Optimasi Metode Ekstraksi dan Skrining Antioksidan dalam Ekstrak Ikan Gabus (Channa striata Bloch) Berdasarkan Profil Asam Amino

Muchamad, Lutfi Surya (2019) Optimasi Metode Ekstraksi dan Skrining Antioksidan dalam Ekstrak Ikan Gabus (Channa striata Bloch) Berdasarkan Profil Asam Amino. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 01311750010005-Master_Thesis.pdf] Text
01311750010005-Master_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Ikan Gabus merupakan ikan yang memiliki kandungan protein dan asam amino yang dapat berkerja sebagai antioksidan eksogen bagi tubuh sehingga diduga dapat memberikan efek terapi pada pengidap penyakit seperti diabetes atau hypoalbuminemia. Ikan gabus memiliki kandungan 17 asam amino dengan rata-rata kandungan asam aminonya yang lebih tinggi dari ikan lainnya sehingga berpotensi sebagai antioksidan (penyusun antioksidan atau sebagai antioksidan langsung). Metode ekstraksi bahan makanan berpengaruh pada kandungan ekstrak, maka diperlukan metode yang tepat untuk mengekstrak suatu bahan makanan. Komposisi pelarut dan waktu perebusan yang berbeda perlu dilakukan untuk mendapatkan ekstrak ikan gabus yang memiliki kandungan asam amino dan kapasitas antioksidan yang optimal tertutama untuk pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapat profil asam amino yang berpotensi sebagai antioksidan dengan menggunakan pelarut HCl dan akuades serta waktu yang berbeda. Metode yang digunakan yaitu ekstraksi menggunakan pelarut akuades dan HCl serta waktu perebusan yang berbeda. Perbandingan yang digunakan untuk pelarut adalah akuades : daging ikan (1:1); HCl 0,1 M : daging ikan (1:1) dengan waktu ektraksi 5, 10, 15 dan 30 menit. Skrining ekstrak yang meliputi profil asam amino dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Fourier Transform Infrared (FT-IR) digunakan untuk membuktikan adanya denaturasi protein, kapasitas antioksidan total dengan menggunakan 2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) dan asam amino antioksidan dengan Kromatografi Lapis Tipis -2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl (KLT-DPPH). Hasil menunjukkan EIG dengan ekstraksi menggunakan HCl selama 30 menit memiliki rendemen (3,01±0,03%), komposisi asam amino (10 asam amino), total aktifitas antioksian (72,47%) dan asam amino antioksidan (10 asam amino) lebih tinggi daripada EIG dengan ekstraksi menggunakan pelarut Akuades serta efisiensi biaya produksi. Sehingga metode paling optimum untuk mendapatkan EIG dengan kandungan asam amino dan kapasitas antioksidan yang optimal untuk pengobatan adalah menggunakan pelarut HCl dan waktu 30 menit
==================================================================================================================================
Snakehead fish is a fish that contains protein and amino acids that can work as an antioxidant for the body so it can provide a therapeutic effect on people with diseases such as diabetes or hypoalbuminemia. Snakehead fish contains 17 amino acids with average levels of amino acids that are higher than other fish so it has the potential as an antioxidant (constituent of antioxidants or direct antioxidants). Food extraction method affects the extract content, so it needs the right method to extract a food ingredient. Different solvent composition and boiling time need to be done to get Snakehead fish extract which contains amino acids and optimal antioxidant capacity for processing. The purpose of this study was to obtain amino acids used as antioxidants by using HCl and distilled water solvents as well as different times. The method used is extraction using distilled water and HCl solvents and different boiling times. The comparison used for solvents is distilled water: fish meat (1: 1); HCl 0.1 M: fish meat (1: 1) with extraction times 5, 10, 15 and 30 minutes. Screening extracts containing amino acid profiles using Thin Layer Chromatography (TLC), Fourier Transform Infrared (FT-IR) used to prove the protein denaturation, total antioxidant capacity using 2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) and antioxidant amino acids with Thin Layer Chromatography - 2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl (TLC-DPPH). The Results showed that extraction using HCl in 30 minutes have yield (3,01±0,03%), amino acids composition (10 amino acid), Average of total antioxidant activity (72,47%) and amino acids antioxidant (10 amino acid) higher than EIG that using distilled water as solvent for extraction also efficiency of cost production. So, the most optimum method to get EIG with optimal amino acids compotitions and antioxidant activity for treatment are used HCl as solvent and 30 minutes boiling times.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Akuades, Asam amino, Antioksidan, Ikan gabus, HCl.
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Natural Science > Biology > 46101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Muchamad Lutfi Surya
Date Deposited: 21 Jul 2026 03:17
Last Modified: 21 Jul 2026 03:17
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/70304

Actions (login required)

View Item View Item