Evaluasi Kesiapan Perusahaan Dalam Penerapan Program Industri Hijau (Studi Kasus : PT Semen Bosowa Maros)

Nurwahidah, Andi (2015) Evaluasi Kesiapan Perusahaan Dalam Penerapan Program Industri Hijau (Studi Kasus : PT Semen Bosowa Maros). Masters thesis, Institut Teknology Sepuluh Nopember.

[img] Text
2513201006-Master Thesis.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Industri manufaktur bisa diibaratkan sebagai koin yang mempunyai dua sisi, di satu sisi dapat memberikan dampak baik dalam menyumbang untuk pembangunan ekonomi Negara, namun industri manufaktur juga merupakan penyumbang emisi CO2 terbesar dan juga merupakan sektor dengan pemakaian energi terbesar. Menyadari dengan hal ini, pemerintah maupun industri-industri di seluruh dunia mulai menerapkan program peduli lingkungan pada proses produksi industri manufaktur. Konsep Green Manufacturing dan Green Supply Chain sudah lama diterapkan oleh industri. Program tersebut bertujuan untuk mengurangi pemakaian energi dan bahan baku, mengurangi pencemaran lingkungan akibat dari emisi dan limbah yang dihasilkan. Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Indonesia juga merancang program Industri Hijau. Program ini menilai industri berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan berdasarkan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah mengenai lingkungan dan industri, yang mencakup seluruh proses produksi.Pada penelitian ini menggunakan KPI untuk melakukan penilaian kesiapan perusahaan. Dari hasil evaluasi menggunakan KPI yang telah diverifikasi diketahui bahwa Bosowa telah mencapai 83.8% dari KPI aspek kuantitatif dan 86.4% dari KPI aspek kualitatif yang berisi kriteria penilaian Industri Hijau, jadi dapat dikatakan PT Semen Bosowa telah mencapai 86.4% dari kriteria penilaian Industri Hijau. Penelitian ini juga menunjukkan hasil evaluasi program dan identifikasi hambatan yang dirasakan oleh perusahaan. Hasil identifikasi menghasilkan hambatan terbesar yang dirasakan adalah kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah sehingga banyak perusahaan yang tidak tertarik dalam menerapkan Program Industri Hijau ini. Menanggapi hasil dari penelitian di PT Semen Bosowa Maros yang mengalami kendala bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah sangat kurang maka peneltian ini mengusulkan rancangan model tingkat pecapaian dan self assessmennt questionnaire juga disajikan dalam penelitian tesis ini sehingga perusahaan dapat menggunakan untuk mengidentifikasi kekurangan perusahaan. ======================================================================================================== Manufacture industry can be presumed as a two-side coin; manufacture industry can bring positive impacts in supporting national economic growth, however, it can cause massive emission of carbon dioxide as well and this industry is the sector using the most energy. To be aware of this condition, the governments and the industries worldwide start to implement environment program within the production process of manufacturing industry. The concept of Green Manufacturing and Green Supply Chain has been implemented by the industries at the long period of time. Those programs are intended to decrease the use of energy and staple and to decrease environmental pollution due to the produced emissions and wastes. Based on those reasons, Indonesian government has designed Green Industry. This program assesses industry based on the criteria which are adjusted derived from laws and government regulation concerning environment and industry which covers the entire production process. This research is aimed to create a framework for green industry within Indonesian industries by using the case study towards PT Semen Bosowa Maros, PT Semen Bosowa Maros it self has been granted ISO and PROPER certificates. Based on the result of evaluations using KPI which has been verified, it can be noticed that PT Semen Bosowa Maros has reached 83.8% of quantiative KPI aspects and 86.4% of qualitative KPI aspect which have been adjusted. This research shows the result of program evaluations and identifications of problem which the company copes with. The result of identification clarifies that the biggest problem is the lack of socialization by the government, consequently there are many company which are dispassionate in implementing green industry program. To respond the result of the research in PT Semen Bosowa Maros coping with the lack of socialization by the government, hence this study proposed a framework for established rate – self assessment questionnaire is also described in his research, hence the company can utilize this to identify the weaknesses of the company.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTI 333.714 Nur e
Uncontrolled Keywords: Industri Hijau, Evaluasi, Hambatan, Delphi, AHP, Key Performance Indicator.
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering > (S2) Master Theses
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 22 Oct 2019 01:46
Last Modified: 22 Oct 2019 01:46
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/71328

Actions (login required)

View Item View Item