Analisis Jaringan Transportasi Antarmoda Terintegrasi: Studi Kasus Danau Toba

Savitri, Aulia Dina (2020) Analisis Jaringan Transportasi Antarmoda Terintegrasi: Studi Kasus Danau Toba. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 04411540000031-Undergraduate_Thesis.pdf]
Preview
Text
04411540000031-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (8MB) | Preview

Abstract

Danau Toba merupakan destinasi pariwisata di Indonesia yang memiliki potensi wisata yang menarik untuk dikembangkan. Danau Toba ini menjadi salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, Penetapan Kawasan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pembangunan Nasional, sebagaimana hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025. Pada tahun 2017 mengalami peningkatan yang cukup drastis yaitu sekitar 45% dari jumlah wisatawan pada 2016. Dengan meningkatnya pariwisata di Danau Toba, perlu adanya sebuah perencanaan jaringan transportasi secara terintegrasi. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan perencanaan kombinasi moda transportasi yang menghasilkan biaya lebih murah terdapat pada rute Bandara Kualanamu – Pelabuhan Ajibata – Pelabuhan Tomok – Tarian Sigale-gale – Tuk-tuk - Batu Hoda – Aek Rangat Pangururan – Menara Pandang Tele – Bandara Kualanamu. Dengan total biaya yang dikeluarkan yaitu Rp.412.000, jarak tempuh yaitu 441 km dan waktu tempuh 7 Jam 11 Menit. Dan kombinasi moda transportasi darat dan transportasi laut yang digunakan yaitu kapal Ro-ro yang didesain. Sedangkan untuk waktu yang efektif terdapat pada rute Bandara Kualanamu – Pelabuhan Ajibata – Pelabuhan Tomok – Tarian Sigale-gale – Tuk-tuk - Batu Hoda – Aek Rangat Pangururan – Menara Pandang Tele – Bandara Silangit - Bandara Kualanamu. Dengan waktu yang dihasilkan yaitu 5 jam 48 menit, jarak tempuh 558 km dan biaya yang dihasilkan Rp 771.000. Dengan yang mengkombinasikan moda transportasi darat, transportasi laut untuk kapal baru yang didesain dan transportasi udara. Kapal yang didesain penulis yaitu kapal Ro-ro dengan rute Pelabuhan Ajibata – Pelabuhan Tomok menggunakan model optimasi yang menghasilkan Panjang (L) 34,76 meter, Lebar (B) 10,00 meter, Tinggi (H) 3,90 meter, serta sarat kapal (T) 2,90 meter dengan biaya total Rp. 8.793.635.696/tahun dan unit biaya Rp. 3.406/SUP, untuk tarif penumpang sebesar Rp 3.325, kendaraan mobil sebesar Rp. 109.299/unit, dan untuk kendaraan roda 4 (pickup) Rp. 113.284/unit dan untuk kendaraan truck sebesar Rp. 205.995/unit.
==================================================================================================================================
Toba Lake is a tourism destination in Indonesia that has an attractive tourism potential to be developed. Toba Lake has become one of the National Tourism Strategic Areas, Establishing Toba Lake Area as a National Development Strategic Area, as stated in Government Regulation Number 50 of 2011 concerning the National Tourism Development Master Plan for 2010-2025. In 2017 it experienced a drastic increase of around 45% of the number of tourists in 2016. With the increase in tourism on Toba Lake, it is necessary to have an integrated transportation network planning. Based on the analysis that has been carried out planning a combination of transportation modes that produce lower costs is on the route Kualanamu Airport - Ajibata Port - Tomok Port - Sigale-gale Dance - Tuk-tuk - Hoda Stone - Aek Rangat Pangururan - Tele Pandang Tower - Kualanamu Airport. With a total cost incurred at Rp.412,000, a distance of 441 km and a travel time of 7 Hours 11 Minutes. And the combination of land and sea transportation modes used is the designed Ro-ro ship. Whereas the effective time is on the route of Kualanamu Airport - Ajibata Harbor - Tomok Harbor - Sigale-gale dance - Tuk-tuk - Batu Hoda - Aek Rangat Pangururan - Tele View Tower - Silangit Airport - Kualanamu Airport. The resulting time is 5 hours 48 minutes, the distance is 558 km and the cost generated is Rp 771,000. By combination modes of land transportation, sea transportation for newly designed ships and air transportation. The ship designed by the author is Ro-ro ship with the port of Ajibata Port - Tomok Port using an optimization model that produces Length (L) 34.76 meters, Width (B) 10.00 meters, Height (H) 3.90 meters, and is laden boat (T) 2.90 meters with a total cost of Rp. 8,793,635,696/year and unit cost Rp. 3,406 / SUP, for a passenger fare of Rp 3,325, a vehicle for Rp. 109,299 / unit, and for four-wheeled vehicles (pickup) Rp. 113,284 / unit and for truck vehicles Rp. 205,995 / unit.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSTrL 387.52 Sav a-1
Uncontrolled Keywords: Kapal Ro-ro, Rute, Optimasi
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC357 Harbor Engineering. Piers, quays, and wharves
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements > TE7 Transportation--Planning
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Sea Transportation Engineering > 21207-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Aulia Dina Savitri
Date Deposited: 20 Mar 2025 07:35
Last Modified: 20 Mar 2025 07:35
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/74077

Actions (login required)

View Item View Item