Monitoring Kawasan Perairan Pesisir Akibat Penambangan Emas Rakyat Menggunakan Data Citra Satelit Multi Temporal (Studi Kasus : Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara)

., Nurgiantoro (2016) Monitoring Kawasan Perairan Pesisir Akibat Penambangan Emas Rakyat Menggunakan Data Citra Satelit Multi Temporal (Studi Kasus : Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara). Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3514201005-Master_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
3514201005-Paper.pdf - Accepted Version

Download (365kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3514201005-Presentation.pdf - Presentation

Download (3MB) | Preview

Abstract

Wilayah pesisir merupakan daerah peralihan antara ekosistem darat dan laut yang dipengaruhi oleh perubahan di darat dan laut. Selain mempunyai potensi besar wilayah pesisir juga merupakan ekosistem yang mudah terkena dampak kegiatan manusia termasuk aktifitas ekplorasi penambangan emas. Ditemukannya emas di Kabupaten Bombana pada tahun 2008, menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat perhatian masyarakat. Namun munculnya tambang emas di Bombana selain merupakan rahmat, juga membawa masalah baru khususnya pada wilayah pesisir. Tujuan penelitian ini yaitu: Mengidentifikasi perubahan kawasan perairan pesisir akibat aktifitas penambangan emas rakyat menggunakan data citra Landsat multi temporal; Menganalisis perubahan pada kawasan perairan pesisir sebelum dan sesudah tambang emas ditemukan melalui citra Landsat; dan Monitoring nilai kualitas air pada perairan pesisir menggunakan data citra Landsat multi temporal dan parameter sampel uji terhadap nilai baku mutu. Metode penelitian menggunakan model observasi penginderaan jauh dan survey in-situ. Parameter dalam penelitian ini menggunakan data citra Landsat LDCM (tahun 2013 – 2015) dan ETM+ (tahun 2001) serta data in-situ berupa total suspended solid (TSS), Chlorophyll-a (Chl-a), Sea Surface Temperature (SST), pH, dan Salinitas yang diukur pada tanggal 20 Nopember 2015 (5 stasiun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi TSS telah melebihi secara signifikan dari nilai baku mutu (TSSestimasi > 80 mg/L). Estimasi TSS menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun sebelum aktivitas tambang, rata – rata sebesar 57,94% pada tahun 2013 (453,51 mg/L), 53,26% pada tahun 2014 (416,54 mg/L), dan 63,46% pada tahun 2015 (498,19 mg/L). Kemudian, estimasi Chl-a sepanjang tahun pengamatan menunjukkan perairan pesisir Kabupaten Bombana berada pada kondisi blooming. Rata – rata konsentrasi Chl-a sebesar 977,35 μg/L, 1017,16 μg/L, dan 960,00 μg/L pada tahun 2013, 2014, dan 2015 sedangkan pada tahun 2001 sebesar 3718,16 μg/L. Hasil analisis terhadap pH, Salinitas, dan SST pada masing – masing tahun pengamatan tidak terjadi perubahan nilai yang signifikan dan masih dalam ambang batas. Hal tersebut dimaksudkan bahwa aktivitas penambangan emas secara langsung tidak mempengaruhi derajat keasaman air laut, salinitas, dan suhu permukaan laut. ======================================================================================================= The coastal area is an area of transition between terrestrial and marine ecosystems are affected by changes in land and sea. Besides having great potential, the ecosystems coastal regions are easily affected by human activities including the exploration of gold mining activities. The discovery of gold in Bombana in 2008, making the region as the center of public attention. But the emergence of a gold mine in Bombana other than a blessing, also brought new problems, especially in coastal areas. The purpose of this research are: Identifying changes in coastal waters due to the conventional gold mining activities using image multi-temporal Landsat data; Analyzing changes in coastal water areas before and after the gold mine was found through imagery Landsat; and monitoring the value of water quality in coastal waters using imagery multitemporal Landsat data and parameters of the test sample to the value of the standard. The research method uses an observation remote sensing model and insitu survey. The parameters in this study uses data Landsat LDCM (years 2013 to 2015) and ETM + (years 2001) as well as data in-situ in the form of total suspended solids (TSS), chlorophyll-a (Chl-a), Sea Surface Temperature (SST), pH, and salinity were measured on November 20, 2015 (5 stations). The results showed that all TSS concentration has been exceeded significantly from the quality of the raw value (TSSestimasi > 80 mg/L). estimation of TSS showed a significant increase after mining activities, the averages of 57.94% in 2013 (453.51 mg/L), 53.26% in 2014 (416.54 mg/L), and 63.46% in 2015 (498.19 mg/L). then, estimate of Chl-a year-round observations shown coastal waters of Bombana are in the blooming conditions, the average concentration of Chl-a of 977.35 μg/L, 1017.16 μg/L, and 960.00 μg/L in 2013, 2014, and 2015 while in 2001 amounted to 3718.16 μg/L. The results of analysis of pH, salinity, and SST on each - each year of observation, no changes in significant value and is still within the threshold. It is intended that the gold mining activity does not directly affect the acidity of sea water, salinity, and sea surface temperature.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTG 621.367 8 Nur m 3100017068365
Uncontrolled Keywords: Monitoring, Perairan pesisir, Tambang emas, Landsat multitemporal, TSS, Chl-a, pH, SST, Salinitas, Monitoring, Coastal waters, Goldmine, Multi-temporal Landsat, TSS, Chl-a, pH, SST, Salinity
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.5.I4 Remote sensing
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29101-(S2) Master Thesis
Depositing User: - Davi Wah
Date Deposited: 19 Feb 2020 05:52
Last Modified: 19 Feb 2020 05:52
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/74912

Actions (login required)

View Item View Item