Konsep Land Sharing Sebagai Alternatif Penataan Permukiman Nelayan Di Kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya

Yukeiko, Rivina (2015) Konsep Land Sharing Sebagai Alternatif Penataan Permukiman Nelayan Di Kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya. Undergraduate thesis, Institut Teknology Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3611100016-Undergraduate Thesis.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Permukiman nelayan di Gunung Anyar Tambak termasuk kawasan kumuh di Surabaya. Kekumuhan permukiman nelayan ditunjukkan dengan struktur bangunan dari kayu dan asbes, luas rata-rata 6m2, dan tata letak bangunan yang tidak teratur. Urgensi dari penataan permukiman kumuh adalah dampak-dampak yang ditimbulkan adanya permukiman kumuh dari segi lingkungan, kesehatan, dan kemananan, sehingga perlu penataan yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan arahan penataan permukiman nelayan di Gunung Anyar Tambak Surabaya dengan konsep land sharing. Penelitian ini melalui tiga tahap analisis. Tahap pertama dengan analisis statistik deskriptif dan mapping untuk menganalisis karakteristik permukiman nelayan di permukiman nelayan Gunung Anyar Tambak. Tahap kedua menggunakan teknik analisis RRA (Rapid Rural Assessment) untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh dalam penerapan konsep land sharing di permukiman nelayan Gunung Anyar Tambak. Selanjutnya perumusan arahan penataan permukiman nelayan dengan konsep land sharing dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu membagi lahan atas kesepakatan pemilik lahan dan penghuni lahan, 60% untuk pemilik lahan dan 40% untuk penghuni lahan, atau 70% untuk pemilik lahan dan 30% untuk penghuni lahan. Rekonstruksi bangunan non permanen dengan pola permukiman grid. Kepadatan bangunan permukiman nelayan direncanakan tetap 85 bangunan/Ha. Kondisi fisik bangunan permukiman dibangun sesuai kemampuan finansial pemilik lahan. Status kepemilikan lahan terdiri dari dibeli secara kredit atau sewa yang dibayar perbulan. =================================================================================================== Fishermen housing in Gunung Anyar Tambak District is one of the slum area in Surabaya. Fishermen housing has buildings that made with wood, asbestos, and irregularly built on an area barely 6 square metres. The urgency of slums arrangement are the negative impact of slums itself, in terms of environment, health, and security. The purpose of this study is to arrange fishermen housing using Land Sharing concept on fishermen settlement in Gunung Anyar District Surabaya. This study has three stages of analysis. The first stage analysis is a statistical descriptive analysis and mapping to analyze the characteristics of the fishermen settlement in Gunung Anyar Tambak. The second stages analysis is RRA (Rapid Rural Assesment) uses scoring method to analyze the factor that influence the application of land sharing concept. The last stages analysis is formulating housing arrangement with land sharing concept uses qualitative descriptive analysis. The results of this research is to divide the land upon the agreement of the land owners and slum dwellers, 60% for land owners and 40% for slum dwellers, or 70% for land owners and 30% for slum dwellers. Reconstruction of non-permanent buildings with grid pattern. Density of fishermen settlement remained 85 buildings/Hectare. The type of fishermen settlement building constructed according to the financial ability of land owners. Land tenure consist of bought on credit or monthly paid rent.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSPW 711.58 Yuk c
Uncontrolled Keywords: konsep land sharing, penataan permukiman nelayan, permukiman nelayan
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture > NA9053 City planning
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Regional and Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 28 Oct 2019 02:18
Last Modified: 28 Oct 2019 02:18
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/71428

Actions (login required)

View Item View Item