Penentuan Jenis Alat Bongkar Muat Kapal Ketika Stevedoring Studi Kasus PELINDO III Tanjung Perak

Saputro, Satria Siswo (2015) Penentuan Jenis Alat Bongkar Muat Kapal Ketika Stevedoring Studi Kasus PELINDO III Tanjung Perak. Undergraduate thesis, Institut Technology Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
4211100038-Undergraduate Thesis.pdf - Published Version

Download (7MB) | Preview

Abstract

Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Perak khususnya di Terminal Jamrud memiliki peranan penting dalam melakukan kegiatan bongkar muat berbagai jenis barang ketika stevedoring. Bongkar muat barang dari kapal ke dermaga ataupun dari dermaga ke kapal. Dalam kegiatan bongkar muat kapal dapat menggunakan alat berupa Ship Crane (SC), Port Crane (PC), dan kombinasi kedua alat tersebut. Rata-rata jumlah kapal yang memiliki Ship Crane adalah 90%. Dalam pemilihan jenis dan jumlah alat bongkar muat akan terlihat perbedaan pada kecepatan bongkar muat, kinerja alat, jumlah tenaga kerja dan biaya yang dikeluarkan. Melalui perumusan matematika yang didapat dan disesuaikan dengan kondisi di Terminal Jamrud, mampu menentukan jenis alat, jumlah alat, waktu, kinerja, biaya, serta besar muatan masing-masing alat. Data yang disimulasikan adalah muatan tertinggi, dan muatan yang sering dibongkar ataupun dimuat, dan muatan terendah kapal. Kapal general cargo dengan muatan 26.000 ton memiliki nilai efektif dan efisien ketika menggunakan 2 SC dan 2 PC dengan waktu 55 jam dan biaya bongkar muat Rp.723.627.000,-. Sedangkan muatan 5.000 ton dengan menggunakan 1 SC dan 1 PC dengan waktu 21 jam dan biaya bongkar muat Rp.135.680.000,-. Kapal dengan muatan 1.800 ton dengan menggunakan 2 PC dengan waktu 5 jam dan biaya bongkar muat Rp.64.832.000,-. Kapal break bulk dengan muatan 42.000 ton memiliki nilai efektif dan efisien ketika menggunakan 3 Port Crane dengan waktu 56 jam dan biaya bongkar muat Rp.993.989.000,-. Sedangkan muatan 8.000 ton dengan menggunakan 2 Port Crane dan 1 Ship Crane dengan waktu 14 jam serta biaya bongkar muat Rp.190.329.000,-. Kapal container dengan muatan 500 box memiliki nilai efektif dan efisientitik ketika menggunakan 3 Ship Crane dengan waktu 17 jam dan biaya bongkar muat Rp.110.654.000,-. Sedangkan muatan 150 Teus dengan menggunakan 1 PC dan 2 SC dengan waktu 4 jam dan biaya bongkar muat Rp.34.858.000,-. Berdasarkan simulasi tersebut mampu memberikan waktu bongkar muat kapal serta biaya yang efektif dan efisien yang berdampak pada harga jual barang atau muatan dan juga mengurangi waktu antrian kapal di pelabuhan. Hal tersebut akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan kapal dengan didukung fasilitas yang menunjang untuk dilakukan simulasi tersebut. Selain itu, bisa menjadi pertimbangan untuk menentukan jumlah Ship Crane pada kapal yang akan dibangun. ====================================================================================================== Pelabuhan Indonesia III Branch of Tanjung Perak especially in Jamrud Terminal has an imPortant role in conducting the activities of loading and unloading of various types of goods when stevedoring. Loading and unloading of goods from Ship to dock or from the dock to the Ship. In the loading and unloading of Ships can use a tool such as Ship Cranes (SC), Port Cranes (PC), and a combination of both of these tools. The average number of vessels that have Ship Cranes is 90% Through mathematical formulation obtained and adjusted to the conditions in Jamrud Terminal, was able to determine the type of tool, the number of tools, time, performance, cost, and large cargo each tool. Simulated data is the highest payload, and the payload is often unloaded or loaded, and the lowest cargo Ship. General cargo Ship with a cargo of 26,000 tonnes has a value of effective and efficient when using 2 SC and 2 PC with a time of 55 hours and the cost of unloading Rp.723.627.000, -. While cargo of 5,000 tons by using 1 SC and 1 PC with a time of 21 hours and the cost of unloading Rp.135.680.000, -. Ship with a cargo of 1,800 tons by using 2 PCs with 5 hours and costs of loading and unloading Rp.64.832.000, -. Break bulk vessels with a cargo of 42,000 tonnes has a value of effective and efficient when using a 3 Port Cranes with a time of 56 hours and the cost of unloading Rp.993.989.000, -. While the 8,000 ton cargo by using 2 Port Cranes and one Crane Ship with viii a time of 14 hours and the cost of loading and unloading Rp.190.329.000, -. 500 container Ships with a cargo box has a value of effective and efficient when using three Ship Crane with a time of 17 hours and the cost of unloading Rp.110.654.000, -. While load 150 TEUs by using 1 PC and 2 SC with a time of 4 hours and the cost of unloading Rp.34.858.000, -. Based on these simulations are able to provide a loading and unloading as well as cost effective and efficient which have an impact on the selling price of goods or cargo, and also reduce the queuing time the Ship in Port. It will be able to increase the number of Ship visits supPorted with facilities that supPort for the simulation. Moreover, it could be a consideration for determining the number of Ship Crane on a Ship to be built

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSSP 623.888 1 Sap p
Uncontrolled Keywords: Stevedoring, Ship Crane, Port Crane
Subjects: V Naval Science > V Naval Science (General) > V220 Naval ports, bases, reservations, docks, etc.
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 20 Nov 2019 07:01
Last Modified: 20 Nov 2019 07:01
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/71916

Actions (login required)

View Item View Item