Model Perhitungan Jejak Karbon Industri Pelayaran Studi Kasus : Jalur Pelayaran Selat Madura

Nugroho, Danang Ristu (2015) Model Perhitungan Jejak Karbon Industri Pelayaran Studi Kasus : Jalur Pelayaran Selat Madura. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
4107100104-Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version

Download (3MB)
[img] Text
4107100104-Paper.pdf - Accepted Version

Download (643kB)
[img] Text
4107100104-Presentation.pdf - Presentation

Download (1MB)

Abstract

Tugas Akhir ini membuat model perhitungan jejak karbon dan implikasinya dalam industri pelayaran, dibuat untuk menganalisa variabel yang berpengaruh pada pencemaran karbon dioksida di Selat Madura serta opsi reduksinya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin tingginya tingkat pencemaran karbon dioksida yang berakibat pada dampak lingkungan yang serius seperti efek rumah kaca, pemanasan global, kenaikan permukaan air laut, kesehatan dan perubahan iklim. Berdasarkan penelitian dari IMO Second GHG Study, industri pelayaran menyumbang 3,3% dari total emisi CO2 di dunia, atau lebih dari 12% emisi CO2 di sektor transportasi. Pelayaran domestik menyumbang 0,6% sedangkan pelayaran internasional menyumbang 2,7%. Selat Madura merupakan salah satu pusat pergerakan kapal yang sangat ramai mencapai 15.000 unit kapal per tahun yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pelabuhan primer kedua di Indonesia. Perhitungan karbon dioksida menggunakan metode Actiity-based calculation, yaitu dengan menghitung emisi dari konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyeksi jumlah kunjungan kapal semakin menurun dari 15.074 unit pada tahun 2009 hingga pada tahun 2023 mencapai 13.060 unit. Namun Gross Tonnage setiap kapal meningkat, sehingga dapat dikatakan bahwa ukuran kapal semakin besar dari tahun ke tahun. Sebanding dengan peningkatan ukuran kapal-kapal yang datang, maka jumlah emisi karbondioksida juga semakin tinggi dengan prosentase kenaikan pada tahun 2023 mencapai 7.698 ton atau sekitar 34% dari jumlah emisi tahun 2009. Penerapan kebijakan akan reduksi karbondioksida perlu dilakukan untuk menjaga kestabilan suhu bumi dan langkah mitigasi perubahan iklim. Pemilihan opsi untuk reduksi harus berbiaya murah dan efisien sehingga memberikan manfaat dari segi operasional maupun lingkungan. Dengan tujuan akhir adalah pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development) maka dipilih Skema Karbon Nusantara sebagai opsi reduksi pencemaran. ========== This Final Project makes carbon footprint calculation model and its implications in the shipping industry, was created to analyze the variables that affect the carbon dioxide pollution in the Madura Strait and reduction options. This research is motivated by the increasing levels of carbon dioxide pollution that resulted in serious environmental impacts such as greenhouse effect, global warming, rising sea levels,human health, and climate change. Based on the research of the Second IMO GHG Study, the shipping industry accounted for 3.3% of total CO2 emissions in the world, or more than 12% of CO2 emissions in the transport sector. Domestic shipping accounted for 0.6%, while international shipping accounted for 2.7%. Madura Strait is one of the central movement of the ship, very crowded reach 15,000 units per year of ships that enter the Port of Tanjung Perak as the primary port in Indonesia. Calculation of carbon dioxide using Activity-based calculation method, by calculating emissions from fuel consumption. The results showed that the projected number of ship visits decreased from 15.074 units in the year 2009 to the year 2025 reached 13.060 units. But Gross Tonnage per ship increased, so that it can be said that the larger vessel size from year to year. Proportional to the increase in the size of ships that come, then the amount of carbon dioxide emissions are also higher with the percentage increase in 2025 reached 7.698 tons, or approximately 34% of total emissions in 2009. The implementation of the policy will be the reduction of carbon dioxide needs to be done to maintain a stable temperature of the earth . Selection options for the reduction should be low cost and efficient so as to provide for the ship’s operational and environmental benefits. With the ultimate goal is sustainable development, the chosen Skema Karbon Nusantara as the option of reducing emissions.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSPe 629.252 8 Nug m 3100015063457
Uncontrolled Keywords: Emisi karbon dioksida industri pelayaran, IMO Second GHG Study, Sustainable Development, Skema Karbon Nusantara, Shipping emissions of carbon dioxide, the Second IMO GHG Study, Sustainable Development, Skema Karbon Nusantara
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD420 Water pollution
Divisions: Faculty of Marine Technology > Naval Architecture and Shipbuilding Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: - Davi Wah
Date Deposited: 12 Dec 2019 04:29
Last Modified: 12 Dec 2019 04:29
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/72282

Actions (login required)

View Item View Item