Muhardiani, Bangkit Nata Satria (2020) Rancang Bangun Electrocardiography, Galvanic Skin Respons Dan Skin Temperature Untuk Mendeteksi Stres Pada Manusia. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Preview |
Text
07311540000029_Undergraduate_Thesis.pdf Download (4MB) | Preview |
Abstract
Stres merupakan masalah umum yang terjadi dalam kehidupan umat manusia yang disebabkan oleh banyak hal seperti kekhawatiran keuangan, pekerjaan, bahkan lingkungan sosial. Menurut saintis Hans Selte – the father of stress research – stres adalah pangkal dari banyak penyakit. Dalam dunia kesehatan, stres sangat berdampak besar dalam cikal-bakal penyakit yang jauh lebih berbahaya seperti meningkatkan kemungkinan terkena jantung koroner, tekanan darah, dan meningkatkan kemungkinan infark miokard. Dalam lingkungan akademik, stres merupakan pengalaman yang paling sering dialami oleh para siswa, baik yang sedang belajar di tingkat sekolah ataupun di perguruan tinggi. Hal tersebut dikarenakan banyaknya tuntutan akademik yang harus dihadapi, seperti ujian, tugas-tugas, dan lain sebagainya. Sejumlah peneliti telah menemukan bahwa siswa yang mengalami stres akan cenderung menunjukkan kemampuan akademik yang menurun, kesehatan yang memburuk, depresi, dan gangguan tidur. Maka dari itu dibuatlah alat instrumentasi Electrocardiography (ECG), Galvanic Skin Response (GSR), Skin Temperature (ST) dengan mengunakan metode Fuzzy Logic Controller (FLC) sebagai decision maker. Dari pengambilan data 10 subjek dilakukan pengujian menggunakan metode Stroop Test, hasilnya variable ECG dan GSR memiliki korelasi yang tinggi sekitar 80% dan 90% yang berarti nilai ECG dan GSR mengalami kenaikan sesuai dengan kenaikan stres. Sedangkan untuk ST korelasinya hanya 40%. Namun secara keseluruhan berdasarkan hasil fuzzy didapati bahwa 100% subjek mengalami peningkatan stres pada saat pengujian metode Stroop Test. Selain itu, hasil deteksi stres dari alat yang telah dibuat dibandingkan dengan hasil survey psikologis untuk memvalidasi hasil akhir, didapati akurasi 90% dengan satu hasil salah dan sembilan hasil deteksi benar. Ini menunjukan bahwa sistem yang diciptakan sudah berjalan dengan baik.
================================================================================================================================
Stres merupakan masalah umum yang terjadi dalam kehidupan umat manusia yang disebabkan oleh banyak hal seperti kekhawatiran keuangan, pekerjaan, bahkan lingkungan sosial. Menurut saintis Hans Selte – the father of stress research – stres adalah pangkal dari banyak penyakit. Dalam dunia kesehatan, stres sangat berdampak besar dalam cikal-bakal penyakit yang jauh lebih berbahaya seperti meningkatkan kemungkinan terkena jantung koroner, tekanan darah, dan meningkatkan kemungkinan infark miokard. Dalam lingkungan akademik, stres merupakan pengalaman yang paling sering dialami oleh para siswa, baik yang sedang belajar di tingkat sekolah ataupun di perguruan tinggi. Hal tersebut dikarenakan banyaknya tuntutan akademik yang harus dihadapi, seperti ujian, tugas-tugas, dan lain sebagainya. Sejumlah peneliti telah menemukan bahwa siswa yang mengalami stres akan cenderung menunjukkan kemampuan akademik yang menurun, kesehatan yang memburuk, depresi, dan gangguan tidur. Maka dari itu dibuatlah alat instrumentasi Electrocardiography (ECG), Galvanic Skin Response (GSR), Skin Temperature (ST) dengan mengunakan metode Fuzzy Logic Controller (FLC) sebagai decision maker. Dari pengambilan data 10 subjek dilakukan pengujian menggunakan metode Stroop Test, hasilnya variable ECG dan GSR memiliki korelasi yang tinggi sekitar 80% dan 90% yang berarti nilai ECG dan GSR mengalami kenaikan sesuai dengan kenaikan stres. Sedangkan untuk ST korelasinya hanya 40%. Namun secara keseluruhan berdasarkan hasil fuzzy didapati bahwa 100% subjek mengalami peningkatan stres pada saat pengujian metode Stroop Test. Selain itu, hasil deteksi stres dari alat yang telah dibuat dibandingkan dengan hasil survey psikologis untuk memvalidasi hasil akhir, didapati akurasi 90% dengan satu hasil salah dan sembilan hasil deteksi benar. Ini menunjukan bahwa sistem yang diciptakan sudah berjalan dengan baik.
Keywords: Stres, Electrocardiography, Galvanic Skin Response, Skin Temperature, Fuzzy Logic Controller.
DESIGN OF ELECTROCARDIOGRAPHY, GALVANIC SKIN RESPONSE AND SKIN TEMPERATURE TO DETECT STRESS IN HUMAN
Name : Bangkit Nata Satria M
NRP : 0731154000029
Lecturer : 1. Dr. Rachmad Setiawan, S.T., M.T.
2. Fauzan Arrofiqi, S.T.,M.T.
ABSTRACT
Stress is a common problem that occurs in the life of mankind caused by many things such as financial worries, work, and even the social environment. According to scientist Hans Selte - the father of stress research - stress is the root of many diseases. In the world of health, stress has a profound effect on the origin of far more dangerous diseases such as increasing the likelihood of coronary heart disease, blood pressure, and increasing the likelihood of myocardial infarction. In an academic environment, stress is the experience most often experienced by students, both who are studying at the school level or in college. That is because of the many academic demands that must be faced, such as examinations, assignments, and so forth. A number of researchers have found that students who experience stress will tend to show decreased academic ability, deteriorating health, depression, and sleep disorders. Therefore the instrumentation instrument was made of Electrocardiography (ECG), Galvanic Skin Response (GSR), Skin Temperature (ST) using the Fuzzy Logic Controller (FLC) method as a decision maker. From the data collection 10 subjects were tested using the Stroop Test method, the results were that the ECG and GSR variables had a high correlation of around 80% and 90%, which meant that the ECG and GSR values increased according to the increase in stress. Whereas for ST the correlation is only 40%. But overall based on fuzzy results found that 100% of subjects experienced an increase in stress when testing the Stroop Test method. In addition, the results of stress detection from tools that have been made are compared with the results of psychological surveys to validate the final results, found to be 90% accuracy with one wrong result and nine correct detection results. This shows that the system created was running well.
Actions (login required)
![]() |
View Item |