Penataan Kawasan Pusat Kota Mojokerto Untuk Memperkuat Identitas Kota

Barbara, Patrica Bela (2016) Penataan Kawasan Pusat Kota Mojokerto Untuk Memperkuat Identitas Kota. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

[img]
Preview
Text
3214203010-Master_Thesis.pdf - Published Version

Download (6MB) | Preview

Abstract

Keberadaan pusat kota memiliki peranan penting dalam membentuk kota secara keseluruhan sehingga harus tertangkap dengan jelas. Dengan demikian, diperlukan identitas untuk menghadirkan keberadaan pusat kota. Kota Mojokerto memiliki latar belakang sejarah yang mempengaruhi perkembangan struktur morfologi pusat kota dan dapat diangkat untuk memperkuat identitas kota. Dalam perkembangannya juga terdapat beberapa permasalahan terkait identitas kota, diantaranya pusat kegiatan mengalami pergeseran ke kawasan lain, jalur menuju pusat kota belum memiliki kekhasan jalan, tidak ada titik orientasi yang jelas, dan nilai sejarah pada setiap elemen belum tereksplor sehingga kurang memberikan makna terhadap pengamat atau warga kota. Untuk itu, diperlukan penggalian identitas Kota Mojokerto melalui karakteristik morfologi pusat kotanya. Penelitian ini menggunakan paradigma naturalistik dengan jenis penelitian historis. Ada empat metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini, dengan tema desain “Mojokerto: Experiencing the Past” untuk meningkatkan sense of place kawasan pusat Kota Mojokerto. Dengan diachronic reading dan typological-morphological analysis didapatkan perkembangan struktur morfologi pusat Kota Mojokerto mulai dari tahun 1893-2016. Hasil menunjukkan bahwa masa yang paling berpengaruh dalam pembentukan struktur morfologi pusat Kota Mojokerto ialah masa kolonial Belanda. Struktur tersebut kemudian semakin berkembang namun tetap mempertahankan elemen fisik yang terbentuk dari awal. Dengan synchronic reading didapatkan 4 elemen fisik yang akan disempurnakan dan ditata ulang untuk memperkuat identitas Kota Mojokerto, yaitu path (Jl. Mojopahit dan Jl. Ahmad Yani), landmark (Monumen Proklamasi dan Bangunan Tua Dinas Pengairan), nodes (Alun-Alun), dan buildings di sepanjang path. Dengan metode rancang, path didesain dengan menonjolkan kenampakan jalan yang bergaya kolonial dan mengaktifkan pedestrian way yang kontinyu. Kemudian landmark didesain dengan mengatur pencahayaan uplight pada Bangunan Tua Dinas Pengairan yang menjadi focal point di pusat Kota Mojokerto dan memanfaatkan ruang luarnya, serta memperjelas dan menambah elemen orientasi di sepanjang path. Nodes didesain dengan menambah kegiatan dan atraksi serta menggunakan efek pencahayaan (illuminated heritage area) di sekitar Alun-Alun. Desain buildings termasuk dalam desain ketiga elemen diatas, yaitu mempertahankan bangunan yang berciri kolonial dan mengatur pencahayaan untuk memberi kesan historic ======================================================================= The existence of the city center has an important role within form a whole city so that it should be captured clearly. Thus, it is needed an identity to present the existence of the city center. Mojokerto city has a historical background that influence the development of the urban morphology. In its development, there are several issues, including the center of activity shifted to other areas, the path to the city center does not yet have peculiarities, there is no clear orientation point, and the historical value on each element has not explored, so that each element gave less meaning to the people and citizen. This requires the excavation of the identity of Mojokerto through its morphological characteristics of the city center. The paradigm which use in this research is naturalistic with historical research. There are four analysis methods which is use in this research with the design theme "Mojokerto: Experiencing the Past" to enhance the sense of place in Mojokerto city center. By diachronic reading and typological-morphological analysis, there is obtained the development of morphological structure in the Mojokerto city center, which is start from 1893-2016. The result indicates that the main element which forming the structure of the Mojokerto city center is not change too significantly. By synchronic reading, there is obtained four physical elements that will be enhanced and reorganized to strengthen the identity of Mojokerto, that is path (Mojopahit dan Ahmad Yani road), landmark (Monumen Proklamasi), node (Alun-Alun), and the buildings along the path. With urban design method, the path is designed to accentuate the appearance of the colonial style and create a continuous pedestrian way. Then landmark is designed by adjusting the uplight lighting at the old building Old Building of Irrigation Department which became a focal point in Mojokerto city center and utilize its open space, as well as clarifying and adding elements of orientation along the path. Node is designed to add activities and attractions as well as the use of lighting effects (illuminated heritage area) around the Town Square. Building included in the design of the above three elements, that is maintaining the building which characterized by colonial and adjust the lighting

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTA 711.552 2 Bar p
Uncontrolled Keywords: identitas kota, kawasan pusat Kota Mojokerto, morfologi kota
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture > NA9053 City planning
Divisions: Faculty of Architecture, Design, and Planning > Architecture > 23101-(S2) Master Thesis
Depositing User: EKO BUDI RAHARJO
Date Deposited: 20 Jan 2020 02:58
Last Modified: 20 Jan 2020 02:58
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/72749

Actions (login required)

View Item View Item