Risdiana, Devi (2020) Pengembangan Model Konseptual Perangkat Penilaian Safe City Guna Meningkatkan Keamanan Di Indonesia. Masters thesis, institut teknologi sepuluh nopember.
![]() |
Text
05211750012010-Master_Thesis.pdf Download (3MB) |
Abstract
Dalam pengembangan kota menjadi smart city, tentu memiliki banyak aspek yang harus dipenuhi. Salah satu aspek tersebut adalah aspek Keamanan dalam kota yang biasa disebut safe city. Konsep Safe City dalam Smart City memberikan cara baru pada pemerintah dalam mengembangkan sistem keamanan kota. Menurut Flint Township Police Department (2018) Safe City adalah inisiatif berbasis komunitas yang memanfaatkan kemitraan dan teknologi untuk membantu komunitas dan bisnis mengurangi kejahatan dan menciptakan lingkungan di mana orang merasa aman dan nyaman. Kota yang ‘terlihat’ aman tidak sepenuhnya bisa dikatakan aman. Sebagai contoh pada tahun 2018, kota Surabaya yang dirasa telah memiliki keamanan yang baik terjadi peristiwa pengeboman yang dilakukan oleh sejumlah oknum di beberapa tempat salah satunya tempat peribadatan. Sebagai kota yang mendapat nilai tertinggi dan mendapat julukan kota metropolitan paling cerdas di Indonesia (IKCI 2018) sudah seharusnya jika keamanan dari kota Surabaya juga dibagun menjadi lebih baik. Dalam pengembangan konsep safe city dalam kota, pemerintah terlebih dulu harus menilai seberapa tingkat keamanan kota tersebut. Penilaian kota di dunia secara general telah dilakukan oleh perusahaan terkemuka di jepang yaitu NEC. Dalam kampanye keamanan yang dilakukan NEC pada tahun 2017, Indonesia (Jakarta) memiliki nilai keamanan yang cukup rendah jika dibandingkan negara lain. Rendahnya nilai yang didapatkan oleh Indonesia (jakarta) dapat dipicu oleh perbedaan karakteristik Indonesia dengan negara lain, sehingga memungkinkan perangkat yang disusun secara general kurang cocok dengan karakteristik kota di Indonesia. Dengan demikian dalam penelitian ini dilakukan pengembangan konseptual model safe city untuk memberikan alat ukur penilaian keamanan kota sesuai dengan karakteristik kota di Indonesia. Sebagai hasil dari penelitian, terbentuk perangkat yang siap digunakan oleh kota Surabaya dalam mengukur indeks keamanan kota. Model telah dilakukan proses veerifikasi kepada 5 pakar dan validasi ke pihak keamanan kota dan kominfo selaku pengembang. Penelitian menunjukkan 49 indikator baru dalam mengukur keamanan dalam kota. Terdiri dari indikator kualitas kesehatan, indikator digital, indikator lingkungan, indikator personal dan indikator komunitas.
=================================================================================================================================
In developing the city to be smart city, it certainly has many aspects that must be met. One of these aspects is the aspect of security in the city which is usually called safe city. The Safe City concept in Smart City provides a new way for the government to develop a city security system. According to the Flint Township Police Department (2018) Safe City is a community-based initiative that utilizes partnerships and technology to help communities and businesses reduce crime and create an environment where people feel safe and comfortable. Cities that "look" safe are not entirely safe. For example, in 2018, the city of Surabaya, which was considered to have good security, took place during a bombing by a number of people in several places, one of which was a place of worship. As a city that gets the highest score and gets the nickname of the smartest metropolitan city in Indonesia (IKCI 2018) it should be if the security of the city of Surabaya is also made better. In developing the concept of safe city in the city, the government must first assess the level of security of the city. General assessment of cities in the world has been carried out by leading companies in Japan, NEC. In the security campaign conducted by NEC in 2017, Indonesia (Jakarta) has a relatively low security value compared to other countries. The low value obtained by Indonesia (Jakarta) can be triggered by differences in the characteristics of Indonesia and other countries, so that devices that are arranged in general do not match the characteristics of cities in Indonesia. Thus in this study the conceptual development of safe city models was carried out to provide a measure of the assessment of city security in accordance with the characteristics of cities in Indonesia. As a result of the research, a device was formed that was ready to be used by the city of Surabaya in measuring the city's safety index. The model has been carried out the process of verification to 5 experts and validation to the city security and the Ministry of Communication and Information as the developer. Research shows 49 new indicators in measuring security in the city. Consists of health quality indicators, digital indicators, environmental indicators, personal indicators and community indicators.
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Additional Information: | RTSI 005.74 Ris p-1 |
Uncontrolled Keywords: | Safe City, Smart City, Keamanan, Kota, Crime, City |
Subjects: | T Technology > T Technology (General) > T58.6 Management information systems |
Divisions: | Faculty of Information and Communication Technology > Information Systems > 59101-(S2) Master Thesis |
Depositing User: | devi mega risdiana |
Date Deposited: | 12 Mar 2025 03:54 |
Last Modified: | 12 Mar 2025 03:54 |
URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/73536 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |