Pengembangan Industri Kreatif Batik Melalui Pendekatan Pengembangan Ekonomi Lokal Di Kabupaten Pamekasan - Batik Industrial Development Through An Approach Of Local Economic Development In Pamekasan Regency

Aluf, Wilda Al (2015) Pengembangan Industri Kreatif Batik Melalui Pendekatan Pengembangan Ekonomi Lokal Di Kabupaten Pamekasan - Batik Industrial Development Through An Approach Of Local Economic Development In Pamekasan Regency. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3611100008-Undergraduate Thesis.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text
3611100008-Paper.pdf - Published Version

Download (230kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3611100008-Presentation.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Kabupaten Pamekasan sebagai salah satu kabupaten miskin di Jawa Timur membutuhkan suatu penggerak perekonomian lokal. Batik yang merupakan salah satu ciri khas lokal Kabupaten Pamekasan adalah salah satu potensi yang dapat diandalkan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Akan tetapi, kondisi infrastruktur, kelembagaan, dan sistem produksi yang terdiri dari SDM dan teknologi menjadi kendala berkembangnya industri batik di Kabupaten Pamekasan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menentukan arahan yang tepat untuk mengembangkan industri batik di Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Local Economic Development. Tahapan penelitian ini, yang pertama menentukan produktivitas pengrajin untuk mengidentifikasi karakteristik industri batik Pamekasan. Kedua, menganalisis faktor yang mempengaruhi perkembangan industri batik menggunakan Confirmatory Factor Analysis. Selanjutnya, melakukan analisis klaster yang kemudian dikomparasikan dengan karakteristik industri untuk menghasilkan tipologi industri batik. Dari tipologi yang dihasilkan, disusun arahan pengembangan industri batik melalui analisis delphi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah 5 tipologi industri batik. Tipologi 1 terdiri dari Desa Klampar, Toket dan Larangan Badung. Arahan untuk tipologi 1 ditekankan pada pengembangan variabel-variabel pada faktor kelembagaan. Tipologi 2 terdiri dari Desa Panaan dengan arahan pengembangan pada variabel dalam faktor sistem produksi dan kelembagaan. Tipologi 3 adalah Desa Angsanah, dimana arahan pengembangan ditekankan pada variabel dalam faktor kelembagaan. Tipologi 4 adalah DesaKowel, Waru Barat dan Candi Burung dengan arahan pengembangan pada variabel dalam faktor kelembagaan dan sistem produksi. Desa Rang Perang Daya, RekKerek, Banyuplle, Pegantenan dan Pagendingan tergolong dalam tipologi 5. Arahan untuk tipologi 5 adalah pengembangan variabel-variabel pada faktor sistemproduksi, infrastruktur dan kelembagaan. ======================================================================================================================== Pamekasan, as it is one of regency in East Java, needs any support for enhancing local economy. So far, Batik, as one of local property owned by Pamekasan regency, is one of potential reliable support to encourage the society’s prosperity and territorial development. Yet, some of elements can be obstacle. They may come up from infrastructure, institutional, and producing system in which Human Resources and Technology be constraint of Pamekasan regency industrial development. That’s why; this research aims at establishing any appropriate way of developing batik industry in Pamekasan regency. This research used Local Economic Development approach. The steps of this research were, first, to determine the craftsman productivity in order to identify the typical batik industry of Pamekasan. Second, was to analyze any factors influencing batik industrial development using Confirmatory Factor Analysis. The next after, having cluster analysis which then was compared with typical industry in order to obtain batik industrial typology. And of the typology result, the appropriate way of developing batik industrial was compiled trough Delphi Analysis. The final point of this research was 5 typologies of batik industry. Typology 1 consisted of Klampar village, Toket, and Larangan Badung. The appropriate way of typology 1 was emphasized on developing any variables to the institutional factors. Typology 2 consisted of Panaan village with way of developing on the variables of producing system and institutional. Typology 3 consisted of Angsanah village which the appropriate way was emphasized on variables of institutional factors. Typology 4 was Kowel village, Waru Barat and Candi Burung with focusing on way of developing on variables of institutional factors and producing system. Rang Perang Daya village, RekKerek, Banyuplle, Pegantenan, and Pagendingan included on the typology 5 which developing variables on producing system factors, infrastructures and institutional were emphasized.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSPW 711.552 4 Alu p
Uncontrolled Keywords: Kesejahteraan,EkonomiLokal, Industri Batik, Prosperity, Local Economy, Batik Industry
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture > NA9053 City planning
Divisions: Faculty of Architecture, Design, and Planning > Regional and Urban Planning
Depositing User: ansi aflacha
Date Deposited: 20 Nov 2019 08:48
Last Modified: 20 Nov 2019 08:48
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/71922

Actions (login required)

View Item View Item