function of DHF’s patient was gradually decline along with patient’s length of hospitalization, but hazard function of DHF’s patient was increasing gradually. For the first mixture component, factors that could affect the DHF patient's healing rate, that is patient’s gender and hematocrit’s rate, and factor that influencing significantly for the second mixture component is hematocrit’s rate.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Demam Berdarah Dengue (DBD), Bayesian, Mixture, Survival, Frailty, Spasial, Conditional Autoregressive (CAR), Queen’s contiguity, Moran’s I, Weibull 2-parameter, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), Bayesian, Mixture, Survival, Frailty, Spatial, Conditional Autoregressive (CAR), Queen’s Contiguity, Moran’s I, Weibull 2-parameter.
Subjects: H Social Sciences > HA Statistics > HA31.3 Regression. Correlation
Q Science > QA Mathematics > QA278.2 Regression Analysis
Divisions: Faculty of Mathematics and Science > Statistics > 49101-(S2) Master Thesis
Depositing User: - Davi Wah
Date Deposited: 09 Aug 2019 04:37
Last Modified: 09 Aug 2019 04:37
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/70217

Actions (login required)

View Item View Item