Analisa Keandalan Bangunan Lepas Pantai Tipe Terpancang Dengan Metode Unzipping

Kristianto, Dwi (2000) Analisa Keandalan Bangunan Lepas Pantai Tipe Terpancang Dengan Metode Unzipping. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
4392100033-Undergraduate Thesis.pdf - Published Version

Download (10MB) | Preview

Abstract

Faktor penentu unjuk kerja BLP seringkali be/urn dapat diketahui secm·a pasti sehingga safety factor digunakan untuk mencapai batas keamanan tertentu. Di lain pihak, analisa keandalan menawarkan pemahaman batas keamanan yang lebih rasional dibandingkan dengan penggunaan safety factor. Jumlah moda kegagalan sistem struktural biasanya sangat banyak sehingga peluang kegagalan sistem tidak mungkin dihitung secara eksak. Dengan metode f3 Unzipping moda kegagalan yang dominan dapat ditentukan dan peluang kegagalan sis/em dapat dihitung dari moda kegagalan yang terpilih. Studi kasus telah dilakukan terhadap empat kon.figurasi BLP yang merupakan variasi dari satu konfigurasi BLP yang mengalami penipisan ketebalan dinding silinder. Prosentase penipisan ketebalan dinding silinder konjigurasi I, II, JJI dan IV adalah 0%, 5%, 10% dan 15%. Kon.figurasi I memiliki f3 tertinggi dengan P.f terendah pada setiap level analisa. Konfigurasi Jl, Ill dan JV menyusul pada urutan kedua, tiga dan empat. Pada level 1 yang mengasumsikan mekanisme keruntuhan terdiri dari satu elemen kegagalan didapatkan hasil berupa: konfigurasi 1 didapatkan f3 sebesar 2.5498 dengan Pf sebesar 5.3888 10-3 , sedangkan untuk konfigurasi if didapatkan f3 sebesar 2..:1775 dengan P.f sebesar 6.6147 10-3 , untuk konfigurasi Ill didapatkan f3 sebesar 2.3500 dengan Pfsebesar 8.9043 10-3 dan terakhir untuk konfigurasi IV didapatkan f3 sebesar 2. 3196 dengan Pfsebesar I. 0182 10-2 . Hal ini menunjukkan bahwa pengurangan ketebalan dinding silinder sebanding dengan penurunan indeks keandalan sistem dan berbanding terbalik dengan penambahan peluang kegagalan sistem struktural. Selanjutnya, peningkatan level analisa yaitu penambahan jumlah fenomena kegagalan elemen mengakibatkan penambahan nilai f3 dan pengecilan nilai Pf Dari konfigurasi IV, pada level I didapatkan f3 sebesar 2.3196 dengan Pf sebesar 1.0182 10-2 sementara itu pada level 2 yang mengasumsikan bahwa mekanisme keruntuhan terdiri dari dua fenomena kegagalan didapatkan f3 sebesar 4.0500 dengan Pf sebesar 2.6116 10-5 . Pada level 3 dengan asumsi bahwa mekanisme keruntuhan terdiri dari tiga fenomena kegagalan elemen didapatkan f3 sebesar 5.2741 dengan Pfsebesar 6.6731 10-8 . Dari sini diketahui bahwa peningkatanlpenambahan harga indeks keandalan sebanding dengan penambahanlpeningkalan level analisa yang dilakukan. Demikian juga dengan peluang kegagalan, penambahan level analisa mengakibatkan penurunan peluang kegagalan sistem.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSKe 627.98 Kri a
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC1680 Offshore structures
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Ocean Engineering
Depositing User: ansi aflacha
Date Deposited: 12 Sep 2019 02:40
Last Modified: 12 Sep 2019 02:40
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/70752

Actions (login required)

View Item View Item