Pengaruh Elemen Bentuk Perkotaan Terhadap Perilaku Pergerakan Non-Motor Di Up Tunjungan, Kota Surabaya

Akrimullah, Anjar (2015) Pengaruh Elemen Bentuk Perkotaan Terhadap Perilaku Pergerakan Non-Motor Di Up Tunjungan, Kota Surabaya. Undergraduate thesis, Institut Technology Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3611100048-Undergraduate Thesis.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview

Abstract

Bentuk Perkotaan dan mobilitas masyarakat merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam mengamati pola perkembangan tata ruang kota. Dalam konteks yang lebih mikro, bentuk perkotaan lebih spesifik dikaji berdasarkan elemen pembentuknya. Elemen bentuk perkotaan pada dasarnya mempengaruhi bagaimana pola mobilitas masyarakat khususnya mobilitas NMT. Hal ini ditunjukkan pada kondisi eksisting dibeberapa kota besar khususnya Kota Surabaya. Penyediaan fasilitas NMT telah gencar diimplementasikan, namun fungsinya belum optimal. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan mengapa hal tersebut dapat terjadi sementara fasilitas NMT merupakan salah satu elemen bentuk perkotaan dari beberapa elemen lainnya. Dari hal tersebut, sekiranya perlu dikaji bagaimana elemen bentuk perkotaan mempengaruhi perilaku pergerakan NMT di Kota Surabaya khususnya pada UP Tunjungan. Dengan menggunakan analisis multivariat kluster dan uji manova, penelitian ini menggunakan sampel KK sebagai objek penelitian. Dengan menggunakan random sampling pada setiap tipologi elemen bentuk perkotaan, penelitian ini menyajikan data-data terkait elemen bentuk perkotaan dan pola perilaku pergerakan NMT Masyarakat disetiap tipologi lokasinya. Hasil dari penelitian ini menemukan adanya perbedaan jarak pergerakan NMT di UP Tunjungan Kota Surabaya karena adanya perbedaan tipologi elemen bentuk perkotaan terutama dari sisi jumlah persimpangan. Sementara salah satu elemen penting iv dalam konsep NMT yakni jalur NMT tidak memberikan pengaruh yang sejalan dengan besarnya jarak pergerakan NMT. Jarak pergerakan NMT pada tipologi yang memiliki jumlah persimpangan tinggi dan kepadatan jalan rendah lebih besar dibandingkan jarak pergerakan dilokasi dengan tipologi sebaliknya. Adapun beberapa temuan penelitian mengindikasikan adanya perbedaan persepsi mengenai dekat tidaknya jarak dalam melakukan pergerakan NMT. 80.74% sampel mengemukakan alasan melakukan pergerakan NMT karena jarak yang dekat dipersepsi mereka. Indikasi berikutnya adalah bahwa adanya jumlah persimpangan yang tinggi, mempengaruhi perbedaan persepsi tersebut. ============================================================================================================ Urban form and mobility of the people are two things that can not be separated in observing the pattern of urban spatial development. In the context of a more micro level, more specific urban form assessed by its constituent elements. Elements of urban form basically affect how people's mobility patterns, especially on mobility NMT. This is show in the existing condition in several major cities, especially in Surabaya. Provision of facilities for NMT has aggressively implemented, but its function hasn’t been optimal yet. The question of this problem is why it happened while NMT facility is one of the elements of urban form of some other elements. From this, is necessary to study how urban form elements influencing the behavior of the NMT movement in Surabaya, especially in UP Tunjungan. By using multivariate analysis cluster and MANOVA test, this study used a sample of households as the research object. By using random sampling in each typology of urban form elements, this study presents the relevant data elements of urban form and behavior of community NMT movement patterns in each typology of location. Results of this study found no difference in the UP Tunjungan NMT movement distance Surabaya due to the different typologies of urban form element especially in terms of the number of intersections. While one important element in the concept of the NMT NMT pathways did not affect the distance of movement in line with the magnitude of NMT. NMT movement distance on the vi typology which has a higher number of intersections and low road density greater than the distance of movement in the location with the typology vice versa. As for some of the research findings indicate differences in perceptions about the near absence of distance in making the movement of NMT. 80.74% of samples given reasons do NMT movement because of their perceived close distance. The next indication is that the presence of a high number of intersections, affecting differences in these perceptions.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSPW 711.4 Akr p
Uncontrolled Keywords: Bentuk Perkotaan, Jarak, Non Motorised Transportation (NMT)
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture > NA9053 City planning
Divisions: Faculty of Architecture, Design, and Planning > Regional and Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 30 Oct 2019 07:50
Last Modified: 30 Oct 2019 07:50
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/71512

Actions (login required)

View Item View Item