Arahan Pengembangan “Kampung Majapahit” Sebagai Desa Wisata Pada Kawasan Cagar Budaya Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto

Aliflyantera, Jovany (2016) Arahan Pengembangan “Kampung Majapahit” Sebagai Desa Wisata Pada Kawasan Cagar Budaya Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

[img]
Preview
Text
3612100062-undergraduate-theses-.pdf - Published Version

Download (6MB) | Preview

Abstract

Kampung Majapahit merupakan kawasan Kampung Wisata yang terdiri dari 3 Desa yaitu Desa Bejijong, Sentonorejo, dan Jatipasar. Pada kampung wisata ini terdapat banyak potensi wisata situs Trowulan dan juga potensi ekonomi kreatif didalamnya. Didalam ketiga desa tersebut banyak pengerajin pengerajin seperti Patung, Batik, Cor Kuningan dan Tembaga. Dalam potensi potensi diatas terdapat permasalahan yang dimiliki Kampung Majapahit ini terutama pada integrasi antar kampung. Integrasi disini adalah sebagai fungsi dan peran masing masing desa belum sepenuhnya terlihat. Sehingga dalam pengembangannya, pengembangan banyak terlihat pada desa Bejijong. Penelitian ini memiliki 3 tahap analisa. Tahap pertama yaitu mengidentifikasi potensi pada Kampung Majapahit pada kawasan deliniasi yang dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata dengan menggunakan analisis Theoritical descriptive. Tahap Kedua adalah Menganalisis faktor penenentu pengembangan Kampung Majapahit sebagai desa wisata budaya. Dalam tahap ketiga ini digunakan analisis analisis Zona dan analisa theoritical deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kampung Majapahit memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata budaya. Arahan pengembangan dan pengintegrasian kawasan ditunjang dengan analisa zona dan faktor pendukung pengembangan Kampung Majapahit. Sementara output dalam analisa zonasi Kampung Majapahit dibagi menjadi 2, yakni arahan makro dan mikro. Arahan pengembangan kawasan sebagai wisata budaya Kampung Majapahit secara mikro adalah pembagian zonapengembangan kegiatan wisata menjadi 3 zona, antara lain zona inti, zona pendukung langsung, dan zona pendukung tidak langsung. Hasil analisis zonasi tersebut pusat pengembangan Kampung Majapahit dipusatkan pada Desa Bejijong yang memiliki kepadatan bangunan dan rumah Majapahit yang tinggi. Sementara Desa Jatipasar dan Desa Sentonorejo diarahkan untuk desa penyangga yang menunjang sarana dan prasarana pariwisata Kampung Majapahit. Sementara arahan pengembangan makro merupakan arahan umum untuk ketiga zona pengembangan kegiatan wisata Kampung Majapahit. ============================================================ Kampung Majapahit is a Tourism Village consisting of three villages namely Bejijong village, Sentonorejo village, and Jatipasar village. Tthere are a lot of great tourism potential destination regarding The Trowulan sites along with their creative economy for there are many craftsmen, such as sculptor, Batik maker, also cast, brass and copper crafter. Despite of this potential, there are several problems which mainly focus on the integration between villages. The Integration regarding of function and role between each village is not entirely visible, which is why, vast development can only be seen in the Bejijong Village. This study has three stages of analysis. The first stage is to identify delineated area of Kampung Majapahit’s potentials which can be developed as a tourist area by using descriptive theoretical analysis. Second stage is to analyze the defining factors for the development of Kampung Majapahit as cultural tourism village. The third stage is zoning analysis and theoretical descriptive analysis. The results showed that Kampung Majapahit has the potential to be developed into a cultural tourism destination following the development directives and integration of Kampung Majapahit supported by zoning and supporting factors analysis. The output from zoning analysis of Kampung Majapahit is divided into two, which are macro and micro direction. In micro direction, development area devided into three zones, including a core zone, direct support zone and indirect support zone. The central development of Kampung Majapahit is on Bejijong Village because of its high building and residential density. Jatipasar Village and Sentonorejo Village directed as supporting villages which support the tourism infrastructure of ii Kampung Majapahit. The macro direction for Kampung Majapahit’s development is a general direction to develop tourist activities for the three developing zones.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSPW 711.554 Ali a-1
Uncontrolled Keywords: Kawasan Cagar Budaya, Pengembangan Kampung Wisata Budaya, Pengintegrasian Wisata Budaya,
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture > NA9053 City planning
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Regional and Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: EKO BUDI RAHARJO
Date Deposited: 11 Dec 2019 09:35
Last Modified: 11 Dec 2019 09:35
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/72337

Actions (login required)

View Item View Item