Evaluasi potensi biomassa hutan berdasarkan nilai indeks vegetasi menggunakan data penginderaan jauh

Titik, Wijaya (2015) Evaluasi potensi biomassa hutan berdasarkan nilai indeks vegetasi menggunakan data penginderaan jauh. Undergraduate thesis, Institut Teknology Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3511100005-Undergraduate_Thesis.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Biomassa adalah bahan total organik yang dihasilkan oleh suatu tanaman yang dinyatakan dalam satuan ton berat kering persatuan luas (Brown,1997). Menurut Kementrian Kehutanan (2006), kerusakan hutan di Indonesia sudah mencapai kurang lebih 50% (59,62 juta ha) dan ini terus bertambah 2,8 juta ha/tahun. Hutan produksi yang ada di Kabupaten Bojonegoro sering mengalami pembalakan liar, kebakaran hutan, dan terkadang juga mengalami longsor sehingga jumlah pohon juga berkurang. Pada penelitian ini dilakukan di area hutan produksi KPH Bojonegoro, dan dilakukan evaluasi potensi biomassa pada atahun 2012, tahun 2013 dan tahun 2014. Titik sampel di lapangan berjumlah 9 titik, yang mewakili kelas rapat, kelas sedang, dan kelas jarang berdasarkan NDVI, citra yang digunakanyaitu SPOT-4 dan Landsat-8. Hasil dari penelitian ini yaitu pola persebaran nilai biomassa tinggi yang ada di KPH Bojonegoro dominan tersebar di Kecamatan Kedungadem, Sugihwaras, Temayang dan Kecamatan Bubulan. Dan nilai biomassa rendah terdapat pada Kecamatan Dander, Ngasem, dan Kecamatan Gondang. Hubungan dari indeks vegetasi dengan biomassa di Lapangan yaitu berkorelasi positif dengan nilai r yaitu 0,9634. Hasil potensi biomassa tahun 2012 adalah sebesar 203,874 ton/ha, pada tahun 2013 sebesar 242,493 ton/ha dan pada tahun 2014 menjadi 283,687 ton/ha.Total potensi biomassa hutan produksi KPH Bojonegoro berdasarkan luas hutan produksi pada tahun 2012 mencapai 10.008.623,18 ton, pada tahun 2013 menjadi 11.904.514,85 ton dan pada tahun 2014 sebesar 11.718.826,28 ton. =========================================================================================== Biomass is the total organic material produced by a plant expressed in tonnes of dry weight of broad unity (Brown, 1997). According to the Ministry of Forestry (2006), the destruction of forests in Indonesia has reached approximately 50% (59.62 million ha) and is growing 2.8 million ha/year. Forest production in Bojonegoro often have illegal logging, forest fires, and sometimes also experienced land slides that also reduced the number of trees. In this study conducted in Bojonegoro KPH production forest area, and evaluated the potential of biomass in a year 2012, 2013 and 2014. Point Field sample totaled 9 points, which represent a class meeting, medium-class, and the classis rarely based NDVI, image used were SPOT-4 and Landsat-8. Results from this research that the pattern of distribution of high-value biomass in Bojonegoro dominant KPH scattered in Kedungadem District, Sugihwaras District, Temayang District and Bubulan District. And low value biomass contained in the Dander District, Ngasem District, and Gondang District. The relationship of vegetation indices with biomass in the field that is positively correlated with the value of is 0.9634. Biomass potential results in 2012 amounted to 203.874 tons/ha, in 2013 amounted to 242.493 tons/ha and in 2014 to 283.687 tonnes/ha. The total potential of forest biomass production KPH Bojonegoro based production forest area in 2012 reached 10,008,623.18 ton, in 2013 became 11,904,514.85 tons and in 2014 amounted to11,718,826.28 ton.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSG 621.367 8 Wij e
Uncontrolled Keywords: SPOT-4; Landsat-8; NDVI; Biomassa
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA1637 Image processing--Digital techniques
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: - Taufiq Rahmanu
Date Deposited: 02 Oct 2019 03:16
Last Modified: 02 Oct 2019 03:16
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/70944

Actions (login required)

View Item View Item