Analisa Kelelahan Mental Berdasarkan Sinyal EEG Aktivitas Gelombang Teta, Alfa dan Beta di Daerah Oksipital: Studi Kasus Pelajar SMA

Tyas, Agnes Estuning (2020) Analisa Kelelahan Mental Berdasarkan Sinyal EEG Aktivitas Gelombang Teta, Alfa dan Beta di Daerah Oksipital: Studi Kasus Pelajar SMA. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 07111750060004_Master_Thesis.pdf]
Preview
Text
07111750060004_Master_Thesis.pdf

Download (6MB) | Preview

Abstract

Aktivitas kognitif yang berlebihan sepanjang hari dapat menjadi penyebab seseorang mengalami kelelahan mental. Kelelahan mental yang tidak segera tertangani dapat menimbulkan penyakit akut. Kelelahan mental teridentifikasi sebagai salah satu faktor yang mengancam jiwa terutama bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Kini sistem pembelajaran SMA di Indonesia banyak yang menerapkan sistem sekolah sehari penuh. Dimana kegiatan pembelajaran siswa yang kurang lebih 8 jam sehari. Ini menyebabkan siswa mudah mengalami kelelahan mental. Penelitian ini dilakukan karena adanya kemungkinan siswa mengalami kelelahan mental. Analisa kondisi kelelahan mental dapat dilakukan berdasarkan sinyal lectroencephalography (EEG). Analisa ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas gelombang teta, alfa, dan beta di daerah oksipital otak karena daerah oksipital mewakili kondisi kelelahan mental. Aktivitas dari ketiga gelombang digunakan untuk membandingkan kondisi normal dan kondisi kelelahan mental siswa. Uji kognitif digunakan sebagai rangsangan untuk kondisi kelelahan mental siswa. Aktivitas gelombang teta, alfa dan beta berdasarkan sinyal EEG dianalisa pada domain waktu. Berikutnya, nilai fitur mean absolute value (MAV) dan standar deviasi dihitung pada gelombang teta, alfa dan beta. Selain itu, kuesioner IFS digunakan sebagai referensi subjektif pada setiap pengukuran sinyal EEG. Pada penelitian ini disimpulkan aktivitas gelombang alfa dan teta paling berkaitan dengan kondisi kelelahan mental. Sedangkan aktivitas gelombang beta tidak menunjukkan adanya pengaruh terhadap kondisi kelelahan mental. Aktivitas gelombang teta, alfa, dan beta dapat diketahui dengan membandingkan hasil fitur MAV dan standar deviasi antara post-task dan pre-task. Aktivitas gelombang alfa dan teta saat kelelahan mental mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kondisi normal pada daerah oksipital O1 dan O2. Aktivitas gelombang beta sulit untuk dianalisa karena peningkatan atau penurunan terjadi di berbagai partisipan. Berdasarkan aktivitas tiga gelombang tersebut dan hasil kuesioner IFS, diketahui bahwa partisipan cenderung mengalami kelelahan mental setelah kegiatan sekolah. Selain itu, uji kognitif yang digunakan menyebabkan partisipan mengalami kelelahan mental.
======================================================================================================================================
Excessive cognitive activity throughout the day can be a cause of someone experiencing mental fatigue. Mental fatigue that is not treated immediately can cause acute illness. Mental fatigue was identified as one of the life-threatening factors especially for high school students. Now the high school learning system in Indonesia has implemented a full-day school system. Where student learning activities are approximately 8 hours a day. This causes students to experience mental fatigue. This research was conducted because of the possibility of students experiencing mental fatigue. Analysis of mental fatigue conditions can be done based on electroencephalography (EEG) signals. This analysis aims to determine theta, alpha, and beta wave activity in the occipital region of the brain because the occipital region represents a state of mental fatigue. The activities of the three waves are used to compare normal conditions and mental fatigue conditions of students. Cognitive test is used as a stimulus for students' mental fatigue. Theta, alpha and beta wave activity based on EEG signals are analyzed in the time domain. Next, the mean absolute value (MAV) and standard deviation feature values are calculated in theta, alpha and beta waves. In addition, the IFS questionnaire was used as a subjective reference on each EEG signal measurement. In this study it was concluded that alpha and theta wave activity was most associated with mental fatigue. While beta wave activity does not show any influence on mental fatigue. Theta, alpha, and beta wave activity can be determined by comparing the results of MAV and standard deviation features between post-task and pre-task. Alpha and theta wave activity during mental fatigue increases higher than normal conditions in the O1 and O2 occipital regions. Beta wave activity is difficult to analyze because increases or decreases occur in various participants. Based on the activity of the three waves and the IFS questionnaire, it was found that participants tended to experience mental fatigue after school activities. In addition, cognitive tests that are used cause participants to experience mental fatigue.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTE 621.398 1 Tya a-1
Uncontrolled Keywords: mental fatigue, theta wave, alpha wave, beta wave, mean absolute value, standard deviation
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T57.5 Data Processing
Divisions: Faculty of Intelligent Electrical and Informatics Technology (ELECTICS) > Electrical Engineering > 20101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Agnes Estuning Tyas
Date Deposited: 14 Mar 2025 06:48
Last Modified: 14 Mar 2025 06:48
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/74205

Actions (login required)

View Item View Item