Perhitungan Intensitas Gempa Bumi Berdasarkan Nilai PGA (Peak Ground Acceleration) Menggunakan Data Gempa Bumi Multi-Event (Studi Kasus: Kabupaten Pandeglang, Banten)

Safitri, Chomia Nilam (2020) Perhitungan Intensitas Gempa Bumi Berdasarkan Nilai PGA (Peak Ground Acceleration) Menggunakan Data Gempa Bumi Multi-Event (Studi Kasus: Kabupaten Pandeglang, Banten). Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 03311540000072-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
03311540000072-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB) | Request a copy

Abstract

Kabupaten Pandeglang terletak di wilayah pesisir pantai selatan Pulau Jawa yang berdekatan dengan zona subduksi megathrust. Zona ini berasal dari pertemuan Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Sehingga dapat menyebabkan sering terjadinya gempa bumi akibat pergerakan lempeng yang menunjam tersebut. Selain itu, Kabupaten Pandeglang juga berbatasan dengan Selat Sunda di bagian barat di mana wilayah tersebut terdapat Gunung Krakatau yang berpotensi menimbulkan gempa bumi akibat letusan gunung berapi. Untuk itu perlu adanya identifikasi tingkat bahaya gempa bumi di Kabupaten Pandeglang sebagai langkah awal dalam mitigasi bencana. Penentuan tingkat bahaya gempa bumi di wilayah penelitian dilakukan dengan metode scoring parameter tingkat bahaya gempa bumi berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 21/PRT/M/2007 yang selanjutnya dilakukan analisis spasial. Parameter tersebut adalah sifat fisik batuan, kemiringan lereng, kegempaan (magnitudo, peak ground acceleration, dan intensitas), serta jarak wilayah dengan zona sesar. Untuk perhitungan PGA (Peak Ground Acceleration) menggunakan persamaan empiris Youngs, dkk (1997) dan perhitungan intensitas gempa bumi menggunakan persamaan empiris Wald, dkk (1999). Tingkat bahaya gempa bumi dibagi menjadi tiga kategori, yaitu tingkat bahaya rendah, tingkat bahaya sedang, dan tingkat bahaya tinggi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa di Kabupaten Pandeglang tidak terdapat kategori tingkat bahaya rendah. Untuk kategori tingkat bahaya sedang memiliki luas sebesar 1719,404 km2 (62,959%). Dan untuk kategori tingkat bahaya tinggi memiliki luas sebesar 1011,573 km2 (37,041%). Di hampir semua kecamatan terdapat kategori tingkat bahaya sedang dan tinggi. Kecamatan yang tidak terdapat kategori tingkat bahaya sedang adalah Kecamatan Patia dan Sindangresmi. Sedangkan kecamatan yang tidak terdapat kategori tingkat bahaya tinggi adalah Kecamatan Cibaliung, Cimanuk, Karangtanjung, Koroncong, Mekarjaya, Menes, dan Pandeglang. Untuk luas terbesar pada kategori tingkat bahaya sedang terdapat pada Kecamatan Cimanggu yaitu 344,394 km2. Dan pada kategori tingkat bahaya tinggi juga terdapat pada Kecamatan Cimanggu yaitu 396,980 km2.
=================================================================================================================================
Pandeglang Regency is located in the southern coast of Java Island which is adjacent to the megathrust subduction zone. This zone originates from the meeting of the Indo-Australian Plate which is subducted under the Eurasian Plate. So that it can cause frequent earthquakes due to the movement of the plunging plates. Other than that, Pandeglang Regency is also bordered by the Sunda Strait in the western part where the region has Mount Krakatau which has the potential to cause earthquakes due to volcanic eruptions. Therefore, it is necessary to identify the level of earthquake hazard in Pandeglang Regency as a first step in disaster mitigation. Determination of earthquake hazard level in the study area is using the method of scoring the earthquake hazard level parameters based on “Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 21/PRT/M/2007” and using spatial analysis. These parameters are the physical properties of rocks, slope, seismicity (magnitude, peak ground acceleration, and intensity), and the distance of the region to the fault zone. For the calculation of PGA (Peak Ground Acceleration) using the empirical equation from Youngs, et al (1997) and calculation of earthquake intensity using the empirical equation from Wald, et al (1999). The level of earthquake hazard is divided into three categories: low hazard level, medium hazard level, and high hazard level. The results of this study indicate that there is no low hazard category in Pandeglang Regency. For the category of medium hazard level has an area of 1719.404 km2 (62.959%). And for the high hazard level category has an area of 1011.573 km2 (37.041%). In almost all sub-districts there are medium and high hazard categories. Sub-districts that does not have medium level of hazard category are Patia and Sindangresmi Sub-district. And sub-districts that does not have high hazard level category are Cibaliung, Cimanuk, Karangtanjung, Koroncong, Mekarjaya, Menes, dan Pandeglang Sub-districts. The largest area in the medium hazard level category is in Cimanggu Sub-district, 344.394 km2. And in the category of high hazard level is also in Cimanggu Sub-district, 396.980 km2.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSG 551.22 Saf p-1 2020
Uncontrolled Keywords: Gempa Bumi, Intensitas, Megathrust, Peak Ground Acceleration, Tingkat Bahaya
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.212 ArcGIS. Geographic information systems.
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.217 Geospatial data
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Chomia Nilam Safitri
Date Deposited: 11 Dec 2023 08:49
Last Modified: 11 Dec 2023 08:49
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/73019

Actions (login required)

View Item View Item