Analisis Proses Transshipment Antar Terminal Pada Pelabuhan Tanjung Perak Menggunakan Proses Mining Dan Linear Programming Untuk Meningkatkan Kinerja Transshipment

Rahardianto, Raka (2019) Analisis Proses Transshipment Antar Terminal Pada Pelabuhan Tanjung Perak Menggunakan Proses Mining Dan Linear Programming Untuk Meningkatkan Kinerja Transshipment. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.

[thumbnail of 09211750054003-Master_Thesis.pdf] Text
09211750054003-Master_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penerapan transshipment didalam terminal merupakan hal biasa dan telah berjalan di Pelabuhan Tanjung Perak. Namun untuk terminal petikemas domestik terdapat beberapa kendala antara lain: di Pelabuhan Tanjung Perak terdapat klasterisasi per terminal dilihat dari tujuan kapal, dan transshipment hanya berjalan pada satu terminal saja sehingga agen pelayaran jika memiliki muatan lanjutan harus terlebih dahulu keluar dari terminal dan memasukkan ke depo di luar terminal. Setelah open stack di pelabuhan, untuk kapal muat lanjutan akan kembali dimasukkan ke terminal tujuan kapal pengangkut. Oleh karena itu diperlukan evaluasi kinerja waktu transshipment di titik mana yang mengalami hambatan (bottleneck) agar dapat diantisipasi dan diminimalisasi. Tahap penyusunan dan evaluasi kinerja adalah (1) identifikasi alur proses berdasarkan regulasi yang berlaku, (2) identifikasi detail aktivitas yang berjalan sesuai event logs yang diekstrak dari sistem, dan (3) membuat simulasi dan pemodelan alur proses sesuai dengan event logs yang dihasilkan. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah agar dapat dipakai untuk evaluasi dan pengambilan keputusan untuk percepatan pelayanan transshipment. Penelitian ini mengusulkan untuk menganalisa waktu pada proses bisnis transshipment. Proses analisa dimulai dengan menggambarkan SOP ke dalam YAWL. Kemudian dilakukan mining dengan menggunakan tools ProM untuk mengetahui performance perusahaan. Hasil dari mining tersebut berupa waktu maksimum, minimum, dan rata-rata per case. Setelah itu, hasil dari mining dioptimalkan menggunakan linear programming. Selanjutnya, hasil dari optimasi tersebut akan direkayasa ulang menjadi lebih baik. Diharapkan hasil dari penelitian ini didapat 9 antrian dalam proses bisnis transshipment terminal yaitu penerimaan rencana muat petikemas, cek log order, verifikasi dokumen, terminal muat Teluk Lamong, mencatat get in losing, dan pencatatan get out losing, dengan waktu tunggu paling tinggi adalah 2 hari 3 jam. Untuk peningkatan kinerja waktu transshipment diusulkan 2 alternatif utama yaitu menambahkan aktivitas pada aktivitas yang memiliki antrian dengan hasil 15 jam lebih cepat dari waktu awal dan juga alternatif melakukan percepatan waktu pengerjaan pada aktivitas tersebut dengan hasil 54,6 jam lebih cepat dari waktu awal.
===========================================================================================================================
The implementation of transshipment inside the terminal is normal and has been running at Tanjung Perak Harbor. However, for the domestic container terminal there are several obstacles including: in Tanjung Perak Port there is clustering per terminal seen from the destination of the ship, and transshipment only runs at one terminal so that the shipping agent, if it has advanced cargo, must first exit the terminal and enter the depot outside the terminal. After the open stack at the port, advanced loading vessels will be re-entered to the destination terminal of the carrier. Therefore, it is necessary to evaluate the transshipment time performance to identify the points experiencing bottlenecks so that they can be anticipated and minimized. The performance preparation and evaluation stages are (1) identification of the process flow based on applicable regulations, (2) identification of the details of activities that run according to event logs extracted from the system, and (3) making simulations and modeling of the process flow in accordance with the generated event logs. The expected outcome of this research is that it can be used for evaluation and decision-making to accelerate transshipment services. This study proposes to analyze the time in the transshipment business process. The analysis process begins by drawing the SOP into YAWL. Then, mining is carried out using ProM tools to determine the company's performance. The mining results provide the maximum, minimum, and average time per case. After that, the mining results are optimized using linear programming. Furthermore, the optimization results are re-engineered for better performance. It is expected that the results of this study will identify 9 queues in the terminal transshipment business process, namely receipt of container loading plans, check log orders, document verification, Lamong Bay loading terminal, get in losing record, and get out losing record, with the highest waiting time being 2 days and 3 hours. To improve transshipment time performance, two main alternatives are proposed, namely adding activities to processes that have queues, resulting in a time reduction of 15 hours from the initial duration, and accelerating the working time of those activities, resulting in a reduction of 54.6 hours from the initial duration.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisa waktu, transhipment, Linear programming, rekayasa ulang proses bisnis
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > T Technology (General) > T57.62 Simulation
T Technology > T Technology (General) > T58.62 Decision support systems
T Technology > T Technology (General) > T58.8 Productivity. Efficiency
Divisions: Faculty of Business and Management Technology > Management Technology > 61101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Raka Rahardianto
Date Deposited: 06 Aug 2026 01:45
Last Modified: 06 Aug 2026 01:45
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/71114

Actions (login required)

View Item View Item