Pemanfaatan Metode Resistivitas Konfigurasi Wenner-Schlumberger Untuk Evaluasi Tanggul Sungai Brantas Guna Mencegah Terjadinya Longsor

Anggraeni, Firdha Kusuma Ayu (2016) Pemanfaatan Metode Resistivitas Konfigurasi Wenner-Schlumberger Untuk Evaluasi Tanggul Sungai Brantas Guna Mencegah Terjadinya Longsor. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
1114201002-master-theses.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Sungai Brantas merupakan sungai terbesar kedua di pulau Jawa yang melewati 9 kabupaten dan 6 kota, termasuk Mojokerto. Lereng tanggul Sungai Brantas di Desa Mlirip dan Lengkong mengalami longsor yang mana lokasi tersebut dekat dengan jalan raya dengan lalu lintas lumayan padat. Oleh karenanya dilakukan evaluasi berdasarkan ada atau tidaknya rembesan dan retakan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan terhadap longsor. Metode geofisika yang digunakan adalah metode resistivitas dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Terdapat 4 lintasan yang digunakan saat akuisisi data. Pada lintasan pertama dengan panjang 100 meter diduga terdapat rembesan pada titik 35-45 meter dan retakan 60-75 meter. Kemudian lintasan kedua dengan panjang 200 meter, ada dugaan bahwa terdapat keretakan atau patahan di titik 65-90 meter dan rembesan di titik 110-125 meter. Lintasan ketiga memiliki panjang 200 meter dimana di titik 20-35 meter dan 110- 140 meter diduga terjadi keretakan di tubuh tanggul dan di titik 55 – 75 meter terjadi rembesan. Terakhir, untuk lintasan 4 diindikasikan bahwa tanggul masih berfungsi dengan baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tanggul lintasan 1, 2, dan 3 kurang layak karena di beberapa titik mengalami rembesan dan retakan. =========================================================== Brantas river is the second biggest river in Java which passes 9 districst and 6 cities, include Mojokerto. Landslide of embankment slope Brantas river was occured at Lengkong and Mlirip, Mojokerto. The location of landslide is near from crowded highway. Therefore evaluation based on the existaence of seepage and fracture is needed to identification vulnerability to landslide. Geophysics method that used is resistivity method using Wenner-Schlumberger Array. There are 4 line for data acquisition. First line with length 100 m, suspected there is seepage at point 35-45 m and fracture at 60-75 m. Then, second line with length 200 m, there is a suspect of fracture at point 65-90 m and seepage at point 110-125 m. Third line has length 200 m where at point 20-35 m and 110-140 m are suspected as fracture and at point 55-75 m is suspected as seepage. The last, fourth line is indicated that the embankment was good. Therefore it can be concluded that the embankments at line 1, 2, and 3 are less worthy because at several points there are seepage and fracture.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTFi 550 Ang p
Uncontrolled Keywords: tanggul, longsor, rembesan, retakan, resistivitas
Subjects: Q Science > QC Physics > QC925 Rain and rainfall
T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC167 Dams, reservoirs
Divisions: Faculty of Science > Physics > 45101-(S2) Master Thesis
Depositing User: EKO BUDI RAHARJO
Date Deposited: 20 Nov 2019 02:43
Last Modified: 20 Nov 2019 02:43
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/71906

Actions (login required)

View Item View Item